Tak Mau Jadi Jagoan

Setahun sudah Klub Oase berdiri, setahun lalu aku, lala dan wiwiet sedang sibuk-sibuknya mencari nama paling keren buat klub yang kami bangun, niatannya klub itu nantinya akan di isi oleh banyak kegiatan bersama, dari mulai kegiatan science, craft, fieldtrip dan lainnya. tak kuduga sudah begitu banyak kegiatan yang kami adakan, kami membuat kartu anggota, passpor dan pin semua kami buat sendiri tujuannya hanya untuk “lucu-lucuan” saja, tak ada harapan berlebih, apalagi meraup untung besar dari setiap kegiatan yang kami adakan, kalaupun tak ada peserta yang ikutan toh isinya anak-anak  kami saja  sudah ramai, hingga tak lama hadir pula mba mira kurniasari menjadi bagian dari klub ini.

Beberapa minggu lalu kami sempat bertanya-tanya, akan ada acara apa ya di ulang tahun klub oase yang pertama ? setelah banyak rencana ternyata keputusan akhirnya adalah kami tak berkegiatan apapun sampai waktu yang tak ditentukan. hehe sayang yaa.. tapi memang kesibukan masing-masing pengurusnya yang menjadi alasannya. kami sedang egois memikirkan keluarga masing-masing, dengan pekerjaan masing-masing walaupun aku tau sebenarnya kami saling rindu berkegiatan. #curcol [Read more…]

Homeschooling atau Sekolah ?

Haloooo.. waah udah lama banget nih gak apdet blognya. sediih, karena ternyata banyak proses belajar duo ali tidak tercatat dalam portofolio ini. harus pake kacamata kuda niih, fokus.. daripada akhirnya nyesel kayak gini.. xixixi *edisi curhat.

Kali ini aku mau cerita tentang “edisi kedua Husayn kepikiran sekolah” hehe, edisi pertamanya Husayn mau sekolah kan udah pernah dirilis dan kesimpulannya Husayn pilih HS lagi, di kasus yang sekarang ini kami agak lebih alot berdiskusi tentang “mau sekolah” dan “mau belajar”. alhamdulillah seperti biasa diskusi dalam keluarga kami adalah hal yang paling disukai dan dinanti jadi semuanya lancar jaya.

Awalnya Husayn dan Ali selalu kaget tiap kali ada rombongan anak SD dekat rumah lewat di depan rumah, anak-anak sekolah tersebut sedang mata pelajaran olahraga sehingga mereka bisa main di luar sekolah bersama bapak guru. aku melihat duo ali memiliki keinginan untuk bergabung dengan mereka, keinginan yang lumrah dimiliki setiap anak untuk bergabung bermain dengan teman-teman.

Aku memulai diskusi dengan pertanyaan “Husayn mau sekolah?” lalu husayn terdiam dan ragu menjawab. aku mengulangi pertanyaannya lagi dan husayn masih terdiam lalu mengangguk lirih. kemudian aku tersenyum dan bilang “hidup adalah pilihan, dan husayn boleh memilih yang dirasa terbaik untuk hidup husayn, mama hanya menjadi teman diskusi husayn, dan husayn boleh sekolah, tapi mama kasih waktu tiga hari ya buat husayn mikir, selama tiga hari husayn boleh tanya apaaa aja sama mamah tentang sekolah dan homeschooling”. jujur saja bukan perkara mudah ketika aku  harus melenturkan hati untuk menyelami pikiran anak 6 tahun, aku merasa seperti harus memberi obat antibiotik padahal aku lebih suka pengobatan herbal di situasi itu. tetapi aku tak boleh egois bukan? kalau sudah memutuskan HS berarti kami sudah melewati fase menghargai perbedaan pendapat.

hari itu husayn terlihat senang karena ternyata keinginannya untuk sekolah di hargai oleh kami, mama dan papanya. lalu malam berikutnya aku, papa faizal, Husayn dan ali berdiskusi tentang keinginannya husayn untuk sekolah, awalnya Husayn bertanya “kalau di sekolah ngapain aja ma?” kami menjawab keadaan sebenarnya di sekolah, tempat belajar, situasi sekolah, ibu dan bapak guru yang baik, aturan waktu sekolah, seragam dan lain-lain. saat itu Husayn hanya terdiam, lalu husayn bilang kepadaku “kalau husayn lebih suka matematika dan gak suka nulis gimana ma?” aku bilang “sudah menjadi peraturan di sekolah kalau husayn harus suka semua pelajaran” (bukankah ini kenyataan yang ada?, anak tak pintar pelajaran IPA akan tak dianggap pintar padahal anak- tersebut sangat menonjol di kesenian?). malam itu kami habiskan dengan diskusi tentang arti sekolah, belajar, bermain dan bersosialisasi.

