Star Party dan Ulang Tahun HAAJ 2016

Empat tahun yang lalu, adalah star party pertamanya, dengan “perlengkapan perang” lengkap aku menemaninya berselancar di kegelapan malam, belajar mencari planet yang terlihat oleh mata telanjang, sampai berburu saturnus si planet bercincin. Husaynku berlarian kesana kemari, antusias berpindah dari satu teleskop ke teleskop lainnya, sementara aku berselimut tebal di dalam tenda yang kami.

 

Ya, itu empat tahun lalu ketika Husaynku masih berusia 6 tahun, masih harus kami dampingi kemana saja setiap kegiatan yang ia ikuti. Empat tahun yang lalu ketika giginya masih banyak yang ompong, dan suaranya masih melengking tinggi. Hari ini setelah empat tahun berlalu, aku tidak lagi mengantarnya hingga ke lokasi star party, kali ini aku hanya perlu memencet “booking” di aplikasi gojek lalu ia menciumku dan memelukku erat dan kemudian berangkat bersama abang gojek menuju planetarium, untuk kemudian berangkat bersama kakak-kakak himpunan astronomin amatir Jakarta menuju lokasi star party di BALIKLIMAT kota bogor.

husayn

Berbicara tentang passion, aku belum melihat Husayn mencintai astronomi karena ilmu astronominya, tetapi husayn mencintai komunitas astronomi itu sendiri, yang terdiri dari banyak kakak-kakak yang baik hati, mau membuka diri bagi anak-anak seperti husayn, Husayn bukan hanya diterima di komunitas yang luar biasa ini tetapi dirangkul layaknya adik kecil diantara kakak-kakak. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan komunitas yang luar biasa ini.

 

Selesai acara star party Husayn menghubungiku melalui whatsap, bahwa rombongan akan kembali ke Planetarium Jakarta dan akupun bersiap untuk memesankan om gojek untuknya, sepulangnya dari sana, ia pun bercerita bahwa ia bahagia karena bisa ikut star party dan mendapat kejutan karena Husayn mendapatkan potongan tumpeng pertama ketika syukuran ulang tahun himpunan Astronomi Amatir Jakarta yang ke 33. Yaiyy alhamdulillaah.. banyak pengalaman dan banyak kebahagiaan ya nak. selamat ulang tahun HAAJ, terima kasih karena telah menjadi salahsatu “sekolah” kehidupan Husayn..

 

Husayn Presentasi di Pertemuan Rutin Komunitas Astronomi

Hari sabtu kemarin merupakan hari yang membuat Husayn dag dig dug, karena kemarin Husayn diberikan tugas untuk memberikan materi presentasi di depan orang banyak, pada pertemuan rutin komunitas astronomi yang husayn ikuti. sudah setahun ini Husayn menjadi anggota di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ), pertemuan rutin dilakukan di kantor Planetarium, Taman Ismail Marzuki, cikini, jakarta pusat. kegiatan di pertemuan rutin dwi mingguan biasanya diawali dengan presentasi dari pembicara, dilanjutkan dengan tanya jawab, lalu diskusi, dan jika langit cerah diadakan pengamatan dari atap planetarium menggunakan teropong milik planetarium/ HAAJ.

Sebagai orangtua homeschooler  aku selalu berusaha mencari komunitas-komunitas yang dapat diikuti oleh Husayn dan Ali, hal itu kulakukan dengan alasan bahwa berkomunitas merupakan salahsatu cara terbaik untuk menimba ilmu dan bersosialisasi. bertemu dengan HAAJ merupakan hal yang sangat berharga untuk kami, karena para pengurus dan anggota di HAAJ sangat welcome dengan kehadiran husayn dan beberapa teman homeschooler yang notabene masih unyu, cerewet, juga berisik, tetapi karena mereka ada disana berdasarkan passion maka setiap hal yang dilakukan menjadi terasa hangat, sehingga anak-anak nyaman berada disana dan para kakak juga menjadi partner serta guru yang hebat untuk Husayn dan Ali.

