Bergandengan Tangan Menggali Bakat Minat Anak

Beberapa hari ini aku sangat serius membaca beberapa buku tentang pengembangan bakat minat anak, salah satunya adalah buku Ayah Edy yang berjudul “memetakan potensi unggul anak”, bukunya bagus dan membuka wawasan terutama bagi para orangtua yang bingung bagaimana mengenali bakat minat anak yang nantinya dapat menjadi sarana sukses anak secara finansial dan berbagi manfaat bagi orang lain.

Pagi ini tiba-tiba Husaynku datang dan bilang bahwa aku terlalu serius membaca bukunya, sehingga ia sangat ingin tau buku apa yang sedang aku baca, aku menjelaskan kepadanya bahwa aku sedang belajar untuk dapat menemaninya menuju tujuan hidupnya kelak, dan aku sangat butuh kerja sama darinya agar kami dapat berjalan bersama, Husayn lalu memelukku dan mengucapkan terima kasih, dan ia berjanji akan bekerjasama untuk hal itu.

Menemani perjalanan kesuksesan anak-anak adalah tugas penting semua orangtua, kita seperti sedang berjalan bersama di dalam lorong dengan banyak cabang, terkadang anak ingin belok ke kiri tetapi orangtua maunya ke kanan, atau sebaliknya. maka didalam perjalanan ini diskusi menjadi hal yang sangat penting dilakukan, kita harus memiliki telinga yang lebih lebar dibanding mulut yang terus berbicara, sehingga kita bisa menjadi partner yang dipercaya oleh anak-anak.

Kebanyakan dari orangtua biasanya menggunakan otoritas besarnya untuk membuat anak menjadi sukses dalam versinya, tanpa banyak bertanya apa sesungguhnya hal bahagia yang dapat membawanya menuju kesuksesan lahir bathin. aku punya sedikit cerita tentang pentingnya bakat minat anak yang akan membimbing mereka dalam kesuksesan, berikut sedikit ceritanya :

aku memiliki sepupu, vicky namanya (nama sebenarnya) hehehe, ketika akan lulus SMP vicky bilang sangat ingin masuk sekolah tata boga karena ia sangat suka memasak, membuat kue dan semua yang berhubungan dengan kuliner, tadinya papanya tidak mendukung karena vicky anak laki-laki yang diharapkan punya profesi “keren” kelak, tapi ibunya (tante aku) mendukung vicky dan akhirnya memasukkannya ke sekolah tata boga. ketika hal ini diceritakan ke keluarga besar kami, banyak keluarga besar yang menyayangkan karena vicky mengambil jurusan sekolah yang tidak keren, hanya aku yang bilang bahwa vicky anak hebat, yang kelak akan berhasil dibidangnya.

tanteku  semakin optimis setelah aku sampaikan bahwa vicky tidak harus menjadi chef, vicky bisa jadi pengusaha restoran atau pengusaha catering bahkan pemilik hotel nantinya, karena vicky melakukan pekerjaannya dengan cinta.

kemarin ketika arisan keluarga, tanteku menunjukkan foto vicky yang bangga memakai baju prakteknya lengkap dengan celemek, vicky juga cerita banyak tentang tekni memasak dan teknik lain dalam dunia kuliner yang ia pelajari, bahkan vicky sekarang sering menjadi pemimpin di kelompoknya, matanya berbinar dan bibirnya penuh senyum, aku melihat binar kesuksesan kelak di mata itu, alhamdulillaah sekarang vicky setara kelas 1 SMA di sekolah tata boga, vicky masih terus berjalan dan beruntungnya vicky ada tangan orangtuanya yang menuntunnya dengan penuh kasih.

Sekarang ini jarang sekali anak-anak yang tau tujuan hidupnya, kebanyakan anak hanya mengikuti jalur yang sudah ada, mengekor kesuksesan teman-temannya, atau pasrah mengikuti obsesi orangtuanya sehingga mereka baru sadar ketika sudah “tersesat” situasi yang jauh berjalan sehingga merasa susah untuk keluar dari situasi tersebut. semoga kita mampu membuka telinga lebih lebar untuk banyak mendengarkan anak-anak sehingga bisa berjalan beriringan menuju kesuksesan mereka kelak. mama masih banyak belajar, kita sama-sama belajar ya nak…

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge