Catatan Ramadhan Husayn Hari Pertama dan Kedua

Alhamdulillah bulan ramadhan telah tiba, di ramadhan kali ini Husayn sudah mulai tertarik untuk mengikutinya. Harapanku ramadhan ini husayn sudah nyaman untuk sahur, shalat subuh berjamaah dan kemudian belajar mengaji.

Hari pertama ramadhan sudah menjadi tradisi di keluarga kami untuk sahur bersama di rumah orangtuaku. Kebetulan hari pertama ramadhan kali ini jatuh pada hari sabtu, maka suasana jadi lebih ramai karena banyak keluarga yang kumpul disana. Di hari pertama ini Husayn menampakkan antusiasme yang luar biasa saat sahur, husayn bangun sahur lalu makan banyak, berlanjut ke masjid untuk shalat berjamaah, setelahnya husayn terus main tanpa tidur lagi.

Hari pertama Husayn belajar puasa kami tidak bersama, karena aku dan faizal harus menghadiri taklim di siang hari, setelah pulang malam harinya mamaku bilang husayn tadi buka puasa jam 2 siang, alhamdulillah…

Lalu hari kedua puasa, kami sahur di rumah kami sendiri, alhamdulillah di luar dugaan, husayn masih semangat sahur walau hanya sahur sekeluarga saja, husayn makan sahur, lalu shalat berjamaah di rumah, dilanjutkan dengan belajar iqra. Di hari kedua sekitar jam 17.00 WiB aku mendapati husayn menangis, dengan wajah memelas husayn bilang perutnya lapar, kemudian kami ngobrol, aku menjelaskan padanya bahwa skg husayn belum wajib puasa, maka sangat boleh kalau husayn mau buka puasa saat itu, anehnya husayn keukeuh untuk tidak berbuka sore itu, tetapi menyempurnakannya hingga saat berbuka ( malam ).

Selama menunggu berbuka, husayn sangat lemas, sampai-sampai aku memaksanya untuk berbuka, tetapi sambil menangis husayn tak mau berbuka, akhirnya sepanjang 1 jam itu kami ngobrol tentang keutamaan puasa, yg membatalkan puasa, ayat-ayat alqur’an yang menjelaskan tentang puasa dan berbuka. Alhamdulillah waktu berlalu dengan cepat hingga waktunya magrib, kami bersiap shalat berjama’ah dilanjutkan dengan berbuka setelah shalat magrib.

Sebenarnya aku agak “takut” Husayn kapok menjalankan puasa karena rasa lapar dan haus, alhamdulillah ternyata rasa itu tidak membuat husayn kapok karena Husayn sudah mengerti tujuan puasa untuk apa dan terutama bukan karena hadiah tetapi karena CINTA kepada ALLAAH SWT. Subhanallah anakku sudah besar, alhamdulillah.. Shalawat…

Terima Kasih Husayn… :)

Selamat Berpuasa teman-teman :)

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge