Kejutan di Hari Pendidikan Nasional 2016

Memulai menulis tentang pengalaman seharian di hari pendidikan nasional ini selalu membuatku terharu, banyak kejadian yang tidak aku sangka akan terjadi. tahun ini klub oase bersama dengan rumah inspirasi bergabung di gerakan pesta pendidikan yang digagas oleh mbak Najeela Shihab, Pesta Pendidikan adalah gerakan yang mengusung tema “Semua Murid, Semua Guru”, sejuk rasanya ketika aku membaca konsep gerakan keren ini, karena nilai-nilai yang ingin dibangun didalamnya sangat dekat dengan apa yang sudah kami keluarga homeschooler lakukan, gerakan pesta pendidikan ini sangat di dukung oleh pihak kementrian, di gerakan pesta pendidikan ini kami bertemu dengan banyak teman seperjuangan di dunia pendidikan dengan visi dan misi yang kurang lebih satu frekuensi.

Mengawali hari pendidikan nasional 2 mei 2016 ini dengan berangkat ke Kementrian DIKBUD untuk menemani Zaky dan Tata yang akan mengikuti pesta mural, sesampainya di sana tanpa diduga ternyata Husayn bisa ikut menjadi peserta juga, ini pengalaman pertama untuk Zaky, Husayn dan Tata menggambar di bidang besar, dan kebetulan mereka menjadi peserta termuda dan tidak bersekolah formal diantara para peserta dengan usia SMP dan SMA. seakan ALLAH SWT ingin memberikan kami para homeschooler terlihat oleh mas menteri yang baik hati, bukan kebetulan jika ternyata posisi anak-anak menggambar berada tepat di depan posisi podium mas menteri. waktu berjalan dengan lancar dan aku sungguh terharu dengan hasil mural anak-anak, mural yang ceria khas anak-anak namun dapat menyampaikan pesan untuk orang yang melihatnya.

hardiknas

anies baswedan

 

Didalam rangkaian pesta pendidikan 2016 ini kami Klub Oase dan Rumah Inspirasi berkesempatan membuat satu acara yang dinamakan “Bincang Seru Homeschooling 2016”, acara kami nantinya akan disupport penuh oleh pesta pendidikan, kami memang berencana ingin membuat acara ini kembali setelah di tahun 2014 kami menyelenggarakannya, hanya kami tidak menyangka kalau akhirnya acara ini bisa tergabung didalam rangkaian pesta pendidikan. Untuk lokasi acara ini rencananya kami akan dipinjami ruangan di salahsatu gedung kemdikbud, mbak Najeela Shihab menjadi perantara antara kami dan KEMDIKBUD untuk mendapatkan tempat yang pas, kebetulan saat acara pesta mural berlangsung aku dan mas aar di perkenalkan kepada mbak Hilmi dari pihak DIKBUD yang sudah mengizinkan kami untuk memakai tempat disana, dan kami pun dipersilahkan untuk mengecek lokasi yang telah disediakan untuk acara tanggal 21 mei nanti.

Setelah berkenalan dengan pihak KEMDIKBUD aku dan mas aar mulai berjalan lorong demi lorong, sambil kami mengobrol tentang apa itu homeschooling kepada ibu bapak yang mengantar kami menuju lokasi, entah mengapa rasa hangat menjalar di leherku kemudian turun ke hati, aku tidak menyangka sebagai “homeschooling pastel” yang selalu dituding sebagai keluarga yang susah diatur oleh pihak-pihak tertentu (pastinya bukan pihak DIKBUD – sensor) padahal kami ini keluarga yang mau diatur sebenarnya loh jika memang yang mengatur benar-benar pihak yang seharusnya mengatur ( hihihi maap lebay ) dan dianggap tidak akan dilirik oleh pihak KEMDIKBUD kemudian bisa berada sedekat ini dengan pihak kementrian, dan mereka sangat terbuka, merangkul kami bahkan ternyata setelah mengobrol dengan mbak Hilmi, beliau akan mensupport penuh untuk acara kami, dan  akan menjadi bagian dari rangkaian acara HARDIKNAS, boleh memakai logo HARDIKNAS dan lain sebagainya. rasanya seperti mendapat durian runtuh yang sudah dikupas ( karena aku lebih suka durian kupas daripada kulit durian. hehehe apaseh, abaikan). yang serunya lagi kami boleh memakai Graha Utama di Gedung A yang lokasinya satu lantai dengan kantor pak Menteri. huhuhu terharuuuu…

Setelah urusan mengobrol dan Administrasi selesai, disaat aku masih merasakan air  hangat ingin jatuh dari mataku, aku mendapat kabar bahwa di malam itu, di acara siaran langsung Pesta Pendidikan yang akan disiarkan oleh Metro TV yang mengambil slot acara Mata Najwa, Kaysan salahsatu anak yang sering berkegiatan bersama di Klub Oase akan menjadi salahsatu bintang tamu sebagai siswa berprestasi. lagi-lagi leherku tercekat, malam itu salahsatu anak homeschooling akan diwawancara oleh pak menteri disiarkan oleh TV nasional, iya diwawancara langsung oleh pak Menteri karena ternyata malam itu Pak Menteri yang menjadi host. huhuhu makin lebay, rasanya gerilya perjuangan itu mulai ditunjukkan ALLAH SWT hasilnya. Malam itu aku, lala dan wiwiet akhirnya memutuskan untuk bersama-sama mensupport Kaysan dan menonton langsung acaranya di gedung Arsip Nasional. sepanjang acara rasanya benar-benar mataku menghangat. aku tau ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, justru ini adalah awal dari sebuah perjuangan. kalau kata sahabatku gus Aji “anak homeschool nggak perlu menjadi apa-apa, dia hanya perlu menjadi dirinya sendiri”, teman-teman ada yang mau merasakan energi keluarga homeschooling dan ingin tau banyak sebenarnya apa sih homeschooling itu ? yuk kita “kembali belajar” di tanggal 21 mei 2016 nanti, datang ke acara Bincang Seru Homeschooling 2016. tunggu informasi selanjutnya dari kami yaa….

13087783_10207520534349126_7266909833997311513_n

13133168_10153558553401778_5001801203296457223_n

 

 

Bergandengan Tangan Menggali Bakat Minat Anak

Beberapa hari ini aku sangat serius membaca beberapa buku tentang pengembangan bakat minat anak, salah satunya adalah buku Ayah Edy yang berjudul “memetakan potensi unggul anak”, bukunya bagus dan membuka wawasan terutama bagi para orangtua yang bingung bagaimana mengenali bakat minat anak yang nantinya dapat menjadi sarana sukses anak secara finansial dan berbagi manfaat bagi orang lain.

Pagi ini tiba-tiba Husaynku datang dan bilang bahwa aku terlalu serius membaca bukunya, sehingga ia sangat ingin tau buku apa yang sedang aku baca, aku menjelaskan kepadanya bahwa aku sedang belajar untuk dapat menemaninya menuju tujuan hidupnya kelak, dan aku sangat butuh kerja sama darinya agar kami dapat berjalan bersama, Husayn lalu memelukku dan mengucapkan terima kasih, dan ia berjanji akan bekerjasama untuk hal itu.

Menemani perjalanan kesuksesan anak-anak adalah tugas penting semua orangtua, kita seperti sedang berjalan bersama di dalam lorong dengan banyak cabang, terkadang anak ingin belok ke kiri tetapi orangtua maunya ke kanan, atau sebaliknya. maka didalam perjalanan ini diskusi menjadi hal yang sangat penting dilakukan, kita harus memiliki telinga yang lebih lebar dibanding mulut yang terus berbicara, sehingga kita bisa menjadi partner yang dipercaya oleh anak-anak.

Kebanyakan dari orangtua biasanya menggunakan otoritas besarnya untuk membuat anak menjadi sukses dalam versinya, tanpa banyak bertanya apa sesungguhnya hal bahagia yang dapat membawanya menuju kesuksesan lahir bathin. aku punya sedikit cerita tentang pentingnya bakat minat anak yang akan membimbing mereka dalam kesuksesan, berikut sedikit ceritanya :

aku memiliki sepupu, vicky namanya (nama sebenarnya) hehehe, ketika akan lulus SMP vicky bilang sangat ingin masuk sekolah tata boga karena ia sangat suka memasak, membuat kue dan semua yang berhubungan dengan kuliner, tadinya papanya tidak mendukung karena vicky anak laki-laki yang diharapkan punya profesi “keren” kelak, tapi ibunya (tante aku) mendukung vicky dan akhirnya memasukkannya ke sekolah tata boga. ketika hal ini diceritakan ke keluarga besar kami, banyak keluarga besar yang menyayangkan karena vicky mengambil jurusan sekolah yang tidak keren, hanya aku yang bilang bahwa vicky anak hebat, yang kelak akan berhasil dibidangnya.

tanteku  semakin optimis setelah aku sampaikan bahwa vicky tidak harus menjadi chef, vicky bisa jadi pengusaha restoran atau pengusaha catering bahkan pemilik hotel nantinya, karena vicky melakukan pekerjaannya dengan cinta.

kemarin ketika arisan keluarga, tanteku menunjukkan foto vicky yang bangga memakai baju prakteknya lengkap dengan celemek, vicky juga cerita banyak tentang tekni memasak dan teknik lain dalam dunia kuliner yang ia pelajari, bahkan vicky sekarang sering menjadi pemimpin di kelompoknya, matanya berbinar dan bibirnya penuh senyum, aku melihat binar kesuksesan kelak di mata itu, alhamdulillaah sekarang vicky setara kelas 1 SMA di sekolah tata boga, vicky masih terus berjalan dan beruntungnya vicky ada tangan orangtuanya yang menuntunnya dengan penuh kasih.

Sekarang ini jarang sekali anak-anak yang tau tujuan hidupnya, kebanyakan anak hanya mengikuti jalur yang sudah ada, mengekor kesuksesan teman-temannya, atau pasrah mengikuti obsesi orangtuanya sehingga mereka baru sadar ketika sudah “tersesat” situasi yang jauh berjalan sehingga merasa susah untuk keluar dari situasi tersebut. semoga kita mampu membuka telinga lebih lebar untuk banyak mendengarkan anak-anak sehingga bisa berjalan beriringan menuju kesuksesan mereka kelak. mama masih banyak belajar, kita sama-sama belajar ya nak…

Tetaplah Menjejak Bumi nak…

Tetap menjejak bumi, adalah salahsatu hal yang sering aku bicarakan bersama para sahabatku sesama homeschooler, aku lala dan wiwiet sering sekali membahas tentang pentingnya anak-anak kita untuk tetap “menjejak bumi”, ketika suatu hari nanti anak-anak kita menjadi “seseorang”. maksudnya adalah, anak-anak harus bisa melihat ke bawah, mereka sangat boleh berfikir dan melakukan langkah yang revolusioner tetapi mereka juga harus tetap melihat “ke bawah” untuk menjadi bahan pertimbangan.

Sudah sewajarnya jika setiap keluarga homeschool memiliki jalan yang berbeda-beda walau memiliki tujuan yang sama, untuk keluarga kami, salahsatu bahan belajar anak-anak untuk tetap menjejak bumi adalah mengenal seluruh lapisan masyarakat, keragaman bangsa ini, strata sosial yang berbeda, hingga anak-anak tidak merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar, paling unik dan paling-paling lainnya, anak-anak harus mengerti bahwa “kita” lebih penting dibanding “aku”. dan pucuk dicinta ulampun tiba ketika bude, pakde dan anaknya akan pulang kampung ke purwokerto, husayn tiba-tiba menyatakan niatnya untuk ikut pulang kampung. tanpa ragu-ragu akupun meng iyakan permintaannya, aku dan suami mempercayai keluarga bude nur ini karena mereka sekeluarga telah tinggal dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga kami lebih dari 20 tahun, jadi sudah seperti saudara sendiri.

petualangan husayn

Ketika aku membolehkan husayn (8tahun) untuk ikut, ia pun bersorak dan mulai repot mempersiapkan perlengkapannya, aku ingin perjalanan Husayn berlangsung se-alami mungkin, tak ada keistimewaan karena ia ikut, diawali dengan membeli tiket kereta ekonomi seharga Rp.40.000 seperti yang biasa keluarga bude lakukan. hingga ketika berangkat jam 4 subuh menuju stasiun pun mereka berangkat menggunakan bajaj tidak aku antar, aku ingin husayn merasakan perjalanan keluarga bude yang sesungguhnya, bukan perjalanan yang aku disain khusus untuknya. sebelum berangkat aku hanya berpesan ” Husayn, selalu berdoa dan bershalawat di setiap langkah husayn, dijaga shalatnya, tetap bersama bude, pakde dan kaka lila selama pergi ya,  sampaikan salam mama sambil husayn pijitin mbah (ibunya bude), dengarkan teman-teman husayn waktu mereka bercerita lalu cerita dan berbagi ilmu yang Husayn punya kepada teman-teman disana.” pesan itu aku utarakan sambil kupeluk Husayn tepat dipintu bajaj, dan Husaynpun mengangguk sambil tersenyum.

Jujur saja, sebagai seorang ibu sebenarnya ada rasa khawatir didalam diriku tetapi kepercayaanku kepada keluarga bude dan Husayn dan tentu saja kepercayaanku akan kekuatan doa mengalahkan rasa khawatir ini. selama Husayn pergi kurang lebih seminggu, aku tak banyak menelepon Husayn, aku membawakan Blackberry (BB)  bekas pakaiku kepada Husayn dengan tujuan untuk berkomunikasi dan kamera selama ia disana, jadi aku bisa memantau Husayn dari status-status yang ia buat, dan aku sangat lega membaca ceritanya dan melihat status-status serta foto-foto di bb Husayn. suatu ketika ketika kami bertelepon husayn bilang “mama maaf kalau Husayn jarang bbm dan telepon, itu bukan karena Husayn nggak kangen mama tapi mungkin karena Husayn lagi sibuk disini” :)” oya  husayn menceritakan perjalanannya selama di purwokerto di blog Husayn disini.

homeschooling

Ketika saat pulang tiba, Husayn banyaak sekali bercerita, tentang rumah bude, si mbah, permainan di kampung, hewan-hewan, sungai, bahasa daerah dan tentu saja teman-teman baru. aku terharu mendengar cerita bude tentang Husayn selama disana, semua teman mencintai Husayn, komentar dari tetangga di kampung dan saudara-saudara di kampung juga membuatku ingin meneteskan air mata, bude bercerita bahwa selama disana Husayn jadi anak yang sangat santun, selalu mencium tangan setiap orangtua, tidak jijik dan merasa “orang kota”, nyenyak tidur dan tak rewel makan dengan keadaan yang terbatas di kampung, tidak meninggalkan shalat, teman-teman di kampung bahkan ada yang meneteskan air mata saat Husayn kembali ke jakarta. Husayn selalu mudah berbaur dengan siapa saja, berbagi cerita tentang kota dan ilmunya kepada teman-temannya ( ia melaksanakan pesanku ).

husayn homeschooling

homeschoolers journey

Alam adalah sekolahmu nak, Kehidupan nyata adalah Ujianmu, tetap istiqomah dalam menjalani setiap detik pembelajaran dalam hidupmu ya nak. aku.. mamamu… tetap akan merengkuhmu dalam cinta untuk setiap proses yang kau lalui…

salam cinta…

 

Homeschooling dan (lagi) Sosialisasi

“mama kita perlu samperin kakek yang terakhir komentar itu, mesti dikasih tau kalo anak homeschool itu sangat banyak teman sebayanya, kasian dia salah paham ” itulah komentar husayn setelah menyaksikan liputan tentang keluarga kami di NET TV. dan lagi-lagi isu ini yang memang paling cocok dicari sisi negatifnya, saya melihat si bapak pakar pendidikan itu juga “males-malesan” membicarakan tentang sisi positif homeschooling “yaa, mereka bisa belajar semaunya, mungkin kalo bisa dibilang sisi positifnya, mungkin itu positif” kata sang pakar. jadiii sodara-sodara ini masih mungkin looh bukan beneran positif hehehe.

Tapiii… sekarang ini aku sudah tidak lagi mempermasalahkan pandangan orang tentang sisi positif dan negatif metode pendidikan yang keluarga kami jalani sekarang ini, aku lebih fokus kepada eksplorasi bakat minat anak-anak dan hal-hal apa saja yang perlu kami fasilitasi dalam kegiatan yang diminati oleh anak-anak. hanya aku tergelitik mengomentari sang pakar karena ajakan Husayn untuk menemui beliau dan memberitahukan tentang sisi sosialisasi dari sang praktisi (yaitu Husayn) kepada kakek pakar. semoga suatu hari nanti kita dipertemukan ya nak..

