Team Itu Bernama Keluarga

“Mella dan faizal, jangan ge er ketika sekarang kalian merasa kehidupannya di uji, itu ujian untukmu agar naik kelas, sesungguhnya itu ujian untuk anak-anakmu, mereka akan belajar banyak dari setiap prosesnya, mereka yang akan naik kelas, tugas kalian sebagai orangtua adalah mendampingi anak-anak, lihat nanti setelah ujian mulai lewat, apakah anak-anak akan semakin baik akhlaknya ? Semakin kuat aqidahnya ? Semakin dewasa ? Semakin kuat hatinya ? Jika jawabannya iya, berarti kalian berhasil, jadi jangan ge er kalau semua ini akan membuat kalian naik kelas, anak-anakmu yang akan naik kelas”. *jlebb 

Begitulah pesan mas dodik dan mbak septi ketika kami meminta beliau untuk memberikan saran juga memandu kami dalam mengarungi kehidupan ini, kami berkeluh kesah, menangis dan tertawa ketika bercerita tentang proses perjalanan kami saat ini. Dan ketika mas dodik menyampaikan pernyataan di atas kami seperti melihat dunia lebih luas, selama ini aku dan mas faizal hanya fokus dengan kenyataan bahwa ujian ini sedang menghampiri kami berdua dan kami sibuk menyelesaikannya tanpa melibatkan anak-anak, padahal ternyata proses ini sangat “kaya” jika seluruh anggota keluarga bisa terlibat. 

Kunci utama dari semua itu adalah komunikasi, jika semua komunikasi lancar maka aura positif pasti memancar, persoalannya bukan seberapa berat masalahnya tetapi bagaimana kita memaknai setiap kejadian, mengambil istilah dari mas dodik mariyanto, kita seharusnya bisa menjadi “Home Team” yang baik. Saling mendukung, mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki dengan didasari oleh cinta. Lalu apakah dengan begitu semua masalah langsung selesai ? Oh belum tentuu… Masalah yang dihadapi mungkin belum selesai tetapi memaknai setiap proses dengan rasa syukur pasti akan membuat perjalanan menyelesaikan setiap masalah terasa lebih mudah.

Aku mulai mengkomunikasikan masalah-masalah yang dihadapi keluarga kecil kami ini kepada anak-anak sesuai porsi yang bisa dimengerti oleh anak-anak, hasilnya ? Si sulung lebih”ngemong” ke adiknya, adiknya juga mulai pengertian untuk tidak marah jika keinginannya belum terpenuhi, ini baru awal, kami yakin kedepannya aku dan faizal akan lebih mudah berproses karena kami sudah memiliki home team yang luar biasa, yang siap saling mensupport. Terima kasih mas dodik mariyanto dan mbak septi peni wulandani untuk coaching yang penuh cinta..Duo aliiii yuk kita kemon bergandengan tangan.

Dunia itu Kejam nak…

Sering sekali aku mendengar kalimat seperti judul di atas. “dunia itu kejam”, “dunia itu keras” , dan kalimat-kalimat yang megandung artian negatif lainnya. hal tersebut juga menjadi isu yang sangat kencang sebagai kritikan kepada para orangtua homeschooler, orangtua dianggap tidak menunjukkan keadaan dunia yang sebenarnya karena cenderung memberikan yang “bahagia-bahagia” saja kepada anak-anak, pergaulan yang “tidak sehat” karena minim bullying.

Sebagai orang yang lebih suka berpikir positif, aku tak setuju dengan generalisasi keadaan seperti kalimat tersebut. memang ada hal-hal kejam dan keras di dunia ini, tetapi tidak dengan begitu dunia menjadi kejam dan keras bukan ?. aku sangat percaya “teko mengeluarkan isi teko”, “cermin memantulkan yang ada dihadapan cermin” maka ketika kita mendengung-dengungkan bahwa dunia itu kejam maka biasanya apapun hal yang datang kepadanya juga (dipandang) kejam. mengapa aku memberikan tanda kurung di kata-kata “dipandang” diatas ? karena sebenarnya mungkin saja keadaan yang datang tak sekejam itu tetapi karena sang otak sudah selalu berpikir tentang kejam maka sang kejamlah yang ada dihadapannya.

homeschooler

Aku dan suamiku tercinta selalu memberikan pandangan yang baik kepada anak-anak, kami yakinkan kepada mereka bahwa dunia itu penuh dengan kelembutan, ALLAAH SWT menciptakan dunia ini begitu indah, kami yakin jika kami baik maka yang datangpun akan baik. ” aku baik, kamu baik”. aku juga tak menutup mata jika di dunia ini juga ada hal-hal keras, kita hanya perlu waspada dengan kekerasan bukan berarti dengan adanya satu kekerasan menutup pikiran baik kita.