Saat Husayn bilang kepadaku bahwa ia akan mempersiapkan sebuah slide untuk dipresentasikan pada pertemuan rutin selanjutnya, aku agak kaget bercampur bahagia, karena husayn diberikan kesempatan untuk unjuk diri dan dilibatkan didalam kegiatan yang diikuti oleh sebagian besar usia remaja dan dewasa, Husayn pun kulihat sangat antusias, karena merasa dilibatkan dan tidak hanya dianggap sebagai “anak bawang”.

Dalam mengerjakan proyek ini Husayn didampingi oleh papanya sebagai partner yang membantu menemani setiap proses belajarnya, diawali dengan mencari materi bersama, lalu menyusun power point bersama, kemudian papanya juga menjadi komentator saat husayn latihan presentasi, proses ini sangat mengharukan buatku, terasa sekali dua orang yang kucintai ini ada didalam kerjasama yang penuh cinta. semua proses dilalui dengan sangat mengasyikan, tidak ada keluhan sedikitpun dari husayn walau aku tau ini bukan proses yang mudah bagi anak usia 8 tahun untuk mengerjakannya.

Akhirnya saat yang dinanti tiba, sabtu kemarin cuaca hujan dari malam sebelumnya, sehingga suasana agak membuat orang ingin ada di dalam selimut saja di akhir pekan, dan Husayn pun berpikir peserta yang akan datang akan sedikit jadi agak menenangkan hatinya, karena akan ditonton oleh sedikit orang, ternyata jeng jeng jeng pas kami sampai disana, kelas sudah mulai penuh oleh peserta, kebetulan ada siswa SMA di bogor yang datang serombongan menggunakan Bis, dan kulihat Husaynpun mulai grogi, tapi aku dan papanya hanya tersenyum menguatkan hatinya tanpa memberikan wejangan macam-macam.

Saat pemateri pertama selesai melakukan presentasi, selanjutnya nama Husayn dipanggil, kulihat dengan santainya ia maju ke depan, ketika tau bahwa pemateri selanjutnya adalah Husayn, homeschooler berusia 8 tahun kulihat beberapa peserta tersenyum, dan presentasipun dimulai. alhamdulillah presentasi berjalan lancar, lucunya setelah acara selesai ternyata banyaak sekali kakak-kakak yang meminta foto bareng dengan Husayn, sambil senyum manis Husaynpun dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut.

Terima kasih kak Ami dan seluruh kakak di Himpunan astronomi Amatir Jakarta karena telah memberikan kesempatan untuk Husayn di acara tersebut.

 

Star Party di Pulau Pari

Perjalanan ini sudah lama kami rencanakan untuk di ikuti,  Husayn dan Ali pun telah lama menantinya, sayangnya beberapa hari sebelum berangkat Husayn demam jadilah kami dag dig dug, tak mungkin melakukan perjalanan ala backpacker dengan kondisi tubuh yang tidak fit, alhamdulillah kondisi Husayn semakin membaik hingga akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat karena kami yakin perjalanan ini akan “kaya” bagi Duo Ali.

Perjalanan dimulai di hari jum’at tanggal 7 juni 2013, jam 3 dini hari anak-anak sudah mulai bangun lalu bersiap untuk berangkat menuju Planetarium, kami memilih untuk bergabung bersama kakak-kakak di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ) dari awal perjalanan, agar anak-anak tau asiknya naik turun kendaraan umum menuju Pelabuhan Muara Angke. dari Planetarium kami naik bus kopaja menuju kuningan, lalu menyambung naik bus Trans Jakarta menuju Penjaringan, dari Penjaringan kami naik KWK 01 menuju Pelabuhan Muara Angke untuk kemudian menyeberang ke Pulau Pari dengan Kapal Ojek bertarif 30 ribu rupiah saja.

