Perjalanan Zero Complaint ( Amazing Java Bali Roadtrip )

Di awal perjalanan kami berdiskusi sekeluarga, kami sama-sama sepakat bahwa apapun yang terjadi di petualangan kali ini maka kami harus menikmatinya dan mengambil hikmah sebagai pengalaman yang kaya. Kami sengaja naik kereta ekonomi ac tawang jaya selain karena kami berempat bisa memilih kursi 2-2 dan anak2 bisa tidur gelosoran di bawah sepanjang perjalanan, juga karena tiketnya murah meriah sehingga alokasi dana tiket bisa buat hal lain.

Kami memesan tiket melalui ayah Reza Setyawan karena kebetulan proses pembelian dari aplikasi KAI yang biasa kami pakai agak terganggu jadi kami tidak bisa memesan sendiri. Daaaan ternyataaah sodara-sodara, kami duduk di kursi 3-3 jd tentu saja ini merubah rencana kenyamanan perjalanan ini. #DuoAli langsung cemberut sejenak dan kemudian tersenyum bersama. Yak karena mengusung tema #zerocomplain jadi kami sadar bahwa ini pasti ada hikmahnya. Betul saja, ternyata yang duduk sebangku dengan kami adalah seorang ibu yang menggendong bayi usia 10bulan yg sedang demam, dan ibu tersebut dapat kursi bagian C, yaitu kursi paling ujung dekat lorong bukan kursi pojok, terbayang ibu tersebut pasti akan kelelahan menggendong tanpa senderan semaleman dibawah ac yang dingin pula, akhirnya kami persilahkan si ibu duduk di kursi kami di pojok dan lebih hangat, #Ali8y memutuskan tetap menggelar alas tidur di kolong kursi. Aku mengambil selimut yang cukup dipakai oleh #DuoAli dan bisa membuat mereka tidur nyenyak semalaman.

Tidak terbayang jika si ibu bersama bayinya duduk di bawah ac yg sangat dingin tanpa ada senderan tangan semalaman.. Fiuh.. Dan pengalaman semalam sukses membuatku dan papa Faizal Kamal tidur sehariaaan hari ini karena ga bisa tidur semalam. Hihihi.. Let’s rock kids… Kita bobo nyaman dulu malam ini di semarang untuk energi besok meneruskan perjalanan ke salatiga bertemu dengan #KeluargaSetyawan
Alhamdulillaah.. *shalawat

#KeluargaSetyawan
#KeluargaKamal
#AmazingJavaBaliRoadtrip
#JelajahLangitBiru
#KeluargaMandiri
#Travelschooling
#Homeschooler
#KangenAmazingTeam

Serunya Perjalanan ke AAA Organic Farm Bogor

Setelah artikel sebelumnya tentang persiapan perjalanan kami ke Perkebunan organik AAA Gadog Bogor, kini kami melanjutkan perjalanan ke Farm yang melalui jalan gadog, Akses jalannya mudah dan makin seru karena menmui beberapa tanjakan dan turunan yang menjadi hal mengasyikkan untuk anak-anak, sesampai dilokasi ternyata kami menemui tempat yang sejuk karena berada di dataran tinggi, pemandangan yang sangat luas juga Indah, disekitar Area perkebunan ada beberapa Villa yang memang disediakan untuk rombongan atau para pengunjung yang memang ingin menginap di sekitar perkebunan tersebut.

Perjalanan Fieldtrip ke organic farm

Menuju Organic Farm Gadog

Perjalanan Keluarga Homeschooling

Fieldtrip Club Oase

Saatnya pertemuan hari ini dimulai, dan setelah di buka oleh Mr Rudy, yang menceritakan tentnag sedikit agenda untuk field trip hari ini, lalu dilanjutkan oleh pak Tri sebagai pengelola perkebunan menjelaskan tentang sistem penanaman organik yang minim Pestisida atau bahan kimia dan tanaman hidroponik yang menggunakan air sebagai media tanam untuk membudidayakan aneka sayuran, yang awalnya kami hanya melihat sayuran tanpa terbayang bagaimana prosesnya, dengan penjelasan dari pak Tri ini kami mendapatkan banyak sekali pengetahuan mengenai cara menanam tanaman mulai dari pembibitan sampai pada waktu panen.

