Tidak Harus Tapi Perlu

Situasi pertama :

“maaf pak, saya telat datang ke kantor karena HARUS mengantar istri saya ke dokter.”

” aku HARUS menerima rasa sakit karena ingin memahami orang yang kucintai.”

” Aku HARUS edukasi minimal 2 kali sehari, untuk memenuhi target penjualan bulan ini.”
Situasi kedua :

” maaf pak, saya telat datang ke kantor karena PERLU mengantar istri saya ke dokter.”

” aku PERLU menerima rasa sakit karena ingin memahami orang yang kucintai.”

” Aku PERLU edukasi minimal 2 kali sehari, untuk memenuhi target penjualan bulan ini.”
Jika anda membaca kedua situasi diatas, situasi mana yang lebih nyaman dibaca ?. alam bawah sadar ternyata menyimpan kata-kata lalu memprosesnya untuk kemudian dikeluarkan menjadi tindakan. pemakaian kata “HARUS” menjadikan diri kita korban, tidak punya pilihan lain, ketika menjadi korban maka kita bisa merasa tidak bertanggung jawab atas tindakan kita, padahal 100% tindakan kita adalah tanggung jawab kita sendiri dan kita BISA memilih untuk mau menjalaninya atau tidak. 
Mengubah kata “HARUS” menjadi “PERLU” menandakan bahwa kita punya pilihan, ketika sudah memilih sebuah situasi maka kita PERLU menjalani prosesnya, kita adalah dalang/pelaku atas pilihan tersebut dan bukan korban/wayang, alam bawah sadar mengirim kata PERLU ke otak lalu mengubahnya menjadi sebuah tindakan yang bertanggung jawab sehingga akan menghasilkan sesuatu yang lebih kuat energi positifnya. 
“Aku perlu mandi sekarang (walau masih mau leyeh-leyeh) karena jam 11 nanti ada edukasi kangen water.”

“Anda mungkin PERLU memberikanku hadiah karena masih dalam suasana ulang tahunku.” *uhuk
2 feb 2017

Mella Fitriansyah
#provokasi #MemilihKataKata

#TanggungJawab #DalangBukanWayang

Big is Not Beautiful

​Big Isn’t Beautiful
“big is beautiful” buatku hanya sebuah slogan pembenaran, walaupun buat sebagian orang lain yang memiliki tubuh besar sepertiku itu kebenaran. untuk mereka mungkin benar “berbadan besar tidak masalah yang penting inner beauty”, untukku ? No, “berbadan ideal dan memiliki inner beauty adalah sebuah situasi yang perlu dicapai”. 
Susah bergerak, cepat lelah, sering pusing dan tentu saja susah cari baju yang cocok. itulah kondisi yang aku alami, mungkin untuk orang lain kondisi itu tidak menggaggu (atau terpaksa tidak merasa terganggu), untukku kondisi ini sangat mengganggu. berbagai diet telah dijalani mulai dari produk mahal hingga pil murahan. mulai dari olahraga jalan kaki hingga ngegym berat yang bikin aku ngos2an parah (karena punya riwayat sakit asma makin berat perjuangan hayati), berbagai pola makan juga dijalani mulai dari menghindari lemak, sayur rebusan hingga mentahan. pola makan tersebut kebanyakan gagal karena aku menganggap kegagalannya adalah di kebiasaanku yang suka makan lemak dan protein, aku menganggap lemak adalah musuh besar yang membuat tubuhku tertimbun lemak. 
Aku sering membaca artikel tentang “kejahatan” gula di berbagai halaman, tapi kok ya aku tetap menganggap bahwa lemak adalah musuh besarku ? maka aku semena-mena makan karbohidrat yang didalamnya terkandung gula tinggi, hingga di suatu hari dua sahabat terbaikku lala Mira Julia dan Wiwiet Mardiati  (peluk kuenceeeng buat mereka yang selalu ada disampingku ) diskusi heboh memulai persiapan pola makan baru mereka yang (katanya) menyehatkan, membuat tubuh tambun ini menyusut karena hormonnya menjadi stabil, dan senjata utamanya adalah LEMAK, what ? yesss LEMAK. aku yang biasanya paling getol ngikutin segala diet ala wiwiet ( yg tujuan dietnya untuk hamil lagi, dan alhamdulillaah orangnya lagi hamil 5 bulan tuuu sekarang ), kali ini cuma ketawa-ketawa ketakutan dan ogah ikutan, singkat cerita akhirnya dengan pola makan inilah ternyata tubuhku menyusut drastis, semakin berenergi, flek di wajah menghilang, bikin sesak nafasku kabur alhamdulillaah… 