Aku tak bisa membayangkan jika semua anak diberikan pandangan bahwa dunia itu keras dan kejam, apa jadinya dunia ini beberapa tahun lagi ? pasti diisi oleh “jagoan-jagoan” yang menganggap dirinya paling benar dan yang lainnya adalah musuh. sebagai pengikut rasulullah Muhammad SAW aku ingin anak-anakku meneladani beliau, manusia yang penuh kelembutan. suatu ketika aku pernah ditanya ” jika rasulullah yang harus diteladani sangat penuh kelembutan, mengapa banyak orang yang mengaku meneladaninya malah bersikap kebalikannya ?”, entahlah nak… pesanku “apapun yang datang kepadamu, keluarkanlah segala kebaikan yang kamu punya nak”.. Aku baik kamu baik maka dunia akan baik ^_^

Akhirnya… Husayn Baca Buku Juga

Yuhuuu… kemarin adalah hari yang mengejutkan untukku, tiba-tiba Husayn membawa satu buku kemana-mana, membukanya, membacanya kemudian ditutup lagi, dilanjutkan dengan kegiatan lain, lalu kembali lagi mengambil buku yang sama, membukanya, membacanya beberapa lembar lalu ditutup lagi, dan begitu seterusnya. bagi orangtua lain mungkin hal yang tidak istimewa melihat anaknya membaca, tetapi bagiku hal tersebut sangat istimewa. baru sekitar tiga minggu lalu ketika acara klub membaca oase di rumah mbak ary, aku curhat ke wiwiet tentang kegelisahanku karena Husayn tidak suka bahkan tidak mau membaca buku apapun, boro-boro buku yang “berat” wong komik yang penuh gambar lucu aja ia enggan membukanya. Husayn lebih suka menonton atau wara-wiri kesana kemari dibanding harus membuka buku. maka ketika hal itu terjadi wah bikin jantungku serasa mau copot.. *lebay hahaha

Ketika melihat Husayn membawa buku dan membukanya kemudian membacanya, pertanyaan yang terlintas adalah, buku apa yang berhasil menarik perhatiannya ? ternyata buku itu adalah buku biografi Sam Brodie, seorang transgender yang menemukan jati dirinya, dari laki-laki menjadi perempuan, kemudian kembali menjadi laki-laki lagi karena jatuh cinta dengan sahabat perempuannya, kemudian sam menjadi mualaf, menikah dan memiliki anak. bukunya berjudul “Samuel, Samantha n’ Me”. ayahanda Sam adalah orang skotlandia dan ibunya orang maluku, sam adalah korban bully di sekolah, korban pedofilia dan korban kekerasan ayahnya *lengkap banget penderitaannya :(, tetapi kemudian sam menjadi selebritis di inggris, beliau peserta big brother UK, dan berteman dengan para seleb sekelas paris hilton, namun sam akhirnya kembali ke Indonesia dan menemukan jatidirinya di sini, sam akan diundang oprah di bulan april nanti.

homeschooler

Kebetulan yang menulis biografinya adalah salahsatu guruku, yaitu bunda sofie beatrix, dan kami diundang di acara launching buku tersebut, sepertinya Husayn terkesan dengan perjalanan hidup sam brodie, Husayn bilang kalau ia sangat suka sejarah, dan Husayn suka true story makanya husayn suka bukanya om sam :). tadinya aku agak ngeri juga, apa buku ini sudah layak dibaca oleh anak seusia Husayn ? tetapi ternyata sam dan bunda sofie sangat baik menyusun buku ini, tidak ada bahasa yang vulgar, namun tidak menghilangkan nilai-nilai yang ingin disampaikan dari buku tersebut jadi menurutku buku ini lulus sensor untuk dibaca oleh Husayn, walau akhirnya Husayn banyak bertanya arti dari kata-kata yang tidak ia mengerti, dan aku sudah siap disampingnya untuk menjawab pertanyaan beliau :)

Melihat kenyataan ini kok aku malu ya ?, katanya unschooling, katanya terbuka, katanya percaya pada kemampuan anak-anak, tetapi kok masih aja suka membandingkan anak-anak dengan anak lain yang sudah jelas-jelas beda karakternya, beda kebiasaannya, beda lingkungannya.. ah nak maafin mama ya.. kita sama-sama belajar ya, untuk mencapai visi dan misi keluarga kita ini. mama love Husayn pokoknyah.. hehe..

ohya.. kebetulan kami punya 2 bukunya @Sam_brodie yang sudah ditanda tangani, dan Husayn akan menghibahkan satu buku tersebut kepada orang yang pertama komen di blognya dia yang bercerita tentang buku tersebut, ayoo nanti kalo husayn udah selesai cerita tentang buku tersebut, teman-teman silahkan komen yaa.. blog Husayn ada di www.CeritaHusayn.Blogspot.com ^_^

Homeschooling Jakarta Berganti Wajah

Sudah lama sekali aku ingin mengganti wajah rumah maya kami ini, agar bisa terlihat “segar” sehingga orang akan betah berlama-lama di sini, namun apa daya aku sepertinya tak bisa menuangkan tampilan yang ada di bayanganku, untuk diwujudkan menjadi hasil yang nyata, hingga akhirnya web inipun tak pernah di utak-atik tampilannya olehku.

Hingga suatu hari dengan pedenya aku nyeletuk ke sahabatku lala untuk bersedia mengoperasi tampilan website ini hingga segar dipandang mata.. hihihihi dan gayung pun bersambut ternyataaaaa beliau bersedia untuk mengoperasi blog ku ini. karena sepertinya lala juga gemeeeeessss liat blogku yang gaaa selesai-selesai diperbaiki.

Duh… lala uh seperti jinny deehh aku cuma bilang maunya begini dan begitu ternyata taraaaaa….. jadilah tampilan blog yang benar-benar aku sukai dan ada dalam bayanganku selama ini.. alhamdulillaah sekarang blogku sudah berganti wajah yang “gue bangeetttt”

Terima Kasih lala ku sayang, skill mu bener-bener luar biasa, ilmu website yang aku pelajari dari lala sangaaat berguna dan mudah dipahami.. semoga keberkahan selalu bersamamu ya la… ( kata lala, “iya mel, terima kasih doanya”) hihihihi… aku padamuuu banget deh la.. eeee tapi pasti habis ini banyak yang akan tanya ke aku “mbak mella, berapa ya biaya jasa membuat web di bu lala ?” hihihihi…. daripada minta bikinin web ke bu lala mending belajar di www.DigitalMommie.com ajaaa dehhh… ilmunya kereeen buangeeetttt…

Oya untuk yang belum tau siapa lala sila kunjungi www.MiraJulia.com yaah.. dari situ udah ketahuan deh kredibilitas si ibu masterweb multi talenta iniiih… sekali lagi… terima kasih lala sayang. penampilan baru ini membuatku rajin posting. :)

lala-bersama-mahasiswa

*lala (baju pink) dan wiwiet (jilbab hitam) dua sahabatku sesama homeschool mom, berpose bersama para mahasiswa mereka (wiwiet dan lala sama-sama mengajar di UI)

Suratku Tetap Milikmu

Pagi ini kami sedang mencoba membuat video dengan berbagai objek, karena pesanan tripod iphone yang kutitip melalui wiwiet yang kebetulan orangtuanya baru pulang dari UK sudah sampai. pagi ini anak-anak merekam aksi duet maut antara bapak ibunya yang sedang mengulang masa lalu membawakan lagu Suratku by Hedi Yunus.