Setelah diskusi dalam ruangan, proses pembelajaran berlanjut ke area perkebunan, inilah saat yang paling kami nantikan, semua peserta berjalan beriringan ke lahan atas yang berisi perkebunan sayuran organik dan hidroponik, selama perjalanan kami melihat-lihat sayuran (berwarna merah dan hijau yang sangat menggoda untuk langsung di jadikan lalapan :))  sambil memperhatikan penjelasan dari pak pri tentang organik dan serunya karena banyaknya orangtua yang ikutan bertanya kadang pak tri mendapatkan pertanyaan yang berulang-ulang untuk hal yang sama karena ditanya oleh orang yang sebelumnya belum memdengar penjelasan beliau :p sabar sekali bapak ini.

Fieldtrip perkebunan Organik

Fieldtrip Tanaman Hidroponik

fieldtrip AAA organic farm Bogor

Kebun Organik Butterhead

Sambil menikmati perjalanan dengan kontur naik turun, kami merasakan kebahagiaan di wajah kedua putra kami, karena traveling keliling kebun organik AAA ini kenjadi sarana sosialisasi untuk anak-anak kami, semua anak bermain bersama teman-teman seusianya atau bersama orang yang lebih dewasa karena selama perjalanan mengitari area perkebunan anak-anak banyak bertanya dan berkomunikasi sambil bermain, maklum saja tempat sebagus ini  jarang kami temukan apalagi di jakarta untuk bertemu kebun dan lapangan seluas ini rasanya mustahil, ada tanaman butter head yang hijaunya menggoda, bayam merah yang menurut pak Tri adalah tanaman yang mudah untuk ditanam dirumah (jadi Semangat nih…) dan beberapa tanaman lain seperti selada, Cesim, Horenzo, pakcoy dan banyak lagi yang lainnya.

“Belajar untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri adalah simbol sebuah keluarga yang mandiri” —

Selama Perjalanan bersama pak Tri, beliau menjelaskan tentang tips n trik berkebun dan bagaimana tetap berinovasi dalam berkebun, seperti saat beliau menjelaskna tentang tiga sistem perawatan kangkung yang menggunakan tudung selama masa tanamnya, beliau menjelaskan tentang bagaimana menemukan sistem yang paling tepat agar saat panen nanti mendapatkan hasil yang OPTIMAL, dan kami pun belajar saat melakukan penanaman bahwa ‘musuh’ utama produk pertanian adalah air hujan yang tersiram langsung pada tanaman, karenanya dibuat atap platik di setiap barisan tanaman yaitu untuk mencegah air hujan jatuh langsung ke tanaman yang bisa menyebabkan daun sayuran menjadi terkena jamur dan bisa gagal panen.

Perjalanan Fieldtrip Klub Oase

Medan Fieldtrip yang Seru

perkebunan Organik AAA

Pos Pemberhentian dikala Lelah :)

Fieldtrip di AAA organic Farm gadog

Serunya Fieldtrip

Setelah perjalanan keliling kebun selesai, sampailah kami dipos packing untuk beristirahat dan belajar praktek menanam bibit sayuran dengan media tanam Pupuk dan gabah, Pak Tri menjelaskan lebih banyak lagi sayuran yang bisa di tanam dengan hanya menggunakan pot plastik kecil dan satu bibit hanya bisa ditanam di satu pot, jadi terbayang brapa banyak pot yang akan kami miliki dengan hanya bermodal sekantung bibit yang kami beli di AAA Organic farm ini, disesi ini pun pak tri menjelaskan  jika kita membeli sayuran organik lebih murah di farm dibanding setelah sayuran ini berpindah lokasi penjualan terutama setelah sampai di jakarta, seteleh sesi praktek waktunya kami melihat proses packaging oleh petani setempat dan membeli sayuran-sayuran hasil kebun langsung, indahnya jika farm ini dekat rumah kami, bisa sehat kami makan sayurn organik terus.