Pola makan ini bernama ketofastosis, pengembangan dari pola makan ketogenic yang sudah dikenal sebelumnya, untuk yang penasaran tau bagaimana pola makannya silahkan meluncur ke www.ketofastosis.com aja dulu ya, itu website lengkap tentang pola makan ini, yang sumbernya berasal dari tulisan-tulisan mas tyo, founder pola makan ini ( berkah berlimpah untukmu mas tyo ). jika sudah membaca lalu ingin menjalaninya dan butuh teman untuk diskusi ( sebagai praktisi bukan suhu yaah ) silahkan hubungi aku di WA 081288488844 saja ya, aku lebih suka menjawab WA daripada inbox FB. kenapa aku mau repot-repot nemenin ngobrol ? karena aku ingin bermanfaat lebih banyak berbagi.
berapa biaya ngobrolnya mel ?, kirimin aku tunjang padang, gulai kepala ikan, rendang, soto babat, sate kulit, sop ceker saja untuk makan siang ya… yukks mariii… 
Mella Fitriansyah

No Pain No Gain

​M : maaf ya, aku sudah ada jadwal belajar di tanggal itu, aku perlu ikut kelas provokasi, belajar tentang neuro semantics, ini kesempatan yang sudah kutunggu sejak lama, arisan berikutnya insya allah aku akan datang.

S : ngapain sih ikut training terus ? memang belum puas belajar ? silaturahmi kan juga penting mel. Arisan kali ini teman yang datang lebih banyak dari biasanya loh, rugi kalo kamu tidak datang.  

Kurang lebih begitulah percakapanku dengan salahsatu sahabat sejak SMA dulu. ketika disebutkan tanggal arisan di waktu yang sama dengan jadwalku mengikuti kelas neuro semantics yang diadakan oleh coach Prasetya M Brata, aku agak sedikit galau, kenapa galau ? karena arisan SMA juga penting untukku, bisa silaturahmi bertukar cerita yang bisa jadi inspirasi bersama teman-teman sekolahku dulu, apalagi sekarang masing-masing kebanyakan sudah memiliki keluarga jadi aku bisa berkenalan dan menambah sahabat lagi. 

Kemarin di hari pertama coach Pras menceritakan sebuah kisah menarik tentang bagaimana proses seorang atlet binaraga yang awalnya memiliki otot lemah menjadi juara dunia, sang binaragawan memulai latihan dengan mengangkat barbel seberat 1kg sebanyak 10 kali, sang binaragawan berhenti karena merasa sakit di hitungan ke sepuluh, lalu esoknya sang binaragawan melakukan latihan lagi melewati hitungan ke sepuluh karena belum merasa sakit di hitungan ke sepuluh, ia baru berhenti di hitungan ke empat belas karena baru merasa sakit di hitungan ke empat belas, esoknya sang binaragawan melakukan latihan lagi mampu melewati rasa sakit di hitungan ke empat belas hingga mencapai hitungan ke dua puluh, begitu seterusnya, setiap hari sang binaragawan berlatih, dari mulai barbel seberat 1kg sampai mampu mengangkat barbel seberat 50kg. 
Selesai bercerita lalu coach Pras bertanya, “menurut rekan-rekan apa yang membuat sang binaragawan berhasil menjadi juara dunia ?”, “karena konsisten”, “karena tak kenal lelah”, “karena semangat”. banyak dari kami menjawab tapi masih belum ada jawaban yang tepat. ternyata jawaban tepat yang membuat sang binaragawan menjadi juara dunia adalah rasa sakitnya, setiap latihan beliau selalu mencari rasa sakit di otot-ototnya, beliau baru berhenti ketika datang rasa sakit lalu berhasil melewatinya. berani melewati rasa sakitlah yang menaikkan kapasitas dirinya. 
Aku memandang begitulah kita di dalam kehidupan, merasa sakit ditolak prospek, merasa tidak nyaman karena menyemangati team, merasa sakit karena berusaha memahami orang yang kita cintai, merasa tidak nyaman perlu memilih belajar daripada silaturahmi. banyak dari kita enggan melewati rasa sakit itu padahal itulah salahsatu cara untuk menaikkan kapasitas diri kita, sebuah kewajaran jika kita lelah lalu beristirahat sejenak, namun setelah itu segera lewati lagi dan tidak berhenti jika hal tersebut merupakan hal penting yang ingin kita capai.

Hai para srikandi Kangen water yang sekarang sudah mulai kuat mengangkat galon, anda merasa sakit otot ? aku juga pernah melewatinya kok, 2 tahun yang lalu karena harus berbagi tugas dengan pasangan. Anda pernah merasa terhina karena ditagih hutang dengan kasar ? aku juga pernah melewatinya kok, sakiitttt tapi ternyata salahsatunya hal itulah yang mengantarkanku mencapai penghasilan gold samurai sekarang ini. so NO PAIN NO GAIN dear. kita boleh beristirahat sejenak namun tidak berhenti melewati rasa sakit itu.

selamat berhari minggu dari kami yang sudah siap belajar lagi hari ini. love you all..
“The past can hurt. But the way I see it, you can either run from it, or learn from it.” – Walt Disney

Perjalanan Zero Complaint ( Amazing Java Bali Roadtrip )

Di awal perjalanan kami berdiskusi sekeluarga, kami sama-sama sepakat bahwa apapun yang terjadi di petualangan kali ini maka kami harus menikmatinya dan mengambil hikmah sebagai pengalaman yang kaya. Kami sengaja naik kereta ekonomi ac tawang jaya selain karena kami berempat bisa memilih kursi 2-2 dan anak2 bisa tidur gelosoran di bawah sepanjang perjalanan, juga karena tiketnya murah meriah sehingga alokasi dana tiket bisa buat hal lain.

Kami memesan tiket melalui ayah Reza Setyawan karena kebetulan proses pembelian dari aplikasi KAI yang biasa kami pakai agak terganggu jadi kami tidak bisa memesan sendiri. Daaaan ternyataaah sodara-sodara, kami duduk di kursi 3-3 jd tentu saja ini merubah rencana kenyamanan perjalanan ini. #DuoAli langsung cemberut sejenak dan kemudian tersenyum bersama. Yak karena mengusung tema #zerocomplain jadi kami sadar bahwa ini pasti ada hikmahnya. Betul saja, ternyata yang duduk sebangku dengan kami adalah seorang ibu yang menggendong bayi usia 10bulan yg sedang demam, dan ibu tersebut dapat kursi bagian C, yaitu kursi paling ujung dekat lorong bukan kursi pojok, terbayang ibu tersebut pasti akan kelelahan menggendong tanpa senderan semaleman dibawah ac yang dingin pula, akhirnya kami persilahkan si ibu duduk di kursi kami di pojok dan lebih hangat, #Ali8y memutuskan tetap menggelar alas tidur di kolong kursi. Aku mengambil selimut yang cukup dipakai oleh #DuoAli dan bisa membuat mereka tidur nyenyak semalaman.

Tidak terbayang jika si ibu bersama bayinya duduk di bawah ac yg sangat dingin tanpa ada senderan tangan semalaman.. Fiuh.. Dan pengalaman semalam sukses membuatku dan papa Faizal Kamal tidur sehariaaan hari ini karena ga bisa tidur semalam. Hihihi.. Let’s rock kids… Kita bobo nyaman dulu malam ini di semarang untuk energi besok meneruskan perjalanan ke salatiga bertemu dengan #KeluargaSetyawan
Alhamdulillaah.. *shalawat

#KeluargaSetyawan
#KeluargaKamal
#AmazingJavaBaliRoadtrip
#JelajahLangitBiru
#KeluargaMandiri
#Travelschooling
#Homeschooler
#KangenAmazingTeam

Kejutan di Hari Pendidikan Nasional 2016

Memulai menulis tentang pengalaman seharian di hari pendidikan nasional ini selalu membuatku terharu, banyak kejadian yang tidak aku sangka akan terjadi. tahun ini klub oase bersama dengan rumah inspirasi bergabung di gerakan pesta pendidikan yang digagas oleh mbak Najeela Shihab, Pesta Pendidikan adalah gerakan yang mengusung tema “Semua Murid, Semua Guru”, sejuk rasanya ketika aku membaca konsep gerakan keren ini, karena nilai-nilai yang ingin dibangun didalamnya sangat dekat dengan apa yang sudah kami keluarga homeschooler lakukan, gerakan pesta pendidikan ini sangat di dukung oleh pihak kementrian, di gerakan pesta pendidikan ini kami bertemu dengan banyak teman seperjuangan di dunia pendidikan dengan visi dan misi yang kurang lebih satu frekuensi.