Aku dan Faizal merupakan sahabat sejak usia SD, SMP hingga SMA, dulu kami sering merekam lagu bersama, bersepeda bareng hingga curhat satu sama lain, saat itu tak ada rasa cinta sebagai kekasih yang ada hanya kasih persahabatan, dulu aku sering menyanyikan lagu ini bareng si bapak faizal, ternyata sekarang belasan tahun berlalu kami masih menyanyikan lagu yang sama dengan piano yang sama, bedanya sekarang sudah ada dua krucil yang merekamnya. :)

mumpung masih dalam masa bulan anniversary jadi boleh yaa ada postingan edisi romantis.. hihihi

ternyata “Suratku” masih “milikmu” yaaa pak.. ^__^

Membangun Tanggung Jawab Dengan Cinta

Beberapa hari ini ada pembahasan tentang homeschooler yang (katanya) susah bangun pagi di grup FB Indonesia Homeschoolers jadi ingin berbagi tentang membangun tanggung jawab yang kami jalani di rumah bersama anak-anak. keluarga HS itu bukan keluarga yang sempurna tanpa keributan, justru perdebatan seru terjadi setiap hari di rumah ini, tetapi semua perdebatan itu penuh dengan kasih, peduli dan saling menghargai makanya saat diskusi terjadi judtru saat yang di nanti-nanti :)

Untuk membangun kesadaran tentang suatu tanggung jawab awalnya bukan perkara yang mudah kami berikan pengertian kepada duo ali, betul seperti yang wiwiet bilang, bahwa setiap anak akan mudah melakukan sesuatu ketika mereka tau tujuannya untuk apa, dan tentu akan mudah dijalankan bila tujuan tersebut membuat anak-anak bahagia. di rumah kami aktivitas di mulai sejak jam 4.45 subuh, awalnya husayn (7y) jarang bergabung untuk shalat subuh berjamaah bersama kami, karena ia beranggapan kewajiban untuk shalat belum berlaku pada anak dibawah 7 tahun, namun sekarang kami tak perlu bersusah payah membangunkan Husayn untuk shalat karena ia sudah tau bahwa shalat sudah menjadi kewajibannya.

ketika di awal Husayn mulai menjalankan shalat 5 waktu dan tak susah bangun subuh, aku beranggapan bahwa kami berhasil membuat Husayn sadar akan tanggung jawab yang harus ia jalani, namun sekarang aku berkesimpulan bahwa ada motivasi lain selain tanggung jawab yang membuat Husayn mau bangun subuh dan shalat lima waktu. dan motivasi itu bernama CINTA. mengapa cinta ? karena beberapa kali kami ngobrol tentang kewajiban shalatnya, Husayn selalu bilang bahwa ia ingin shalat karena ingin mendekatkan diri kepada ALLAAH swt, rasulullaah dan imam. “Husayn ingin masuk surga bertemu rasulullaah”, “Husayn ingin masuk surga bersama mama, papa, ali, aki dan orang yang husayn sayang”, “kalo husayn jadi anak baik, shalat maka mamah dan papah juga akan dapat pahala karena berhasil membuat husayn jadi orang baik”. itu adalah beberapa alasan yang di utarakan Husayn ketika kutanya apa alasan ia rajin shalat.

diskusi subuh

diskusi subuh

Setelah mendengar cerita-cerita Husayn tentang semangatnya menjalani shalat maka kusimpulkan bahwa semua yang ia lakukan atas dasar cinta, ia bersyukur karena Allaah sangat baik kepadanya, maka ia ingin dekat untuk mengucapkan terima kasih, caranya adalah dengan shalat. aku perhatikan Husayn selalu menikmati aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya karena ia memiliki tujuan yang jelas menjalani semua itu, Husayn selalu menantikan saat pramuka bersama klub oase karena ia suka aktivitas pramuka dan bertemu teman-teman di klub oase, Husayn sangat bersemangat ke sunday school untuk belajar agama, Husayn sangat menantikan hari ketika ia bergabung di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Husayn sangat menantikan waktunya ia berenang di klub renang, dan kesimpulannya Husayn melakukan semua tanggung jawabnya dengan semangat karena ia tau tujuan aktivitasnya dan MENCINTAI aktivitas tersebut.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membangun cinta akan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh Husayn ?. Kami selalu mendiskusikan semua kegiatan yang menjadi tanggung jawab duo ali kepada mereka, walaupun ada beberapa kegiatan yang dilakukan atas dasar usulan kami, tetapi itu semua sudah dibicarakan dulu dengan anak-anak, mereka dilibatkan dalam setiap obrolan di rumah kami, sehari-hari cara belajar kami adalah ngobrol lalu mengambil kesimpulan bersama, kami selalu menuntun anak-anak untuk tau akan tujuan hidup mereka, semua yang dilakukan muaranya hanya kepada ALLAAH swt, Rasulullaah dan bermanfaat kebaikan bagi orang banyak. maka Husayn dengan enteng melenggang melakukan semua tanggung jawabnya. jadi tipsnya hanya ngobrol yang banyak untuk menggali apa yang ada di hati setiap anggota keluarga. :)

 

Cerita Tentang Festival Pendidikan Rumah

Ketika akan mengetikkan cerita tentang Festival Pendidikan Rumah 2013 ( FesPer 2013 ) ini, aku langsung senyum-senyum sendiri dan tak habis pikir, ternyata kami bisa berpartisipasi dan mengambil banyak ilmu dari acara tersebut. karena “ujian” saat akan berangkat itu sungguh banyak sekali sehingga benar-benar memerlukan keteguhan hati untuk berangkat, walau tiket kereta dan uang pembayaran kegiatan sudah kami siapkan jauh-jauh hari, ternyata ujian itu tidak hanya datang karena keuangan :)

Beberapa hari sebelum hari rencana keberangkatan kami, kebetulan ali sakit gusi, pipinya bengkak hingga matanya ikut bengkak, setiap orang yang melihatnya pasti kasihan, setelah dibawa ke dokter gigi belum sembuh juga, hingga akhirnya dua hari sebelum berangkat kami membawa ali terapi ke Mater Saeho, ahli pengobatan lulusan kuil di shaolin. menurut master, ali pipinya bengkak karena ada abses di gusinya lalu menyumbat kelenjar liurnya,setelah di terapi alhamdulillah sore harinya mulai ada perubahan pada pipi ali, bengkaknya mengempis dan berangsur-angsur membaik.

Setelah kami fikir urusan ali beres ternyata ujian itu datang lagi, hanya sehari sebelum berangkat, kebetulan Husayn ada latihan PRAMUKA di kebun binatang ragunan, aku lihat husayn agak beda sinar matanya, aku tawarkan untuk kami istirahat saja karena sepertinya husayn kurang sehat, tetapi husayn tidak mau dan tetap ingin latihan. sesampainya disana Husayn ceria bermain dan belajar bersama teman-temannya tetapi ketika materi pelajaran dimulai, tiba-tiba Husayn berlari ke arahku lalu bilang, semua orang warnanya hijau dan husayn merasa ingin jatuh, astagfirullaah wajah Husayn pucat dan ada bintik merah kecil di wajahnya, namun husayn mau pingsan karena ia belum sarapan, padahal sarapannya sudah kusiapkan di mobil dan seharusnya husayn memakannya tetapi karena antusiasnya ingin belajar jadi Husayn “malas” makan.

Akhirnya kami pulang duluan dan aku langsung membawa Husayn ke dokter, menurut dokternya Husayn terkena virus tetapi karena husayn tidak merasa pusing dan demam jadi dokter memperbolehkan untuk kami tetap berangkat ke jogja, walau aku masih bimbang, hingga seharian itu kami hanya bisa berdoa bersama, Husayn berdoa di setiap shalatnya agar diberi keputusan terbaik apakah kami terus berangkat atau merelakan untuk tidak jadi berangkat. hingga malam hari jam 12 malam Husayn merasa sangat “sehat” dan aku melihat tidak ada keluhan dari Husayn, lalu hati kami cenderung memilih untuk tetap berangkat akhirnya malam itu juga aku baru packing kebutuhan camping.

Pagi harinya kami menuju stasiun pasar senen karena kami memilih untuk naik kereta gajah wong, yaitu kereta ekonomi ac bertarif Rp. 125.000 per orang, yang ternyata sangat memuaskan pelayanannya, hanya kursinya agak sempit namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi kami. kami berangkat bersama keluarga mas aar – lala, dan keluarga Mas Reza – Raken. perjalanan yang sungguh asik, tidak ada keluhan sedikitpun dari anak-anak selain pertanyaan “kapan kita sampai ?” karena anak-anak sangat ingin terburu-buru sampai di jogja.