Jadi apapun positif dan negatifnya hal yang terpenting buatku adalah keluarga kami menikmati proses belajar ini.. yuuk nonton rekaman liputannya yaa.. ini diaa :

Tulisan Pertama Ali

Cerita-cerita yang kutulis selama ini sepertinya kebanyakan cerita tentang Husayn, mungkin itu karena husayn sudah mulai banyak berkegiatan yang agak “serius” hehe sedangkan ali masih lebih banyak ikut-ikutan dan belum berkegiatan sendiri, ali selalu mengikuti kegiatan-kegiatan abangnya, setiap aku tanya, ali sepertinya belum punya keinginan untuk memilih suatu kegiatan yang menurut saya serius. jadilah isi blog ini kebanyakan tentang si abang Husayn, tapi kali ini aku akan bercerita tentang si kecil ali yang mulai terasa lebih “dewasa” setelah usianya menginjak 5 tahun (waaaah aku tak punya balita lagii )

Sudah menjadi kesepakatan tak tertulis bagiku dan suami untuk tidak mengajarkan anak-anak menulis dan membaca dibawah usia 7 tahun, jadi selama ini kami tidak pernah memberitahu secara khusus kepada ali tentang alphabet dan kosa kata, tetapi selama ini ali selalu “belajar” sendiri bersama abangnya untuk mengenal huruf. di rumah kami anak-anak jarang sekali menoton TV, kebetulan monitor TV di rumah kami disambungkan dengan perangkat berbasis android sehingga sering berubah fungsi menjadi monitor untuk browsing internet, salahsatu kegiatan favorite anak-anak adalah berselancar di youtube, mencari tutorial games, film, lagu atau tayangan apapun juga yang ingin diketahui oleh duo ali. maka itu kami menyebut yotube sebagai salahsatu “guru”nya duo ali.

Didalam proses itulah ali ternyata juga belajar alphabet dan kosa kata, ali selalu meminta abangnya untuk memberitahu huruf-huruf yang diperlukan untuk merangkai kata dengan keyboard di kolom “search” di youtube. misalnya ali ingin menonton “tutorial minecraft” maka ali akan meminta abangnya untuk menyebutkan huruf perhuruf untuk ali ketikkan di kolom “search”, awalnya selalu abangnya yang menuliskannya tetapi lama kelamaan si abang mulai terganggu karena setiap ali mau mencari sesuatu maka abangnya yg dicari, karena hal itu maka abangnya kemudian mengajarkan ali untuk mengenal huruf sehingga abangnya hanya akan menyebutkan huruf per huruf dan ali yang mengetikkannya.

Awalnya aku dan suami tidak menganggap hal itu istimewa tetapi ternyata dengan begitu ali mulai mengenal huruf secara alami, tanpa ali merasa disuapi, ali belajar mengenal huruf karena ali butuh, dan hasilnya subhanallaah ali mulai tau huruf dan kata, dan yang membuatku kaget sekarang ali mulai menulis, kemarin ali menulis huruf untuk pertama kalinya, walau tulisannya masih terbalik-balik tetapi aku senang sekali, “better late than early” mulai “bekerja”, dan keinginan kami untuk membentuk anak-anak sebagai pembelajar mandiri mulai terlihat di diri ali.

tulisan pertama ali

tulisan pertama ali

Setiap keluarga memang memiliki visi dan misi masing-masing, juga memiliki gaya yang paling cocok untuk keluarganya masing-masing. dan aku sangat nyaman dengan gaya belajar keluarga kami. jadi inget kata-kata dari Homeschooling Idea’s “education is a journey not a race” maka dikala anak usia 5 tahun lainnya sudah bisa lancar menulis dan membaca justru saat itu ali kecil kami baru memulai perjalanannya dengan rasa bahagia dan mandiri. dan kami juga sangat menikmati perjalanan ini. :)

Youtube dan internet sebagai media bantu belajar duo Ali

Homeschooling Jakarta

Homeschooling “charlie” di Jakarta

Alhamdulillah….. di rumah kami, anak-anak sangat terbiasa dengan dunia internet termasuk situs Youtube yang berjasa banyak buat belajarnya mereka. kebetulan di rumah kami pakai Speed up TV, jadi anak-anak terbiasa browsing dan menonton dari situs youtube di TV, walau pakai TV kabel tetapi sepertinya kami sangat jarang menonton TV baik lokal maupun luar negeri. alhamdulillah beberapa bulan lalu jaringan First media masuk ke dalam wilayah rumah kami, jadilah youtube menjadi teman setia anak-anak di rumah.