sayuran Organik AAA Farm gadog

Panen Instant Sayuran Organik

Fieldtrip di AAA Organic Farm

Selada keriting yang sudah dipanen

Fieldtrip Organic Farm AAA gadog

Godaan setangkai Butter head

Akhir kata, banyak terucap Terima kasih kepada AAA Organic Farm karena kesempatannya kepada kami keluarga Besar Komunitas homeschooling Klub Oase untuk melakukan kunjungan penuh ilmu hari ini, pelajaran hari ini  Sungguh pengalaman pertama dalam berkebun untuk keluarga kecil kami yang ingin mencoba memfasilitasi sendiri sayuran untuk makanan kami sehari-hari, Sungguh field trip yang sangat berkesan dan kaya ilmu yang bermanfaat.

Klub oase Filed trip

Komunitas Homeschooling Klub Oase

Sumber Gambar lebih lengkap :

AAA Organic Farm gadog 1

AAA ORganic Farm gadog 2

Field trip AAA Organic Farm

 

Star Party di Pulau Pari

Perjalanan ini sudah lama kami rencanakan untuk di ikuti,  Husayn dan Ali pun telah lama menantinya, sayangnya beberapa hari sebelum berangkat Husayn demam jadilah kami dag dig dug, tak mungkin melakukan perjalanan ala backpacker dengan kondisi tubuh yang tidak fit, alhamdulillah kondisi Husayn semakin membaik hingga akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat karena kami yakin perjalanan ini akan “kaya” bagi Duo Ali.

Perjalanan dimulai di hari jum’at tanggal 7 juni 2013, jam 3 dini hari anak-anak sudah mulai bangun lalu bersiap untuk berangkat menuju Planetarium, kami memilih untuk bergabung bersama kakak-kakak di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ) dari awal perjalanan, agar anak-anak tau asiknya naik turun kendaraan umum menuju Pelabuhan Muara Angke. dari Planetarium kami naik bus kopaja menuju kuningan, lalu menyambung naik bus Trans Jakarta menuju Penjaringan, dari Penjaringan kami naik KWK 01 menuju Pelabuhan Muara Angke untuk kemudian menyeberang ke Pulau Pari dengan Kapal Ojek bertarif 30 ribu rupiah saja.

Selama perjalanan menuju Pulau, anak-anak sudah mulai asik mengobrol dengan kakak-kakak HAAJ, kak Rayhan menjelaskan nama-nama pulau yang kita lewati, lalu mereka juga membahas tentang kepulauan seribu, sampai membahas tentang bagaimana caranya mengantisipasi mabuk laut. sungguh perjalanan yang kaya, Husayn, Ali, Ceca, Atala dan Bibby dapat belajar tanpa harus berada di dalam “kotak”.

belajar tanpa kotak

belajar tanpa kotak

Sesampai disana kami menuju homestay, para laki-laki menunaikan shalat jum’at, lalu kemudian makan bersama, dilanjutkan dengan mengisi workshop tentang Planet di SD setempat, walau anak-anak tidak ikut memberikan materi tetapi mereka merasa ikut dalam “pelayanan” tersebut, anak-anak juga ikut berbaur bersama teman-teman di SD setempat.