Mengawali hari pendidikan nasional 2 mei 2016 ini dengan berangkat ke Kementrian DIKBUD untuk menemani Zaky dan Tata yang akan mengikuti pesta mural, sesampainya di sana tanpa diduga ternyata Husayn bisa ikut menjadi peserta juga, ini pengalaman pertama untuk Zaky, Husayn dan Tata menggambar di bidang besar, dan kebetulan mereka menjadi peserta termuda dan tidak bersekolah formal diantara para peserta dengan usia SMP dan SMA. seakan ALLAH SWT ingin memberikan kami para homeschooler terlihat oleh mas menteri yang baik hati, bukan kebetulan jika ternyata posisi anak-anak menggambar berada tepat di depan posisi podium mas menteri. waktu berjalan dengan lancar dan aku sungguh terharu dengan hasil mural anak-anak, mural yang ceria khas anak-anak namun dapat menyampaikan pesan untuk orang yang melihatnya.

hardiknas

anies baswedan

 

Didalam rangkaian pesta pendidikan 2016 ini kami Klub Oase dan Rumah Inspirasi berkesempatan membuat satu acara yang dinamakan “Bincang Seru Homeschooling 2016”, acara kami nantinya akan disupport penuh oleh pesta pendidikan, kami memang berencana ingin membuat acara ini kembali setelah di tahun 2014 kami menyelenggarakannya, hanya kami tidak menyangka kalau akhirnya acara ini bisa tergabung didalam rangkaian pesta pendidikan. Untuk lokasi acara ini rencananya kami akan dipinjami ruangan di salahsatu gedung kemdikbud, mbak Najeela Shihab menjadi perantara antara kami dan KEMDIKBUD untuk mendapatkan tempat yang pas, kebetulan saat acara pesta mural berlangsung aku dan mas aar di perkenalkan kepada mbak Hilmi dari pihak DIKBUD yang sudah mengizinkan kami untuk memakai tempat disana, dan kami pun dipersilahkan untuk mengecek lokasi yang telah disediakan untuk acara tanggal 21 mei nanti.

Setelah berkenalan dengan pihak KEMDIKBUD aku dan mas aar mulai berjalan lorong demi lorong, sambil kami mengobrol tentang apa itu homeschooling kepada ibu bapak yang mengantar kami menuju lokasi, entah mengapa rasa hangat menjalar di leherku kemudian turun ke hati, aku tidak menyangka sebagai “homeschooling pastel” yang selalu dituding sebagai keluarga yang susah diatur oleh pihak-pihak tertentu (pastinya bukan pihak DIKBUD – sensor) padahal kami ini keluarga yang mau diatur sebenarnya loh jika memang yang mengatur benar-benar pihak yang seharusnya mengatur ( hihihi maap lebay ) dan dianggap tidak akan dilirik oleh pihak KEMDIKBUD kemudian bisa berada sedekat ini dengan pihak kementrian, dan mereka sangat terbuka, merangkul kami bahkan ternyata setelah mengobrol dengan mbak Hilmi, beliau akan mensupport penuh untuk acara kami, dan  akan menjadi bagian dari rangkaian acara HARDIKNAS, boleh memakai logo HARDIKNAS dan lain sebagainya. rasanya seperti mendapat durian runtuh yang sudah dikupas ( karena aku lebih suka durian kupas daripada kulit durian. hehehe apaseh, abaikan). yang serunya lagi kami boleh memakai Graha Utama di Gedung A yang lokasinya satu lantai dengan kantor pak Menteri. huhuhu terharuuuu…

Setelah urusan mengobrol dan Administrasi selesai, disaat aku masih merasakan air  hangat ingin jatuh dari mataku, aku mendapat kabar bahwa di malam itu, di acara siaran langsung Pesta Pendidikan yang akan disiarkan oleh Metro TV yang mengambil slot acara Mata Najwa, Kaysan salahsatu anak yang sering berkegiatan bersama di Klub Oase akan menjadi salahsatu bintang tamu sebagai siswa berprestasi. lagi-lagi leherku tercekat, malam itu salahsatu anak homeschooling akan diwawancara oleh pak menteri disiarkan oleh TV nasional, iya diwawancara langsung oleh pak Menteri karena ternyata malam itu Pak Menteri yang menjadi host. huhuhu makin lebay, rasanya gerilya perjuangan itu mulai ditunjukkan ALLAH SWT hasilnya. Malam itu aku, lala dan wiwiet akhirnya memutuskan untuk bersama-sama mensupport Kaysan dan menonton langsung acaranya di gedung Arsip Nasional. sepanjang acara rasanya benar-benar mataku menghangat. aku tau ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, justru ini adalah awal dari sebuah perjuangan. kalau kata sahabatku gus Aji “anak homeschool nggak perlu menjadi apa-apa, dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri”, teman-teman ada yang mau merasakan energi keluarga homeschooling dan ingin tau banyak sebenarnya apa sih homeschooling itu ? yuk kita “kembali belajar” di tanggal 21 mei 2016 nanti, datang ke acara Bincang Seru Homeschooling 2016. tunggu informasi selanjutnya dari kami yaa….

13087783_10207520534349126_7266909833997311513_n

13133168_10153558553401778_5001801203296457223_n

 

 

Star Party dan Ulang Tahun HAAJ 2016

Empat tahun yang lalu, adalah star party pertamanya, dengan “perlengkapan perang” lengkap aku menemaninya berselancar di kegelapan malam, belajar mencari planet yang terlihat oleh mata telanjang, sampai berburu saturnus si planet bercincin. Husaynku berlarian kesana kemari, antusias berpindah dari satu teleskop ke teleskop lainnya, sementara aku berselimut tebal di dalam tenda yang kami.

 

Ya, itu empat tahun lalu ketika Husaynku masih berusia 6 tahun, masih harus kami dampingi kemana saja setiap kegiatan yang ia ikuti. Empat tahun yang lalu ketika giginya masih banyak yang ompong, dan suaranya masih melengking tinggi. Hari ini setelah empat tahun berlalu, aku tidak lagi mengantarnya hingga ke lokasi star party, kali ini aku hanya perlu memencet “booking” di aplikasi gojek lalu ia menciumku dan memelukku erat dan kemudian berangkat bersama abang gojek menuju planetarium, untuk kemudian berangkat bersama kakak-kakak himpunan astronomin amatir Jakarta menuju lokasi star party di BALIKLIMAT kota bogor.

husayn

Berbicara tentang passion, aku belum melihat Husayn mencintai astronomi karena ilmu astronominya, tetapi husayn mencintai komunitas astronomi itu sendiri, yang terdiri dari banyak kakak-kakak yang baik hati, mau membuka diri bagi anak-anak seperti husayn, Husayn bukan hanya diterima di komunitas yang luar biasa ini tetapi dirangkul layaknya adik kecil diantara kakak-kakak. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan komunitas yang luar biasa ini.

 

Selesai acara star party Husayn menghubungiku melalui whatsap, bahwa rombongan akan kembali ke Planetarium Jakarta dan akupun bersiap untuk memesankan om gojek untuknya, sepulangnya dari sana, ia pun bercerita bahwa ia bahagia karena bisa ikut star party dan mendapat kejutan karena Husayn mendapatkan potongan tumpeng pertama ketika syukuran ulang tahun himpunan Astronomi Amatir Jakarta yang ke 33. Yaiyy alhamdulillaah.. banyak pengalaman dan banyak kebahagiaan ya nak. selamat ulang tahun HAAJ, terima kasih karena telah menjadi salahsatu “sekolah” kehidupan Husayn..

 

Husayn Presentasi di Pertemuan Rutin Komunitas Astronomi

Hari sabtu kemarin merupakan hari yang membuat Husayn dag dig dug, karena kemarin Husayn diberikan tugas untuk memberikan materi presentasi di depan orang banyak, pada pertemuan rutin komunitas astronomi yang husayn ikuti. sudah setahun ini Husayn menjadi anggota di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ), pertemuan rutin dilakukan di kantor Planetarium, Taman Ismail Marzuki, cikini, jakarta pusat. kegiatan di pertemuan rutin dwi mingguan biasanya diawali dengan presentasi dari pembicara, dilanjutkan dengan tanya jawab, lalu diskusi, dan jika langit cerah diadakan pengamatan dari atap planetarium menggunakan teropong milik planetarium/ HAAJ.