Keesokan harinya setelah bangun tidur sambil melakukan “hal wajib” setelah bangun tidur (berdoa, berpelukan, bertanya tentang mimpi apa?, dan bercanda di kasur berempat) tiba-tiba Husayn bilang “mama, Husayn tidak jadi mendaftar ke sekolah” aku kaget kenapa tiba-tiba Husayn berubah pikiran, dia bilang katanya sudah memikirkan apa yang akan dijalani untuk kebaikan hidupnya (meniru kata-kata emaknya).

selesailah sudah masalah kami, aku tidak mau mencecar kenapa husayn memutuskan untuk tetap HS, karena sepertinya husayn punya “sesuatu” yang dipikirkannya dan tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. aku sama sekali tidak menjelekkan sekolah, tanene husayn kepala sekolah looh masa kami harus kontra dengan sekolah, yang aku jelaskan adalah “realitas sekolah” terutama realitas tentang sekolah yang mampu aku berikan untuk husayn jika husayn mau sekolah. lalu aku juga menjelaskan tentang pentingnya proses kehidupan bersama sebelum akhirnya kami harus “berpisah” karena husayn dan ali akan menempuh kehidupan “di luar”. entah apa yang membuat Husayn berubah pikiran hingga sekarang jika kutanya tentang sekolah maka dia akan menjawab “Husayn mau BELAJAR dimana aja ma”.

jika teman-teman ada yang berfikir kalau kami orangtua HS memaksakan kehendak untuk tidak menyekolahkan anak-anak kami, maka sebaiknya teman-teman berfikir lebih dulu “sudahkah saya berdiskusi tentang realitas pendidikan dengan anak saya? dan membiarkan mereka memiliki pilihan untuk sekolah atau BELAJAR di mana saja?”

salam cinta,

MF

keluarga homeschooling

Cerita Tentang Pneumonia dan Ali

Ali kecil yang kini sehat kembali *alhamdulillah

Pagi ini aku melihat statusnya mba opie di Facebook, beliau baru selesai mengantarkan anak seorang temannya yang baru berusia 3,5 bulan ke peristirahatan terakhirnya, sedih membacanya dan aku bertanya apa sebab kematiannya? mba opie bilang karena anak tersebut tersedak air susu jadi ada cairan masuk ke paru-parunya.. Jlebb persis sama dengan apa yang dialami Ali haidarku ketika berusia 1 bulan.

 

Kala itu di pagi buta ali haidarku tak mau menyusu karena sesak, aku masih menganggapnya pilek biasa, puncaknya adalah ketika ibuku memberikan ASI ku yang telah diperas kepada ali kecil melalui sendok, namun ali yang tak bisa menyusu tiba-tiba hanya terdiam saja, dan tak lama kemudian perlahan terlihat wajahnya kebiruan, astagfirullah.. apa yang terjadi pada anakku? Ali kecilku tak berdaya, jadilah kami di pagi buta itu berangkat menuju rumah sakit terdekat, pikiranku hanya ada di RS Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, sesampainya disana dokter langsung menangani Ali kecilku, membawanya ke ICU dan memasang alat-alat yang tak kumengerti apa fungsinya.

[Read more…]

6 Tahun Penuh Warna

foto pernikahan13 mei 2005

faizal kamal - mella fitriansyah wedding

13 Mei 2005 Faizal Kamal datang ke rumahku membawa seserahan, uang sebesar Rp. 3333 dan cincin emas 3,3 gram, hari itu saya resmi menjadi nyonya faizal kamal, dan sekarang telah 6 tahun berlalu, kami telah dititipkan dua anak sholeh dan baik hati. hmm what a wonderfull life.. sayangnya tanggal 13 mei kemarin saya melupakan hari bersejarah itu karena hanya fokus pada sakit mata berat yang saya alami.. hehe akhirnya kami hanya tertawa karena justru hari tersebut di ingatkan oleh teman-teman tercinta kami.

hmmm… 6 tahun hidup bersama faizal adalah 6 tahun penuh warna, saya tidak mau merekayasa dan terkesan lebay untuk kesan-kesan selama kami hidup bersama, tetapi sungguh 6 tahun bersamanya adalah 6 tahun penuh kebahagiaan, penuh keberkahan, lebih banyak tawa dibanding tangis, bukan karena kami tidak pernah kesusahan tetapi biasanya ketika kami kesusahan, faizalku selalu membuat suasana tersebut cepat pulih dan kembali penuh tawa. [Read more…]