Pukul 1 dinihari anak-anak mulai aku bangunkan untuk melakukan pengamatan hari pertama, kami sama-sama tiduran di lapangan tengah pulau untuk mengamati langit, alhamdulillaah cuaca cerah dan kami bisa belajar banyak, kak Rayhan menjelaskan tentang berbagai rasi bintang, menunjukkan letak-letaknya subhanallaah akupun banyak belajar malam itu, melihat dengan mataku berbagai kebesaran Allaah SWT tersebut.

pengamatan malam pertama

pengamatan malam pertama

Keesokan harinya anak-anak puas main di pantai bersama kakak-kakak, kami orangtuanya malah ngobrol-ngobrol di homestay, kekhawatiranku semakin sirna untuk urusan sosialisasi homeschooler, dari mulai pagi hari anak-anak ceria bermain bersama kakak, kalau kata wiwiet kami ini hanya seperti ambulance, keberadaannya sangat dibutuhkan tetapi hanya dalam keadaan darurat saja, jika keadaan baik-baik saja, kami benar-benar tak dilirik oleh anak-anak :). di Malam hari setelah makan malam anak-anak bermain “truth or dare” bersama kak @FahmiAmi kemudian anak-anak tidur untuk persiapan pengamatan dini hari, tetapi sayang ketika Husayn bangun di jam 2 dinihari, langit mendung dan sama sekali tak terlihat bintang disana :( akhirnya Husayn meneruskan tidurnya.

Pagi harinya anak-anak main di pantai yang sangat banyak Bintang Lautnya, kemudian dilanjutkan dengan berenang di pantai dan naik banana boat, setelah selesai kami bersiap pulang menuju Pelabuhan Muara Angke. di Kapal ojek Husayn duduk bersama kakak HAAJ di dek atas, Ali duduk bersama Atala dan bu Wiwiet, aku dan papanya malah duduk di dek bawah karena kapal sudah full, alhamdulillaah anak-anak tenang, happy dan tidak rewel. sesampai di Pelabuhan kami berfoto bersama. sungguh perjalanan yang sangat kaya, aku salut kepada kakak-kakak di HAAJ, mereka sangat perduli dengan anak-anak, menjawab setiap detail pertanyaan dengan ilmu , melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan sehingga anak-anak merasa menjadi bagian penting di komunitas itu, kakak-kakak HAAJ berasal dari berbagai profesi yg berbeda, jurusan kuliah yang berbeda, bahkan latar belakang usia yang berbeda, hanya satu kesamaannya, semua anggota HAAJ mencintai Astronomi. Mengutip quote dari Raken “Bahagia itu belajar sesuatu karena Cinta”. terima kasih kakak-kakak HAAJ, love u all.. sampai ketemu di Star Party 3 di Boschca :)

bersama kakak di pantai pasir perawan

bersama kakak di pantai pasir perawan

 

star party 2

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Contact Person

Humas : Indra Firdaus  +6281905542205
Pin BB : 2A6C8024

Cerita Tentang Festival Pendidikan Rumah

Ketika akan mengetikkan cerita tentang Festival Pendidikan Rumah 2013 ( FesPer 2013 ) ini, aku langsung senyum-senyum sendiri dan tak habis pikir, ternyata kami bisa berpartisipasi dan mengambil banyak ilmu dari acara tersebut. karena “ujian” saat akan berangkat itu sungguh banyak sekali sehingga benar-benar memerlukan keteguhan hati untuk berangkat, walau tiket kereta dan uang pembayaran kegiatan sudah kami siapkan jauh-jauh hari, ternyata ujian itu tidak hanya datang karena keuangan :)

Beberapa hari sebelum hari rencana keberangkatan kami, kebetulan ali sakit gusi, pipinya bengkak hingga matanya ikut bengkak, setiap orang yang melihatnya pasti kasihan, setelah dibawa ke dokter gigi belum sembuh juga, hingga akhirnya dua hari sebelum berangkat kami membawa ali terapi ke Mater Saeho, ahli pengobatan lulusan kuil di shaolin. menurut master, ali pipinya bengkak karena ada abses di gusinya lalu menyumbat kelenjar liurnya,setelah di terapi alhamdulillah sore harinya mulai ada perubahan pada pipi ali, bengkaknya mengempis dan berangsur-angsur membaik.