Sebagai orangtua homeschooler  aku selalu berusaha mencari komunitas-komunitas yang dapat diikuti oleh Husayn dan Ali, hal itu kulakukan dengan alasan bahwa berkomunitas merupakan salahsatu cara terbaik untuk menimba ilmu dan bersosialisasi. bertemu dengan HAAJ merupakan hal yang sangat berharga untuk kami, karena para pengurus dan anggota di HAAJ sangat welcome dengan kehadiran husayn dan beberapa teman homeschooler yang notabene masih unyu, cerewet, juga berisik, tetapi karena mereka ada disana berdasarkan passion maka setiap hal yang dilakukan menjadi terasa hangat, sehingga anak-anak nyaman berada disana dan para kakak juga menjadi partner serta guru yang hebat untuk Husayn dan Ali.

Saat Husayn bilang kepadaku bahwa ia akan mempersiapkan sebuah slide untuk dipresentasikan pada pertemuan rutin selanjutnya, aku agak kaget bercampur bahagia, karena husayn diberikan kesempatan untuk unjuk diri dan dilibatkan didalam kegiatan yang diikuti oleh sebagian besar usia remaja dan dewasa, Husayn pun kulihat sangat antusias, karena merasa dilibatkan dan tidak hanya dianggap sebagai “anak bawang”.

Dalam mengerjakan proyek ini Husayn didampingi oleh papanya sebagai partner yang membantu menemani setiap proses belajarnya, diawali dengan mencari materi bersama, lalu menyusun power point bersama, kemudian papanya juga menjadi komentator saat husayn latihan presentasi, proses ini sangat mengharukan buatku, terasa sekali dua orang yang kucintai ini ada didalam kerjasama yang penuh cinta. semua proses dilalui dengan sangat mengasyikan, tidak ada keluhan sedikitpun dari husayn walau aku tau ini bukan proses yang mudah bagi anak usia 8 tahun untuk mengerjakannya.

Akhirnya saat yang dinanti tiba, sabtu kemarin cuaca hujan dari malam sebelumnya, sehingga suasana agak membuat orang ingin ada di dalam selimut saja di akhir pekan, dan Husayn pun berpikir peserta yang akan datang akan sedikit jadi agak menenangkan hatinya, karena akan ditonton oleh sedikit orang, ternyata jeng jeng jeng pas kami sampai disana, kelas sudah mulai penuh oleh peserta, kebetulan ada siswa SMA di bogor yang datang serombongan menggunakan Bis, dan kulihat Husaynpun mulai grogi, tapi aku dan papanya hanya tersenyum menguatkan hatinya tanpa memberikan wejangan macam-macam.

Saat pemateri pertama selesai melakukan presentasi, selanjutnya nama Husayn dipanggil, kulihat dengan santainya ia maju ke depan, ketika tau bahwa pemateri selanjutnya adalah Husayn, homeschooler berusia 8 tahun kulihat beberapa peserta tersenyum, dan presentasipun dimulai. alhamdulillah presentasi berjalan lancar, lucunya setelah acara selesai ternyata banyaak sekali kakak-kakak yang meminta foto bareng dengan Husayn, sambil senyum manis Husaynpun dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut.

Terima kasih kak Ami dan seluruh kakak di Himpunan astronomi Amatir Jakarta karena telah memberikan kesempatan untuk Husayn di acara tersebut.

 

Belajar Piano Dengan Bahagia

Terkadang kita sebagai orangtua mudah mengadili anak-anak untuk bilang bahwa ia tak berbakat, ia pemalas, tidak konsisten dll, padahal mungkin saat itu adalah proses eksplorasi dirinya. 

Setelah pernah belajar piano 3tahun yang lalu kemudian berganti belajar biola setahun kemudian, sampai mencoba belajar drum, namun akhirnya #Husayn9y kembali meminta belajar piano lagi. 

Menemukan guru terbaik memang tak mudah, setelah mencari info guru piano sampai tempat kursus piano yang paling memungkinkan, alhamdulillaah aku teringat pada sosok pak dosen musik UNJ, komposer sekaligus pianis handal yang pernah berkenalan di kereta jogja-jakarta 3 tahun lalu ketika keluarga kami backpakeran dalam proses #Homeschooling anak-anak, om adit namanya, Dan pagi ini husayn mulai berguru kepada beliau, sepulang belajar ia ngoceh panjang lebar betapa asiknya berpiano, betapa mudah dimengerti semua arahan om adit, dan mulai merancang mimpi dengan pianonya, serunya lagi mulai minggu depan husayn akan berangkat naik sepeda sendiri ke rumah om adit buat belajar piano.

Ahh mama tau nak kamu tak berlebihan karena mama melihat binar mata bulat dan senyum lebar itu sama ketika kamu bercerita tentang basket. Alhamdulillaah terima kasih karena dipertemukan dengan guru-guru yang dengan baik membangun bonding. 

Sebenarnya mudah sekali melihat parameter kesuksesan dari suatu proses belajar, Kalo kata bu lala dan pak siddiq lagunya gini “lihatlah wajah dan mata mereka, belajar dengan bahagiaaaaaa”..


  

Team Itu Bernama Keluarga

“Mella dan faizal, jangan ge er ketika sekarang kalian merasa kehidupannya di uji, itu ujian untukmu agar naik kelas, sesungguhnya itu ujian untuk anak-anakmu, mereka akan belajar banyak dari setiap prosesnya, mereka yang akan naik kelas, tugas kalian sebagai orangtua adalah mendampingi anak-anak, lihat nanti setelah ujian mulai lewat, apakah anak-anak akan semakin baik akhlaknya ? Semakin kuat aqidahnya ? Semakin dewasa ? Semakin kuat hatinya ? Jika jawabannya iya, berarti kalian berhasil, jadi jangan ge er kalau semua ini akan membuat kalian naik kelas, anak-anakmu yang akan naik kelas”. *jlebb 

Begitulah pesan mas dodik dan mbak septi ketika kami meminta beliau untuk memberikan saran juga memandu kami dalam mengarungi kehidupan ini, kami berkeluh kesah, menangis dan tertawa ketika bercerita tentang proses perjalanan kami saat ini. Dan ketika mas dodik menyampaikan pernyataan di atas kami seperti melihat dunia lebih luas, selama ini aku dan mas faizal hanya fokus dengan kenyataan bahwa ujian ini sedang menghampiri kami berdua dan kami sibuk menyelesaikannya tanpa melibatkan anak-anak, padahal ternyata proses ini sangat “kaya” jika seluruh anggota keluarga bisa terlibat. 

Kunci utama dari semua itu adalah komunikasi, jika semua komunikasi lancar maka aura positif pasti memancar, persoalannya bukan seberapa berat masalahnya tetapi bagaimana kita memaknai setiap kejadian, mengambil istilah dari mas dodik mariyanto, kita seharusnya bisa menjadi “Home Team” yang baik. Saling mendukung, mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki dengan didasari oleh cinta. Lalu apakah dengan begitu semua masalah langsung selesai ? Oh belum tentuu… Masalah yang dihadapi mungkin belum selesai tetapi memaknai setiap proses dengan rasa syukur pasti akan membuat perjalanan menyelesaikan setiap masalah terasa lebih mudah.

Aku mulai mengkomunikasikan masalah-masalah yang dihadapi keluarga kecil kami ini kepada anak-anak sesuai porsi yang bisa dimengerti oleh anak-anak, hasilnya ? Si sulung lebih”ngemong” ke adiknya, adiknya juga mulai pengertian untuk tidak marah jika keinginannya belum terpenuhi, ini baru awal, kami yakin kedepannya aku dan faizal akan lebih mudah berproses karena kami sudah memiliki home team yang luar biasa, yang siap saling mensupport. Terima kasih mas dodik mariyanto dan mbak septi peni wulandani untuk coaching yang penuh cinta..Duo aliiii yuk kita kemon bergandengan tangan.

Ali Tidak Pintar Kalau Tidak Sekolah

Pagi ini acara sarapan di meja makan lebih seru karena tiba-tiba sepupunya ali datang untuk bermain bersama, sang sepupu laporan kalau bulan juli nanti ia akan mulai masuk sekolah di SD dekat rumah yang dulu menjadi lokasi Husayn jualan, lokasinya sangat dekat, bisa dijangkau dengan jalan kaki, bahkan setiap waktu olahraga tiba, anak-anak sekolah tersebut selalu lewat depan rumah kami untuk jalan pagi. ketika sepupunya laporan kalau ia mau sekolah, spontan aku bertanya ke ali “ali mau daftar sekolah juga ?” ali pun senyum-senyum dan bilang “ngga, ngga, ngga, eeehh mau, mau, mau” nah mulai deh kami membahas hak dan kewajiban jika ali sekolah nanti.