Let Them Decide Their Own Definition of Success

Siang ini saya miris sekali melihat konflik di depan mata saya, ceritanya tentang ” malas sekolah”, “disiplin”, “kerajinan”, dan yang perlu dan tidak perlu. mengapa saya beri tanda kutip kata-kata di atas? karena saya masih ragu apakah memang masalahnya dalam artian kata-kata di atas atau bukan. jadi begini ceritanya :

Saya memiliki adik sepupu yang tinggal bersebelahan dengan rumah saya, seorang perempuan kelas 2 SMP di sekolah favorit, otaknya sangat cemerlang menurut saya, bahasa inggrisnya pintar dan pintar menggambar, adik saya ini sangat pintar bermain game online sampai bisa mendapatkan uang dari lomba game online. tiba-tiba tadi siang wali kelasnya datang ke rumah, melaporkan kepada orangtuanya (om saya) karena si anak sudah tidak masuk sekitar 16 hari, bahkan tidak mengikuti UTS, lalu di kelas tidak memperhatikan kalau diterangkan pelajaran, kerjanya menggambar di kertas kosong (gambarnya bagus), perilaku terhadap guru kurang baik karena cuek. [Read more…]

Kisahku dan Blackberry

Sudah hampir sepekan saya berpisah dengan blackberry tercinta, yang selalu setia menemani setiap langkah saya #lebay, banyak yang complain, banyak yang tanya apa alasannya saya tidak pakai BB lagi?, bukankah saya dulu selalu bilang bb itu sangat berguna untuk bisnis saya, untuk informasi yang ingin diakses hanya dengan sentuhan ibu jari dan fasilitas bbm grup yang banyaak memberi manfaat buat saya. walaupun saya tidak menjadi penggunanya lagi saya masih tetap jd fans beratnya sebenarnya. mengapa saya membahas tentang hal ini? karena saya menganggapnya penting tentu saja.. :D. [Read more…]

Mama… Husayn Mau Sekolah

“Mama… Husayn mau sekolah”, jlebbb serasa ada yang menusuk di perut saya *lebay :p,  beberapa hari kemarin Husayn memang terlihat kurang hangat terhadap saya, kami jarang berpelukan, dan beberapa kali berdebat karena hal-hal sepele. pagi itu saya seperti tersadar ada sesuatu yang “salah” diantara kami. sayapun langsung membahasnya dengan Husayn setelah dia mengutarakan keinginan tersebut.

Awalnya saya peluk Husayn dan pelan-pelan bertanya, apakah Husayn benar-benar mau sekolah formal lagi?,  Husayn hanya terdiam dan menatap saya, lalu saya tanya lagi, kenapa Husayn mau sekolah? jawabannya adalah “kalo mama kerja terus, mending Husayn main di sekolah aja” (saya memang beberapa minggu ini mengambil pekerjaan yang memerlukan waktu untuk ke luar rumah seharian). lalu saya katakan ke Husayn ” kalau Husayn mau sekolah sangat boleh sekali, tetapi Husayn harus komitmen dengan aturan yang diberikan sekolah.” intinya saya tidak mau Husayn mau sekolah tetapi tidak enjoy dengan aturan sekolah, selalu mengeluh dengan aturan sekolah, bersekolah hanya karena ada perosotan dan melupakan pelajaran yang diterima di sekolah. tiba-tiba Husayn memeluk dan mencium saya lalu bilang ” Husayn bukannya mau sekolah, tetapi Husayn maunya mama gak kerja, di rumah aja”. jlebbb ada yang menusuk lagi di perut saya #lebay lagi :p. ternyata mengambil pekerjaan part time  yang saya pikir tidak akan mengganggu aktivitas saya dan Husayn malah berdampak sangat dalam di hati Husayn. [Read more…]

Me Time

Beberapa minggu lalu ada pembahasan tentang “me time ” di milis sekolah rumah lalu ada juga pembahasan tentang me time di bbm grup, hubungan antara me time dan “keribetan” sebagai home educator, kapan ya ada waktu untuk punya me time? perempuan kan juga perlu” senang-senang” sendiri.. hmm yaa waktu itu saya juga ikut berfikir, kapan ya? apakah saya punya me time? atau memang saya gak butuh?, saya masih belum mengerti apa arti me time buat saya.

Pendapat tentang me time pun berbeda-beda dari para ibu-ibu di milis maupun di bbm grup. dan pembahasan bagaimana cara mewujudkan me time pun berbeda, saya hanya memantau pembahasan tersebut, karena saya masih belum mengerti me time seperti apa yang saya butuhkan. sampai akhirnya seorang sahabat mengajak saya buat jalan-jalan berdua saja ke singapore. hmm saya berfikir akhirnya mungkin inilah me time yang saya butuhkan. jalan tanpa anak-anak, belanja, bersenang-senang hanya dengan sahabat yang memang sehati dengan saya. [Read more…]