Sampai di Stasiun Tugu, Yogyakarta

Kami sampai di jogja tepat waktu, karena acara FesPer baru dimulai esok hari maka malam itu kami menginap di Griya Aissa, Villa milik keluarga mbak ully yang sungguh nyaman, dan malam harinya kemi kedatangan tamu istimewa, mas Yanuar Nugroho dan mbak Ira istrinya serta aruna dan nara, juga ada keluarga mas polo dan mas koko. kami mengobrol hingga larut sambil menikmati martabak enak dari mbak ira berikut menikmati kriuk-kriuk kripik getuk dari mas Polo… :)

Bersambung….

* Foto “meminjam” dari Rumah Inspirasi :)

Husayn Bukan Pembohong

Sudah lama aku tidak posting di web yang “katanya” portofolio anak-anak. hiks maaf bukannya ngga mau berbagi, hanya bener-bener “sibuk” ini itu jadi web ini sedikit terbengkalai, semoga bisa istiqomah mengisi proses belajar anak-anak di rumah maya kami tercinta ini. tadi sore ada kejadian yang tiba-tiba menggerakkanku untuk menengok dan posting lagi rumah maya ini.

Sudah beberapa bulan ini Husayn mengikuti klub renang di kolam renang Bojana Tirta, Bea Cukai, Jakarta Timur. alhamdulillah Husayn sudah menguasai 2 gaya, yaitu gaya dada dan gaya bebas, minggu depan akan diadakan lomba renang antar klub, dan atas saran pelatihnya Husayn diikutkan untuk dua gaya tadi yaitu gaya bebas dan gaya dada. lomba ini memiliki beberapa katogori. salahsatunya berdasarkan kategori kelas di sekolah. untuk itu ketika ada beberapa ibu yang bertanya kepada aku, Husayn kelas berapa ? maka dengan santai kujawab, mungkin sekitar kelas 1 SD karena usia Husayn saat ini 6 tahun.

husayn berenang

tadi sore selesai Husayn latihan, aku menyuruh Husayn untuk daftar ke kakak pelatihnya, dengan santainya Husayn berlari ke ruang pelatih, lalu kulihat Husayn mengobrol dengan kakak pelatih dan beberapa ibu temannya Husayn di ruangan itu, tanpa kuduga Husayn kembali ke tempat aku duduk menunggunya dalam keadaan menangis sedih, sambil berlari ke arahku suara tangisannya keras terdengar, aku kaget takut Husayn terjatuh, namun kulihat tidak ada luka di tubuhnya, kupeluk ia lalu kutanya ada kejadian apa ?.

Husayn masih menangis ketika kupeluk, aku fikir mungkin Husayn kecewa karena tidak boleh ikut lomba, kutunggu hingga tangisannya reda dan Husayn mulai bercerita, bahwa ia dituduh berbohong oleh ibu temannya karena ketika ditanya Husayn kelas berapa ?, Husayn menjawab bahwa saat ini ia kelas dua, namun para ibu-ibu bilang kepada kakak pelatihnya bahwa Husayn berbohong karena sebenarnya Husayn baru kelas satu, dan ibu-ibu itu tau informasi itu dari aku. Husayn sangat terpukul dibilang berbohong, karena sangat pantang untuk ia berbohong, kami sangat keras untuk urusan pelajaran tentang kejujuran terhadap anak-anak maka saat Husayn dibilang berbohong itu merupakan pukulan yang sangat berarti bagi Husayn karena ia sebisa mungkin menghindari perbuatan tidak jujur, sekecil apapun itu.

sambil tersenyum dihati aku menghela nafas dan mulai menjelaskan kepada Husayn tentang kesalahpahaman itu, bukan tanpa alasan Husayn bilang bahwa dirinya saat ini ada di kelas dua, karena beberapa saat lalu kami pernah berdiskusi tentang hal ini dan juga pernah aku posting disini ceritanya. saat itu Husayn ditanya sudah bisa apa ? lalu aku melakukan beberapa “tes” terhadapnya dan dengan lancar Husayn bisa menjawab pertanyaan di buku pelajaran kelas satu, dan di akhir diskusi kami memutuskan bahwa Husayn sudah di kelas dua saat itu.