Obrolan diawali dengan “jika ali sekolah maka ali harus berhenti ikut klub oase karena klub oase jadwalnya di rabu pagi dan itu bentrok sama sekolahnya ali.” lalu ali menjawab “hah ? oh nonononono ali harus tetep klub oase”. lalu lanjut lagi “jika ali sekolah, kita tidak bisa lagi field trip dan backpackeran sekeluarga kapan aja, jadi mesti nunggu jadwal libur sekolah ali dulu”. ali menjawab lagi “hah ? oh nonono mamah ali mau kita bisa field trip kapan aja”. lalu aku tersenyum dan belum menanggapinya, aku lanjutkan konsekuensi selanjutnya ” jika ali sekolah, maka ali harus mematuhi semua peraturan sekolah, pelajaran, seragam, dan aturan lainnya “. dan ali senyum-senyum sambil menggeleng kepalanya “ali ngga mau sekolah mama”.

Saat aku menawarkan (lagi) pagi ini opsi berpindah model pendidikan ke sekolah formal sebenarnya aku serius dan akan mengabulkan permintaan ali jika ali mau serius sekolah tetapi nyatanya ali lebih nyaman melanjutkan  untuk menjadi anak yang tidak bersekolah. lalu kemudian aku bertanya sebenarnya tujuan ali sekolah apa ? “biar ali pinter kayak tomo (sepupunya) mah, kata orang-orang sekolah akan membuat kita pinter, nanti ali tidak pintar kalo tidak sekolah kata orang-orang”. aku tidak bertanya lebih lanjut kepadanya siapa yang ali maksud dengan “orang-orang” yang ternyata telah mengusik kepercayaan dirinya. hehehe yang dianggap “pintar” oleh “orang-orang” tersebut mungkin kepintaran secara kurikulum nasional, maka akupun dengan spontan bertanya ke ali ” ali bisa menghitung perkalian ?”, ” bisa” jawab ali, lalu aku bertanya kepada sepupunya (yang usianya sama-sama 6 tahunan hanya beda 19 hari lahirnya dengan ali. “tomo bisa menghitung perkalian ?”, “bisa” jawab tomo.

Lalu aku bilang ke ali “ali boleh tanya soal perkalian ke tomo”, dan ali bertanya ke sepupunya “tomo, 20×2 berapa ?”, spontan aku protes kenapa perkaliannya puluhan, ali bilang “kan boleh tanya apa aja tentang perkalian”. lalu sepupunya menjawab “wah aku belum hafal li, bunda belum ajarin aku,belum sampai perkalian puluh-puluh”. lalu ali menjawab “haaa itu kan gampang mo, 20×2 itu ya berarti 20nya ada 2 jadi ya 40 ngapain dihafalin.” lalu sepupunya bilang “ali nggak boleh sombong loh”, lalu ali menjawab “aku bukan sombong mo, tapi aku cuma kasih tau kamu, maafin aku ya mo.” dan akupun tersenyum sambil berbisik di telinga ali “mama pernah ajarin ali perkalian ? | “nggak pernah ma, ali diajarin abang waktu main math dice.” | “ali hafal perkalian ?” | “ali nggak hafal tapi ali bisa tau jawaban perkalian kalau ali hitung dulu, kalau sering-sering baru nanti juga lama-lama hafal” | “berarti sebenarnya selama ini ali belajar hal yang sama dengan tomo dong, hanya bedanya tomo belajar di bimbel (persiapan masuk SD *hiks) dan ali belajar dimana saja sama abang, mama, papa, teman-teman oase dan yang lainnya. ” lalu senyumnya melebar memperlihatkan gigi ompongnya dan tiba-tiba kami bernyanyi bersama :

Di mana sajaaaaaaa, kapan sajaaaaaa, bersama siapa saja aku belajar aaaaar, dimana sajaaaaa, kapan sajaaaaaa, bersama siapa saja aku belajar, bersama siapa saja aku belajaaaaaaaaarrrrrrrrr

Jika boleh aku berpendapat, ternyata logika ali lebih jalan, ali tau apa itu perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian dan lainnya, dan kami tidak pernah mengajarinya dengan target untuk urusan ini, ali “hanya” bermain game dengan mama, papa dan kakaknya, saat ini aku merasa ali tidak penting menghafal hasil perkalian tetapi yang terpenting ali mengerti konsep perkalian, dan ilmu itu bisa bermanfaat untuk hidupnya. jadi kita lanjut cari ilmu di cakrawala luasnya nih ya li ?… hayuukkk.. kita bersama bergandengan tangan mencapai takdir terbaikmu…