Setelah kami fikir urusan ali beres ternyata ujian itu datang lagi, hanya sehari sebelum berangkat, kebetulan Husayn ada latihan PRAMUKA di kebun binatang ragunan, aku lihat husayn agak beda sinar matanya, aku tawarkan untuk kami istirahat saja karena sepertinya husayn kurang sehat, tetapi husayn tidak mau dan tetap ingin latihan. sesampainya disana Husayn ceria bermain dan belajar bersama teman-temannya tetapi ketika materi pelajaran dimulai, tiba-tiba Husayn berlari ke arahku lalu bilang, semua orang warnanya hijau dan husayn merasa ingin jatuh, astagfirullaah wajah Husayn pucat dan ada bintik merah kecil di wajahnya, namun husayn mau pingsan karena ia belum sarapan, padahal sarapannya sudah kusiapkan di mobil dan seharusnya husayn memakannya tetapi karena antusiasnya ingin belajar jadi Husayn “malas” makan.

Akhirnya kami pulang duluan dan aku langsung membawa Husayn ke dokter, menurut dokternya Husayn terkena virus tetapi karena husayn tidak merasa pusing dan demam jadi dokter memperbolehkan untuk kami tetap berangkat ke jogja, walau aku masih bimbang, hingga seharian itu kami hanya bisa berdoa bersama, Husayn berdoa di setiap shalatnya agar diberi keputusan terbaik apakah kami terus berangkat atau merelakan untuk tidak jadi berangkat. hingga malam hari jam 12 malam Husayn merasa sangat “sehat” dan aku melihat tidak ada keluhan dari Husayn, lalu hati kami cenderung memilih untuk tetap berangkat akhirnya malam itu juga aku baru packing kebutuhan camping.

Pagi harinya kami menuju stasiun pasar senen karena kami memilih untuk naik kereta gajah wong, yaitu kereta ekonomi ac bertarif Rp. 125.000 per orang, yang ternyata sangat memuaskan pelayanannya, hanya kursinya agak sempit namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi kami. kami berangkat bersama keluarga mas aar – lala, dan keluarga Mas Reza – Raken. perjalanan yang sungguh asik, tidak ada keluhan sedikitpun dari anak-anak selain pertanyaan “kapan kita sampai ?” karena anak-anak sangat ingin terburu-buru sampai di jogja.

Sampai di Stasiun Tugu, Yogyakarta

Kami sampai di jogja tepat waktu, karena acara FesPer baru dimulai esok hari maka malam itu kami menginap di Griya Aissa, Villa milik keluarga mbak ully yang sungguh nyaman, dan malam harinya kemi kedatangan tamu istimewa, mas Yanuar Nugroho dan mbak Ira istrinya serta aruna dan nara, juga ada keluarga mas polo dan mas koko. kami mengobrol hingga larut sambil menikmati martabak enak dari mbak ira berikut menikmati kriuk-kriuk kripik getuk dari mas Polo… :)

Bersambung….

* Foto “meminjam” dari Rumah Inspirasi :)

Belajar Budaya Jawa

Tanggal 26 oktober 2011 Husayn dan teman-teman berkesempatan untuk mempelajari tentang budaya Jawa di acara Jelajah Budaya Jawa yang bertempat di Museum Nasional, Jakarta, Indonesia.

Kami berangkat dari rumah pukul 8.00 wib, sesampainya di sana Husayn mulai bergabung dengan teman-teman homeschooler lain yang telah lebih dulu sampai di museum. Acara ini diselenggarakan oleh sanggar Laksita Mardhawa, acara ini diikuti oleh lebih dari 1000 anak usia sekolah dasar. Kebetulan Husayn dan teman sesama Homeschooler dari klub oase kebanyakan usianya masih kecil tetapi alhamdulillah mereka masih bisa mengikuti acara ini.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, ternyata para homeschooler yang katanya kebanyakan tidak nasionalis karena gak pernah upacara bendera itu rata-rata hafal lagu Indonesia Raya. Termasuk Husayn. setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan menjelajah museum. Di acara ini dijelaskan tentang sejarah museum nasional, Museum nasional Berdiri 24 april 1778 didirikan oleh pemerintah hindia belanda salah seorang pendirinya bernama J.C.M. Radermacher. Museum yang terletak di jalan medan merdeka barat nomer 12 ini menyimpan banyak sekali peninggalan bersejarah tentang peradaban dan budaya Indonesia. Husayn sangat menikmati sesi ini, mereka berkeliling museum sambil dijelaskan oleh bapak pemandu yang baik hati dan sabar dalam membimbing anak-anak.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan belajar gamelan bersama-sama. Tadinya aku fikir anak-anak hanya akan melihat saja dan diberitahu sedikit tentang gamelan, ternyata Husayn dan anak-anak lainnya juga diajarkan cara bermain gamelan. Tentu saja mereka gembira, dan ternyata mereka bisa bermain dan menghasilkan suara yang enak didengar.

homeschooling

Belajar Gamelan

selesai bermain gamelan berlanjut ke acara belajar membuat gerabah, lalu mewarnai wayang kulit, dan membuat bakpia. Semua sesi dilalui Husayn dengan gembira, tidak ada keluhan sedikitpun darinya padahal acara sangat padat. Selesai dari membuat bakpia acara dilanjutkan dengan makan siang, sambil mendengarkan dongeng yang dipandu oleh kak Rian. Kak rian sangat bisa mencairkan suasana dan menyampaikan dongeng tentang sejarah aksara Hanacaraka dengan suasana asik, penuh keakraban. Selesai kak rian mendongeng ternyata ada kejutan lainnya yaitu pertunjukan wayang orang. Jujur saja dari kecil aku sangat takut dengan wayang orang entah apa sebabnya. Tetapi ternyata Husayn tidak menuruni perasaan takut seperti aku, bahkan setelah pertunjukan selesai husayn menarik-narik tanganku untuk foto bersama Hanoman. Oow mama takut naaakkk.. Berhubung gengsi. Kalau ketauan emaknya penakut, maka dengan pede dan keringet dingin aku mendekati pak hanoman dan Husayn yang sudah ada digendongan pak hanoman untuk memfoto mereka berdua. Klik Alhamdulillah…

foto bersama hanoman

acara terakhir adalah membatik, aku pikir Husayn akan capek mengikuti sesi ini karena acaranya memang padat dan melelahkan tetapi dengan semangat 45 Husayn menarikku untuk ikutan membatik, subhanallah mamanya yang teler anaknya masih semangat, maka mama ikutan deh mendampingi Husayn yang antusias membatik.

Alhamdulillah semua acara berlangsung dengan lancar, anak-anak membawa banyak ilmu hari itu. Kamipun pulang dengan menumpang Busway sampai ke rumah. Terima kasih team panitia jelajah budaya jawa. Husayn sangat bahagia bisa belajar banyak Hari itu. Keramahan dan kesabaran seluruh team kami acungi dua jempol. Smoga acara ini bisa menjadi acara tahunan sehingga husayn bisa ikutan lagi tahun depan… Inyaallah.. Aamiin…

Homeschooling Jakarta

berfoto bersama ketua penyelenggara ( ibu Arie )

Homeschooling Duo Ali tentang berkemah

Tanggal 23-24 juli kemarin akhirnya kami jadi juga mengikuti kegiatan camping keluarga bareng klub oase, awalnya kami ragu untuk ikut karena kebetulan kendaraan yang biasa kami pakai akan dipakai keluarga besar untuk kumpul di Sukabumi, tetapi kebetulan kami dipinjami mobil oleh mbak wiwiet dan bertugas mengambil perlengkapan kemah untuk seluruh peserta, jadilah dengan senang hati kami berangkat.