Selama perjalanan menuju Pulau, anak-anak sudah mulai asik mengobrol dengan kakak-kakak HAAJ, kak Rayhan menjelaskan nama-nama pulau yang kita lewati, lalu mereka juga membahas tentang kepulauan seribu, sampai membahas tentang bagaimana caranya mengantisipasi mabuk laut. sungguh perjalanan yang kaya, Husayn, Ali, Ceca, Atala dan Bibby dapat belajar tanpa harus berada di dalam “kotak”.

belajar tanpa kotak

belajar tanpa kotak

Sesampai disana kami menuju homestay, para laki-laki menunaikan shalat jum’at, lalu kemudian makan bersama, dilanjutkan dengan mengisi workshop tentang Planet di SD setempat, walau anak-anak tidak ikut memberikan materi tetapi mereka merasa ikut dalam “pelayanan” tersebut, anak-anak juga ikut berbaur bersama teman-teman di SD setempat.

Pukul 1 dinihari anak-anak mulai aku bangunkan untuk melakukan pengamatan hari pertama, kami sama-sama tiduran di lapangan tengah pulau untuk mengamati langit, alhamdulillaah cuaca cerah dan kami bisa belajar banyak, kak Rayhan menjelaskan tentang berbagai rasi bintang, menunjukkan letak-letaknya subhanallaah akupun banyak belajar malam itu, melihat dengan mataku berbagai kebesaran Allaah SWT tersebut.

pengamatan malam pertama

pengamatan malam pertama

Keesokan harinya anak-anak puas main di pantai bersama kakak-kakak, kami orangtuanya malah ngobrol-ngobrol di homestay, kekhawatiranku semakin sirna untuk urusan sosialisasi homeschooler, dari mulai pagi hari anak-anak ceria bermain bersama kakak, kalau kata wiwiet kami ini hanya seperti ambulance, keberadaannya sangat dibutuhkan tetapi hanya dalam keadaan darurat saja, jika keadaan baik-baik saja, kami benar-benar tak dilirik oleh anak-anak :). di Malam hari setelah makan malam anak-anak bermain “truth or dare” bersama kak @FahmiAmi kemudian anak-anak tidur untuk persiapan pengamatan dini hari, tetapi sayang ketika Husayn bangun di jam 2 dinihari, langit mendung dan sama sekali tak terlihat bintang disana :( akhirnya Husayn meneruskan tidurnya.

Pagi harinya anak-anak main di pantai yang sangat banyak Bintang Lautnya, kemudian dilanjutkan dengan berenang di pantai dan naik banana boat, setelah selesai kami bersiap pulang menuju Pelabuhan Muara Angke. di Kapal ojek Husayn duduk bersama kakak HAAJ di dek atas, Ali duduk bersama Atala dan bu Wiwiet, aku dan papanya malah duduk di dek bawah karena kapal sudah full, alhamdulillaah anak-anak tenang, happy dan tidak rewel. sesampai di Pelabuhan kami berfoto bersama. sungguh perjalanan yang sangat kaya, aku salut kepada kakak-kakak di HAAJ, mereka sangat perduli dengan anak-anak, menjawab setiap detail pertanyaan dengan ilmu , melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan sehingga anak-anak merasa menjadi bagian penting di komunitas itu, kakak-kakak HAAJ berasal dari berbagai profesi yg berbeda, jurusan kuliah yang berbeda, bahkan latar belakang usia yang berbeda, hanya satu kesamaannya, semua anggota HAAJ mencintai Astronomi. Mengutip quote dari Raken “Bahagia itu belajar sesuatu karena Cinta”. terima kasih kakak-kakak HAAJ, love u all.. sampai ketemu di Star Party 3 di Boschca :)

bersama kakak di pantai pasir perawan

bersama kakak di pantai pasir perawan

 

star party 2

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Contact Person

Humas : Indra Firdaus  +6281905542205
Pin BB : 2A6C8024