Lalu sambil kupeluk Husayn aku mengajaknya untuk mengklarifikasi bahwa ia tidak berbohong dan ini hanya kesalah pahaman saja, awalnya husayn nggak mau tetapi akhirnya dengan berat hati ia melangkah mengikutiku menuju ruang pelatih, setelah bertemu dengan ibu temannya Husayn kemudian aku menjelaskan duduk perkaranya kenapa Husayn menangis, dan juga kesalahpahaman tentang menyebutkan tingkatan kelas, para ibu itu langsung meminta maaf dan menyesal sekali, mereka tidak menyangka bahwa pembahasan tadi sangat membuat Husayn kecewa, kami juga mengobrol dengan pelatih Husayn dan Husayn tetap mau ikutan lomba tanggal 22 desember nanti.

Pengalaman tadi sangat berkesan untuk Husayn, malamnya kami berdiskusi tentang proses homeschooling di keluarga kami, lalu cara menjawab apabila ada yang bertanya “Husayn kelas berapa sekarang ?”, alhamdulillah itu bisa menjadi pelajaran alami yang harus dilalui oleh Husayn, dan hikmah sangat berharganya adalah aku mengetahui bahwa berbohong itu merupakan aib besar bagi Husayn dan ia sebisa mungkin tak mau melakukannya sekecil apapun itu juga ternyata sekarang Husayn semakin yakin dan bangga untuk menjalani metode Homeschooling untuk pendidikannya.. Alhamdulillah :)

salam cinta

Mella *yang lagi senang karena Husayn makin cinta Homeschooling ^_^

Bersama Mewujudkan Mimpi Orang Lain

Malam sebelum ulang tahun pernikahan kami yang ku tujuh, aku dan faizal ngobrol santai sebelum tidur, kami membahas banyak sekali hal-hal indah yang telah kami lewati bersama. rasanya tak ada  hal tidak indah didalamnya, karena disaat ada sesuatu yang “tak indah” terjadi, justru setelah itu situasi akan dilihat lebih indah :)

Kami sudah 10 tahun bersama, 4 tahun masa perkenalan sebelum menikah dan kemudian 7 tahun bersama dalam ikatan pernikahan. ketika banyak keluarga merasa belum “mapan” kami dengan pedenya “merasa mapan” :p , bahkan berkelimpahan. ternyata itu semua bisa dilihat ketika kami melihatnya dari sudut pandang kami berdua. setelah memiliki dua anak hebat yang kami didik sendiri, lalu pekerjaan yang sangat enjoy kami jalani, juga berada di rumah nyaman penuh cinta, dan dikelilingi oleh Oramgtua, saudara dan teman yang penuh dengan energi positif, apakah kami masih bisa menyebut hidup kami belum mapan ? :) [Read more…]

Tak Mau Jadi Jagoan

Setahun sudah Klub Oase berdiri, setahun lalu aku, lala dan wiwiet sedang sibuk-sibuknya mencari nama paling keren buat klub yang kami bangun, niatannya klub itu nantinya akan di isi oleh banyak kegiatan bersama, dari mulai kegiatan science, craft, fieldtrip dan lainnya. tak kuduga sudah begitu banyak kegiatan yang kami adakan, kami membuat kartu anggota, passpor dan pin semua kami buat sendiri tujuannya hanya untuk “lucu-lucuan” saja, tak ada harapan berlebih, apalagi meraup untung besar dari setiap kegiatan yang kami adakan, kalaupun tak ada peserta yang ikutan toh isinya anak-anak  kami saja  sudah ramai, hingga tak lama hadir pula mba mira kurniasari menjadi bagian dari klub ini.

Beberapa minggu lalu kami sempat bertanya-tanya, akan ada acara apa ya di ulang tahun klub oase yang pertama ? setelah banyak rencana ternyata keputusan akhirnya adalah kami tak berkegiatan apapun sampai waktu yang tak ditentukan. hehe sayang yaa.. tapi memang kesibukan masing-masing pengurusnya yang menjadi alasannya. kami sedang egois memikirkan keluarga masing-masing, dengan pekerjaan masing-masing walaupun aku tau sebenarnya kami saling rindu berkegiatan. #curcol [Read more…]