Dari setiap tamu yang datang ke rumah kami yang mungil itu :) rata-rata mereka komentar tentang kebiasaan anak-anak yang bebas browsing dan nonton youtube melalui TV karena kebetulan TV kami berada di ruang tamu, sehingga jika ada tamu datang maka mereka juga akan melihat aktivitas anak-anak dan TV internetnya. Tamu yang datang kebanyakan keluarga atau teman dekat dan pertanyaan yang dilontarkan hampir rata-rata sama, yaitu : ” Mella dan Faizal percaya penuh kepada anak-anak untuk browsing dan nonton youtube ya ?”,” ga ngeri dengan perkembangan internet yang liar di zaman sekarang ?”, “aku sih ga izinin anak-anak buat bergaul bebas dengan internet loh”, “kalian mengawasi kegiatan anak-anak dengan gamesnya ga sih ?”, “ga takut anak-anak jadi addict sama games dan internet ya ?”, dan masih banyak pernyataan dan pertanyaan lainnya yang intinya sama yaitu keheranan mereka karena kami sangat santai anak-anak bergaul dengan game dan internet.

Jika aku bisa menganalogikan tentang hubungan aku dan mas faizal ke anak-anak itu sebenarnya seperti hubungan pacaran, atau seperti hubungan suami dan istrinya, yang sangat menjaga komitmen, kepercayaan karena cinta. aku dan mas faizal sangat mempercayai anak-anak karena sebelumnya kami sering berdiskusi, menyelami hati masing-masing, berbicara tentang tanggung jawab, perjalanan yang cukup panjang sejak anak-anak dilahirkan hingga kini. hingga ke urusan internet dan games pun akhirnya juga berdasarkan kepercayaan, walau tetap kami dampingi sesekali, tetapi kami jarang sekali mengintervensi tentang situs apa yang mereka tidak boleh buka, atau games apa yang tidak boleh mereka mainkan, hanya sesekali saja kami berdiskusi tentang hal ini, itupun tanpa tekanan kepada anak-anak.

Banyak kejadian lucu dan mengherankan kami sejak TV internet dan youtube ini menemani anak-anak, dan ini membuktikan pada kami bahwa kami  sebagai orang tua wajib menemani dan berdiskusi dalam penjelajahannya, karena kadang justru pengaruh dari beberapa anak tetangga yang ikutan nimbrung browsing video bersama duo Ali yang membuat heran kami, kata kunci pencarian-pencarian yang lucu-lucu sampai kata kunci yang berbau mistik kadang kami temukan di histori pencarian :) .

Demikian Sharing kami tentang Youtub sebagai media belajar sambil bermain anak-anak kami, semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat.

 

 

Catatan Ramadhan Husayn Hari ketiga

Hari ketiga di bulan ramadhan alhamdulillah husayn bisa sahur, shalat 5 waktu dan belajar iqra dengan lancar dan bahagia. Kenapa bahagia menjadi sangat penting ? Karena itulah yang ingin ku tanamkan di diri husayn, bahwa beribadan dengan penuh kebahagiaan merupakan nikmat yang luar biasa.

Tapiiii hari ketiga husayn puasa hanya sampai jam 12.00 WIB. Aku membolehkannya untuk berbuka karena memang puasa tahun ini masih merupakan proses belajar bagi Husayn. Tapi sepertinya husayn berbuka di siang hari bukan karena husayn tidak kuat puasa, tetapi dikarenakan memang sudah diniatkan olehnya bahwa Husayn akan buka jam 12 siang. Hehe

Setelah berbuka ada perasaan menyesal di hati Husayn katanya, karena husayn berbuka terlalu cepat. Sore harinya Husayn ikut aku dan pa faizal urus training di apartement Puang ali. Hingga malam kami disana, alhamdulillah Husayn bisa belajar bersosialisasi dengan lintas umur juga disana. Karena banyak teman papa dan mamanya menjadi teman juga bagi Husayn.

Doakan bisa istiqomah yaa belajarnya Husayn.. Happy Fasting men temen :)

Catatan Ramadhan Husayn Hari Pertama dan Kedua

Alhamdulillah bulan ramadhan telah tiba, di ramadhan kali ini Husayn sudah mulai tertarik untuk mengikutinya. Harapanku ramadhan ini husayn sudah nyaman untuk sahur, shalat subuh berjamaah dan kemudian belajar mengaji.

Hari pertama ramadhan sudah menjadi tradisi di keluarga kami untuk sahur bersama di rumah orangtuaku. Kebetulan hari pertama ramadhan kali ini jatuh pada hari sabtu, maka suasana jadi lebih ramai karena banyak keluarga yang kumpul disana. Di hari pertama ini Husayn menampakkan antusiasme yang luar biasa saat sahur, husayn bangun sahur lalu makan banyak, berlanjut ke masjid untuk shalat berjamaah, setelahnya husayn terus main tanpa tidur lagi.

Hari pertama Husayn belajar puasa kami tidak bersama, karena aku dan faizal harus menghadiri taklim di siang hari, setelah pulang malam harinya mamaku bilang husayn tadi buka puasa jam 2 siang, alhamdulillah…

Lalu hari kedua puasa, kami sahur di rumah kami sendiri, alhamdulillah di luar dugaan, husayn masih semangat sahur walau hanya sahur sekeluarga saja, husayn makan sahur, lalu shalat berjamaah di rumah, dilanjutkan dengan belajar iqra. Di hari kedua sekitar jam 17.00 WiB aku mendapati husayn menangis, dengan wajah memelas husayn bilang perutnya lapar, kemudian kami ngobrol, aku menjelaskan padanya bahwa skg husayn belum wajib puasa, maka sangat boleh kalau husayn mau buka puasa saat itu, anehnya husayn keukeuh untuk tidak berbuka sore itu, tetapi menyempurnakannya hingga saat berbuka ( malam ).

Selama menunggu berbuka, husayn sangat lemas, sampai-sampai aku memaksanya untuk berbuka, tetapi sambil menangis husayn tak mau berbuka, akhirnya sepanjang 1 jam itu kami ngobrol tentang keutamaan puasa, yg membatalkan puasa, ayat-ayat alqur’an yang menjelaskan tentang puasa dan berbuka. Alhamdulillah waktu berlalu dengan cepat hingga waktunya magrib, kami bersiap shalat berjama’ah dilanjutkan dengan berbuka setelah shalat magrib.

Sebenarnya aku agak “takut” Husayn kapok menjalankan puasa karena rasa lapar dan haus, alhamdulillah ternyata rasa itu tidak membuat husayn kapok karena Husayn sudah mengerti tujuan puasa untuk apa dan terutama bukan karena hadiah tetapi karena CINTA kepada ALLAAH SWT. Subhanallah anakku sudah besar, alhamdulillah.. Shalawat…

Terima Kasih Husayn… :)

Selamat Berpuasa teman-teman :)

Seminar Internet untuk Pendidikan Anak

Bagaimana memanfaatkan teknologi komputer/Internet untuk pendidikan anak? Bagaimana strategi memanfaatkan komputer/Internet untuk mendapatkan pendidikan berkualitas? Bagaimana memanfaatkan resource materi-materi internasional yang ada di Internet? Bagaimana perkembangan dunia virtual dan kegiatan belajar jarak jauh (distance learning) berbasis Internet?

Itulah diantara materi yang akan dibahas dalam Seminar “Memanfaatkan Komputer/Internet untuk Pendidikan Berkelas Dunia” yang diselenggarakan oleh Klub Oase.
**

Tema Seminar:
“Memanfaatkan Komputer/Internet untuk Pendidikan Berkelas Dunia”

Waktu dan Tempat:
Hari/tanggal: Sabtu, 9 April 2011
Tempat : Toko Buku Leksika, Jl. Lenteng Agung No. 101. Jakarta Selatan
Pukul : 09.00 – 13.00

Pembicara:
Lala Sumardiono (Rumah Inspirasi, aktivis SecondLife for Education Indonesia)
Mark Sivy (Konsultan Virtual Learning, North Carolina, US)
Ines Puspita (Guru pada Deutsche International Schule, aktivis pendidikan)

Materi:
a. Ragam peluang pembelajaran melalui Internet (Lala Sumardiono)
– mengenali peluang dan potensi pembelajaran menggunakan internet
– model-model pembelajaran menggunakan internet
– strategi dan persiapan belajar melalui Internet

b. What is a Virtual World and How Can It Be Used for Education? (Mark Sivy)
Pengantar dan pembahasan peluang dunia virtual untuk pendidikan berbasis rumah.
– Virtual Worlds
– Virtual Environments
– Considerations
– Learner Benefits
– Parent/Teacher Benefits
– Organizational Benefits

c. Pendidikan internasional dari rumah (Ines Puspita)
– pendidikan berbasis internet dan pembelajaran virtual
– penggunaan platform 3D SecondLife sebagai infrastruktur belajar
– contoh-contoh pembelajaran di dunia virtual
– pemanfaatan internet untuk mendapatkan pendidikan berkualitas internasional

Biaya seminar:
Rp. 125.000,- (seratus dua puluh lima ribu rupiah)/orang. Setiap peserta akan mendapat CD berisi materi-materi belajar (link, software) yang dibahaskan di dalam seminar.

Pembayaran melalui BCA a.n Faizal Kamal 007-257-727-1

Informasi & pendaftaran: Mella Fitriansyah
Tel. 0818-933-637 / 0812-979-340

Konfirmasi pembayaran dilakukan kepada Mella Fitriansyah (melalui SMS atau email: mella_fitriansyah@yahoo.com). Informasi di dalam konfirmasi: cara transaksi (transfer/tunai) tanggal transaksi, jam transaksi, nama pemilik rekening, nilai transaksi, nama peserta.

(Contoh konfirmasi: transfer ATM BCA, 1 Maret, 09.09, dari Wahyu Sulistio, Rp 250.001, utk Wahyu Sulistio dan Rini Sulistio.)

Lain-lain:
TEMPAT TERBATAS. Peserta akan dilayani dengan prinsip first-in first-served; yang melakukan transfer pembayaran dan konfirmasi yang akan dicatat sebagai peserta sesuai dengan urutan waktu.

**

Tentang Pembicara:

Lala Sumardiono (Avatar: Lala Rembrandt) adalah praktisi homeschooling, co-founder Rumah Inspirasi dan Klub Oase. Dalam praktek homeschooling yang dijalani 3 anaknya, Lala banyak menggunakan sarana komputer dan Internet untuk memudahkan penyelenggaraan proses homeschoolingnya. Selain menggunakan Internet untuk pendidikan anak, Lala banyak melakukan pembelajaran mandiri dan bekerja di Internet. Selain bekerja sebagai freelance designer/web designer, Lala (Avatar: Lala Rembrandt) aktif sebagai pegiat di SecondLife for Education Indonesia (SLED Indonesia) yang mempromosikan kegiatan belajar menggunakan platform 3D. Kegiatan online Lala bisa disimak di: Rumah Inspirasi, My Journey in SecondLife, dan Lala Rembrandt.

Mark Sivy (Avatar: Aedann Slade) adalah konsultan virtual learning yang tinggal di North Carolina, US. Mark banyak mengerjakan proyek-proyek dan membantu Perguruan Tinggi yang ingin menggunakan media virtual dalam kegiatannya. Profil selengkapnya Mark Sivy bisa dilihat di http://www.pixellighthouse.com/partners.html

Ines Puspita (Avatar: Ines Ogura) adalah seorang pengajar di Deutsche Internationale Schule-Jakarta (German International School-Jakarta) dan aktivis pendidikan yang sangat senang berbagi informasi mengenai pendidikan-pendidikan berkualitas internasional. Selain itu, Ines Puspita aktif menjadi pegiat kegiatan belajar di komunitas virtual Second Life, bekerjasama dengan berbagai lembaga internasional. Ines adalah salah satu koordinator program “Ask The Expert”, kegiatan belajar untuk anak-anak di berbagai penjuru dunia bersama para ahli di berbagai universitas. Profil dan kegiatan Ines Puspita bisa dilihat di: http://inesogura.weebly.com/

sumber : rumah inspirasi