Selesai shalat subuh kami berangkat dari jakarta menuju Tapos untuk mengambil perlengkapan berkemah, sesampainya disana ternyata tidak semua perlengkapan bisa dibawa karena mobilnya terlalu kecil untuk membawa perlengkapan sekitar 13 keluarga, akhirnya jadilah kami bolak-balik Tapos-Citereup untuk membawa perlengkapan tersebut. Tetapi semua kami lakukan dengan senang hati karena sudah membayangkan asiknya berkemah bareng keluarga besar klub oase.

Setelah sampai di lokasi camping, kami mulai berlomba mendirikan tenda, yaiiy kami menang looh ternyata, tapi mungkin karena sebelumnya kami sudah “latihan” dulu membuatkan contoh tenda kepada peserta yang lain xixiixi. Lalu dilanjutkan dengan perkenalan anggota keluarga masing-masing, sementara itu anak-anak mulai berbaur bermain bersama. setelah makan siang bersama acara dilanjutkan dengan membuat craft dari kertas kokoru yg dibimbing oleh mbak dinar, anak laki-laki maupun perempuan semua antusias membuat karya. lalu dilanjutkan dengan acara petualangan Oase, acaranya seperti mencari jejak, kami memberi makan bebek, memberi makan ikan, tebak-tebakan bahkan menghitung gigi domba. wah seru sekali. [Read more…]

Fieldtrip ke PT. Staedtler bersama Klub Oase

Setelah melalui Proses Persiapan yang cenderung singkat, sejak pertemuan kami dari Klub Oase Bersama pak Raymond, mba Tika di kantor PT. Asaba di kawasan Juanda Jakarta Pusat pada akhir bulan Mei lalu, bergerak cepatlah Rekan-rekan di Klub Oase (Terimakasih dan Jempol untuk mereka 😀 ) untuk sounding ke Facebook dan Twitter masing-masing, walhasil… Sounding baru beberapa hari space kursi yang tersedia telah terpenuhi oleh teman-teman HSers yang semangat untuk ikut menyaksikan proses pembuatan Pensil Staedtler. Menyenangkan…. Menyenangkan…!!! [Read more…]

Homeschooling Husayn tentang Seni dan Budaya Indonesia

Hari sabtu pagi kami berencana untuk melihat pameran sepeda di Jakarta Convention Center, senayan, Jakarta. kami pergi dengan keluarga adikku, karena kami semua sangat menyukai dunia sepeda. setelah sampai disana ternyata pamerannya cenderung kepada sepeda bermerk yang harganya wow untuk ukuran kantong kami. akhirnya kami hanya berkeliling untuk melihat-lihat dan mengagumi sepeda yang dipamerkan.

mendengarkan penjelasan di stand kota Jogjakarta

[Read more…]

[ field trip ] Museum Zoologi

Hari Rabu tgl 25 Mei kemarin kami iseng-iseng fieldtrip ke museum Zoologi, Bogor, Jawa-Barat. kami berangkat pukul 11.00 wib, Husayn mengusulkan untuk naik kereta api saja, karena sudah siang dan tidak ada yang mengantar kami ke stasiun akhirnya kami berempat memutuskan untuk jalan kaki ke stasiun melalui perkampungan penduduk. aku dan pak Faizal belum pernah jalan kaki menuju stasiun sebelumnya tetapi Husayn sudah pernah, jadilah Husayn sebagai penunjuk jalan kami. perjalanan sekitar 15 menit dan seru sekali, menyusuri pinggir kali yang airnya penuh sampah, jalan kecil dan jembatan dan akhirnya melalui jalan setapak menuju stasiun kereta api Manggarai.

Berangkat menuju Bogor

Berangkat menuju Bogor [Read more…]