Belajar Piano Dengan Bahagia

Terkadang kita sebagai orangtua mudah mengadili anak-anak untuk bilang bahwa ia tak berbakat, ia pemalas, tidak konsisten dll, padahal mungkin saat itu adalah proses eksplorasi dirinya. 

Setelah pernah belajar piano 3tahun yang lalu kemudian berganti belajar biola setahun kemudian, sampai mencoba belajar drum, namun akhirnya #Husayn9y kembali meminta belajar piano lagi. 

Menemukan guru terbaik memang tak mudah, setelah mencari info guru piano sampai tempat kursus piano yang paling memungkinkan, alhamdulillaah aku teringat pada sosok pak dosen musik UNJ, komposer sekaligus pianis handal yang pernah berkenalan di kereta jogja-jakarta 3 tahun lalu ketika keluarga kami backpakeran dalam proses #Homeschooling anak-anak, om adit namanya, Dan pagi ini husayn mulai berguru kepada beliau, sepulang belajar ia ngoceh panjang lebar betapa asiknya berpiano, betapa mudah dimengerti semua arahan om adit, dan mulai merancang mimpi dengan pianonya, serunya lagi mulai minggu depan husayn akan berangkat naik sepeda sendiri ke rumah om adit buat belajar piano.

Ahh mama tau nak kamu tak berlebihan karena mama melihat binar mata bulat dan senyum lebar itu sama ketika kamu bercerita tentang basket. Alhamdulillaah terima kasih karena dipertemukan dengan guru-guru yang dengan baik membangun bonding. 

Sebenarnya mudah sekali melihat parameter kesuksesan dari suatu proses belajar, Kalo kata bu lala dan pak siddiq lagunya gini “lihatlah wajah dan mata mereka, belajar dengan bahagiaaaaaa”..


  

Comments

  1. Senangnya.. Saya termasuk yang menyukai dunia musik. Tapi karena keterbatasan sarana, hanya secara otodidak saya belajar. Pengen juga sekali-sekali belajar dengan “ilmu”..
    Jimmy Ahyari recently posted..Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge