Disiplin dan Homeschooling

Suasana disebelah rumah yang terdengar pada pukul 05.30, “Adeeee,,, bangun, udah jam 6” lalu “kakak, cepeett lama banget mandinya, ade belum mandi, tau diri dong kalo mau lama-lama mandi sore aja, jangan pagi-pagi, kalo perlu basahin badan, sabunan, sikat gigi, udah (lanjut ocehan omelan menggema)” lanjut “kliping yang semalaem dikerjain mana, cepet habisin rotinya (omelan ke si anak tengah)”.

Suasana di rumah ini pukul 04.45, “abang sayang, ali sayang, udah subuh yuk shalat dulu, masih ngantuk ya nak ? yuk kita bersyukur dulu masih dikasih kesempatan buat bangun pagi ini, alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihin nusyuur” lalu berlanjut shalat subuh berjama’ah, berdoa, ngobrol dan bercanda sebentar, lanjut jalan pagi/bersepeda.

homeschooling-jakarta

Dua suasana yang berbeda, yang aku yakin anak-anak lebih memilih untuk berada di rumah ini. memang tidak selalu lancar prosesku membangunkan anak-anak, kadang ali merengek bahkan husayn menggerutu, tetapi setelah mereka mencuci muka dan berwudhu pasti wajah mereka sumringah lagi, aku memaklumi anak usia 8 dan 5 tahun memang tak selalu mudah dibangunkan di kala subuh, apalagi setelah sehari sebelumnya mereka beraktivitas berat atau tertidur terlalu larut, tetapi semua itu selalu kusyukuri, dan kuanggap sebagai proses belajar bagiku dan anak-anak.

Salahsatu hal yang sering diperdebatkan oleh kerabat atau teman yang memprotes tentang homeschooling kami adalah soal KEDISPLINAN. ketika hal tersebut ditanyakan kepada kami kadang kami hanya bisa menjawabnya dengan senyum, karena sudah lelah mengulang cerita yang sama atau obrolan yang sama, kami juga merasa terkesan membela diri jika terlalu menanggapi diskusi yang tak berujung.

Suatu hari Husayn 8y pernah bertanya kepadaku “mama, kenapa **** selalu dimarahi kalo terlambat bangun, dia dimarahi karena takut terlambat sekolah, tp dibiarkan saja kalo ga shalat subuh, memang lebih penting sekolah ya ma daripada shalat ?” aku hanya bisa tersenyum menjawabnya, namun diakhiri dengan diskusi panjang mengenai kedisiplinan bersama Husayn. aku percaya kedisiplinan bukan karena seseorang bersekolah atau homeschooling, tetapi kedisiplinan bergantung kepada individu masing-masing dan tentu saja karakter keluarga yang dibangun, maka apakah teman-teman masih belum yakin bahwa homeschooler juga bisa disiplin ?

salam cinta

Mella ^__^

 

 

Akhirnya… Husayn Baca Buku Juga

Yuhuuu… kemarin adalah hari yang mengejutkan untukku, tiba-tiba Husayn membawa satu buku kemana-mana, membukanya, membacanya kemudian ditutup lagi, dilanjutkan dengan kegiatan lain, lalu kembali lagi mengambil buku yang sama, membukanya, membacanya beberapa lembar lalu ditutup lagi, dan begitu seterusnya. bagi orangtua lain mungkin hal yang tidak istimewa melihat anaknya membaca, tetapi bagiku hal tersebut sangat istimewa. baru sekitar tiga minggu lalu ketika acara klub membaca oase di rumah mbak ary, aku curhat ke wiwiet tentang kegelisahanku karena Husayn tidak suka bahkan tidak mau membaca buku apapun, boro-boro buku yang “berat” wong komik yang penuh gambar lucu aja ia enggan membukanya. Husayn lebih suka menonton atau wara-wiri kesana kemari dibanding harus membuka buku. maka ketika hal itu terjadi wah bikin jantungku serasa mau copot.. *lebay hahaha

Ketika melihat Husayn membawa buku dan membukanya kemudian membacanya, pertanyaan yang terlintas adalah, buku apa yang berhasil menarik perhatiannya ? ternyata buku itu adalah buku biografi Sam Brodie, seorang transgender yang menemukan jati dirinya, dari laki-laki menjadi perempuan, kemudian kembali menjadi laki-laki lagi karena jatuh cinta dengan sahabat perempuannya, kemudian sam menjadi mualaf, menikah dan memiliki anak. bukunya berjudul “Samuel, Samantha n’ Me”. ayahanda Sam adalah orang skotlandia dan ibunya orang maluku, sam adalah korban bully di sekolah, korban pedofilia dan korban kekerasan ayahnya *lengkap banget penderitaannya :(, tetapi kemudian sam menjadi selebritis di inggris, beliau peserta big brother UK, dan berteman dengan para seleb sekelas paris hilton, namun sam akhirnya kembali ke Indonesia dan menemukan jatidirinya di sini, sam akan diundang oprah di bulan april nanti.

homeschooler

Kebetulan yang menulis biografinya adalah salahsatu guruku, yaitu bunda sofie beatrix, dan kami diundang di acara launching buku tersebut, sepertinya Husayn terkesan dengan perjalanan hidup sam brodie, Husayn bilang kalau ia sangat suka sejarah, dan Husayn suka true story makanya husayn suka bukanya om sam :). tadinya aku agak ngeri juga, apa buku ini sudah layak dibaca oleh anak seusia Husayn ? tetapi ternyata sam dan bunda sofie sangat baik menyusun buku ini, tidak ada bahasa yang vulgar, namun tidak menghilangkan nilai-nilai yang ingin disampaikan dari buku tersebut jadi menurutku buku ini lulus sensor untuk dibaca oleh Husayn, walau akhirnya Husayn banyak bertanya arti dari kata-kata yang tidak ia mengerti, dan aku sudah siap disampingnya untuk menjawab pertanyaan beliau :)

Melihat kenyataan ini kok aku malu ya ?, katanya unschooling, katanya terbuka, katanya percaya pada kemampuan anak-anak, tetapi kok masih aja suka membandingkan anak-anak dengan anak lain yang sudah jelas-jelas beda karakternya, beda kebiasaannya, beda lingkungannya.. ah nak maafin mama ya.. kita sama-sama belajar ya, untuk mencapai visi dan misi keluarga kita ini. mama love Husayn pokoknyah.. hehe..

ohya.. kebetulan kami punya 2 bukunya @Sam_brodie yang sudah ditanda tangani, dan Husayn akan menghibahkan satu buku tersebut kepada orang yang pertama komen di blognya dia yang bercerita tentang buku tersebut, ayoo nanti kalo husayn udah selesai cerita tentang buku tersebut, teman-teman silahkan komen yaa.. blog Husayn ada di www.CeritaHusayn.Blogspot.com ^_^

Semangat Qurban Duo Ali

Bulan dzulhijah telah tiba, saatnya umat muslim menyambut datangnya Idul Adha di tanggal 10 Dzulhijah nanti, begitupun dengan keluarga kami, kami mulai bersiap dan berencana akan kegiatan yang kami lakukan di hari idul adha nanti, kebetulan tahun ini kami akan merayakannya di Jakarta, tidak seperti tahun sebelumnya kami merayakannya di Kota Sukabumi, kampung halaman ayahku. walau kami berencana melaksanakan shalat Idul Adha di Jakarta tetapi rencananya kami tetap akan memberikan hewan kurban ke Sukabumi, dengan alasan bahwa orang kampung sekitar rumah disana masih banyak yang lebih memerlukan daging, daripada di Jakarta ini. tingkat perekenomian disini lebih baik daripada di sana.

Namun ada sesuatu yang mengganjal di hati ini, dengan sangat kebetulan keuangan di keluarga kecil kami ini alhamdulillah lagi cukup untuk sehari-hari saja, belum cukup untuk membeli 4 ekor hewan kurban seperti yang kami rencanakan, ketika hal ini aku sampaikan kepada Husayn dan Ali ternyata mereka ingin membongkar celengan umroh dan celengan FESPER mereka, padahal aku tau duo Ali sangat berharap banyak dari celengan itu, Husayn dan Ali sangat ingin mengunjungi ka’bah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW, dan Duo Ali juga sangat ingin ikutan acara Festival Pendidikan Rumah ( FESPER ) tahun depan di salatiga maka mereka sangat rajin menyisihkan uangnya ke dalam celengan-celengan tersebut. Alasan anak-anak mau membongkar celengan tersebut karena mereka sangat ingin memberikan hewan qurban tersebut atas nama rasulullah saw dan sayidina ali bin abi thalib idola mereka, karena di tahun-tahun sebelumnya anak-anak sudah berkurban atas namanya sendiri.
“Nanti kami mulai menabung lagi untuk umroh dan FESPER ma” kata mereka.

Ketika wacana membongkar celengan disebutkan, sebenarnya aku terkejut, anak-anak seperti tak ada beban ketika harus memberikan seluruh isi celengannya demi untuk memberikan bukti cinta mereka kepada ALLAAH SWT, rasulullah dan keluarganya. Aku tau ini tak seberapa jika dinilai dengan rupiah, tetapi melalui moment ini aku menjadi tau tentang kecintaan Duo Ali kepada Rasulullah dan keluarganya karena Duo Ali memberikan hadiah kurban ini untuk mereka. Subhanallah kami dititipkan anak-anak yang baik seperti kalian nak..

Selamat Idul Adha temen-teman, semoga keridhoan ALLAAH SWT menyertai kita semua..

Husayn Bergabung di Klub Membaca OASE

Membaca adalah salahsatu hobiku sejak kecil, juga jadi hobi pak Faizal, tapi entah mengapa sepertinya hobi kami berdua tidak menurun kepada Husayn dan Ali, mereka suka buku jika aku membacakannya tapi hampir tak pernah berinisiatif sendiri untuk mengambil buku dan membacanya, padahal buku-buku yang kami sediakan di rumah beragam jenisnya. dari mulai aku merasa santai, agak khawatir, sangat khawatir dan kembali ke santai lagi, Husayn masih tetap belum punya inisiatif untuk membaca buku.

Ketika beberapa bulan lalu ada wacana bahwa klub oase akan mengadakan book club, aku merasa senang sekali, karena aku berharap banyak di kegiatan ini, aku berharap Husayn tumbuh keinginannya untuk membaca, tetapi kembali lagi aku harus melapangkan hati untuk tak berharap banyak efek dari kegiatan ini, karena aku takut nantinya aku kecewa atau malah melakukan penekanan terhadap Husayn.

Hingga akhirnya hari rabu kemarin, kami memulai kegiatan itu, klub yg awalnya dinamai Klub Buku berubah menjadi lebih ringan  yaitu Klub Membaca. untuk pertemuan pertama anak-anak diberikan waktu untuk “show and tell”, anak-anak membawa buku favoritenya lalu menceritakan kepada teman-temannya apa keistimewaan buku tersebut sehingga mereka suka membaca buku itu. ketika kami datang ke lokasi klub membaca yang kali ini bertempat di rumah mbak ari di bilangan kayu putih, anak-anak sudah mulai berenang (kebetulan ada kolam renang di rumah mbak ari ), sesi show n’ tell sudah selesai, tanpa basa-basi Husayn dan Ali pun langsung ikutan berenang, bermain bersama teman-temannya, dengan perjanjian bahwa Husayn akan menceritakan tentang buku favoritnya nanti selesai berenang ketika sesi makan siang.

berenang sebelum show n’ tell

Saat sesi makan siang tiba, dibawah pohon mangga yang adem, anak-anak mulai makan dengan potluck yang sudah dibawa masing-masing plus mie goreng dan fuyung hai suguhan tuan rumah, hmm nyumnyum… ditambah segarnya es kelapa yang di bawa oleh ade hady. setelah selesai makan-makan dan minum es kelapa mulailah sesi Husayn dan Aza yang terlambat datang tadi untuk maju ke depan menceritakan tentang buku favorit mereka. Husayn bercerita tentang buku “Si buaya raksasa” yang ditulis oleh Roald Dahl dan diterjemahkan oleh mbak Poppy D. Chusfani. Husayn cerita tentang buku ini karena memang hanya buku ini yang serius pernah ia baca karena lucu katanya.

Husayn Bercerita Tentang Buku Favoritnya

Setelah sesi show n’ tell selesai, kami mulai bertukar buku yang boleh dipinjam oleh masing-masing anggota klub membaca, Husayn memilih buku “Frog n’ Toad are Friends” milik atala, alhamdulillah Husayn suka dan mulai melirik buku-buku yang ada di rumah. aku sangat senang dengan adanya klub ini, bergabung bersama teman-teman seperjuangan yang hebat, bukan hebat karena telah berhasil mendidik anaknya sesuai keinginan mereka tetapi hebat karena mau terus belajar dan saling memberi inspirasi.

Salam Cinta Membaca

*untuk yang mau tau lebih lanjut tentang Klub Oase kunjungi webnya di www.KlubOase.com atau Fans page www.Facebook.com/KegiatanKlubOase yaa ^_^

*foto mengambil dari dokumentasi @KlubOase

Tulisan Pertama Ali

Cerita-cerita yang kutulis selama ini sepertinya kebanyakan cerita tentang Husayn, mungkin itu karena husayn sudah mulai banyak berkegiatan yang agak “serius” hehe sedangkan ali masih lebih banyak ikut-ikutan dan belum berkegiatan sendiri, ali selalu mengikuti kegiatan-kegiatan abangnya, setiap aku tanya, ali sepertinya belum punya keinginan untuk memilih suatu kegiatan yang menurut saya serius. jadilah isi blog ini kebanyakan tentang si abang Husayn, tapi kali ini aku akan bercerita tentang si kecil ali yang mulai terasa lebih “dewasa” setelah usianya menginjak 5 tahun (waaaah aku tak punya balita lagii )

Sudah menjadi kesepakatan tak tertulis bagiku dan suami untuk tidak mengajarkan anak-anak menulis dan membaca dibawah usia 7 tahun, jadi selama ini kami tidak pernah memberitahu secara khusus kepada ali tentang alphabet dan kosa kata, tetapi selama ini ali selalu “belajar” sendiri bersama abangnya untuk mengenal huruf. di rumah kami anak-anak jarang sekali menoton TV, kebetulan monitor TV di rumah kami disambungkan dengan perangkat berbasis android sehingga sering berubah fungsi menjadi monitor untuk browsing internet, salahsatu kegiatan favorite anak-anak adalah berselancar di youtube, mencari tutorial games, film, lagu atau tayangan apapun juga yang ingin diketahui oleh duo ali. maka itu kami menyebut yotube sebagai salahsatu “guru”nya duo ali.

Didalam proses itulah ali ternyata juga belajar alphabet dan kosa kata, ali selalu meminta abangnya untuk memberitahu huruf-huruf yang diperlukan untuk merangkai kata dengan keyboard di kolom “search” di youtube. misalnya ali ingin menonton “tutorial minecraft” maka ali akan meminta abangnya untuk menyebutkan huruf perhuruf untuk ali ketikkan di kolom “search”, awalnya selalu abangnya yang menuliskannya tetapi lama kelamaan si abang mulai terganggu karena setiap ali mau mencari sesuatu maka abangnya yg dicari, karena hal itu maka abangnya kemudian mengajarkan ali untuk mengenal huruf sehingga abangnya hanya akan menyebutkan huruf per huruf dan ali yang mengetikkannya.

Awalnya aku dan suami tidak menganggap hal itu istimewa tetapi ternyata dengan begitu ali mulai mengenal huruf secara alami, tanpa ali merasa disuapi, ali belajar mengenal huruf karena ali butuh, dan hasilnya subhanallaah ali mulai tau huruf dan kata, dan yang membuatku kaget sekarang ali mulai menulis, kemarin ali menulis huruf untuk pertama kalinya, walau tulisannya masih terbalik-balik tetapi aku senang sekali, “better late than early” mulai “bekerja”, dan keinginan kami untuk membentuk anak-anak sebagai pembelajar mandiri mulai terlihat di diri ali.

tulisan pertama ali

tulisan pertama ali

Setiap keluarga memang memiliki visi dan misi masing-masing, juga memiliki gaya yang paling cocok untuk keluarganya masing-masing. dan aku sangat nyaman dengan gaya belajar keluarga kami. jadi inget kata-kata dari Homeschooling Idea’s “education is a journey not a race” maka dikala anak usia 5 tahun lainnya sudah bisa lancar menulis dan membaca justru saat itu ali kecil kami baru memulai perjalanannya dengan rasa bahagia dan mandiri. dan kami juga sangat menikmati perjalanan ini. :)

Kekuatan Diskusi Didalam Proses Homeschooling

Jika banyak orang bertanya bagaimana cara kami belajar, aku pasti bilang, mengobrol santai adalah salahsatu yang paling kami sukai untuk proses belajar. duo ali sangat suka bertanya ini dan itu, sepertinya hal ini juga pasti disukai oleh kebanyakan anak-anak, namun terkadang kita sebagai orangtua meremehkan pertanyaan dan pernyataan anak-anak sebagai angin lalu. padahal itulah salahsatu saat yang tepat untuk anak-anak menyerap pengetahuan.

Ali sangat peka terhadap irama, ali akan cepat menghafal doa-doa, ayat alqur’an atau apapun jika berirama, tidak hanya hafal tetapi ali juga memperhatikan kalimat demi kalimat (jika berbahasa indonesia) dengan pengetahuan yang dimilikinya, maka seringkali ali protes bertanya kepadaku dan papanya lalu kemudian mengubah beberapa syair lagu sesuai dengan nilai moral atau pengetahuan yang dimilikinya.

Semalam, untuk kesekian kalinya ali membahas tentang lagu “ambilkan bulan bu”, hal ini terjadi ketika ali bertanya kepadaku tentang warna bulan yang sebenarnya, mengapa bulan berwarna putih bukan kuning jika dilihat dari bumi ?, aku menjelaskan tentang bulan yang tidak memiliki cahaya sendiri, bulan bercahaya karena “diberi” cahaya oleh matahari, ditengah-tengah obrolan tiba-tiba ia berkata “kok lagu ambilkan bulan bu tidak sesuai sama kenyataan si ma ?”, lalu alipun menyanyi, ini sebagian syairnya :

ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu, yang slalu bersinar di langit, di langit bulan benderang, cahayanya sampai ke bintang, ambilkan bu untuk menerangi tidurku yang lelap di malam hari

Menurut ali, kata-kata “cahayanya sampai ke bintang” itu salah, karena sebenarnya bulan yang mendapat cahaya dari bintang, karena matahari itu termasuk bintang. hal ini terus saja ditanyakan kepadaku, kenapa lagu itu bisa terkenal padahal kan syairnya salah. di beberapa kali pembahasan akhirnya aku rekam suara ceriwisnya yang lagi bertanya tentang hal ini, rekamannya bisa didengar di sini : lagu ambilkan bulan diprotes oleh ali

Protes ali lainnya yang sempat aku rekam adalah tentang lagu “si kancil”, ini syairnya :

si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikurung jangan diberi ampun”

Menurut ali tidak adil jika makhluk tidak diberi ampun, karena ALLAAH swt saja memberikan ampunan kepada setiap makhluknya, mengapa kita tidak ajarkan sama si kancil akan buruknya mencuri ?, atau berikan saja ketimunnya agar kancil tidak mencuri, kancil sudah dihukum dengan kurungan maka seharusnya kancil diberi ampun. pembahasan yang panjang dan membuat kami senyum-senyum sendiri setelah akhirnya ali mengubah syairnya menjadi

si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikurung, lalu diberi ampun

berikut rekaman audionya : lagu kancil revisi ali

ali cium papa

Hingga kini aku dan faizal selalu tersenyum lucu dan takjub dengan celoteh-celoteh protesnya ali, kekuatan berdiskusi itu sangat besar manfaatnya bagi perkembangan pengetahuan anak-anak, jadi jangan remehkan setiap pertanyaan dan pernyataannya, mungkin dari jawaban atas pertanyaan kecil yang tak berbobot lahirlah anak-anak luar biasa yang akan memimpin negeri ini dengan akhlak mulia.

salam cinta,

Mella

Star Party di Pulau Pari

Perjalanan ini sudah lama kami rencanakan untuk di ikuti,  Husayn dan Ali pun telah lama menantinya, sayangnya beberapa hari sebelum berangkat Husayn demam jadilah kami dag dig dug, tak mungkin melakukan perjalanan ala backpacker dengan kondisi tubuh yang tidak fit, alhamdulillah kondisi Husayn semakin membaik hingga akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat karena kami yakin perjalanan ini akan “kaya” bagi Duo Ali.

Perjalanan dimulai di hari jum’at tanggal 7 juni 2013, jam 3 dini hari anak-anak sudah mulai bangun lalu bersiap untuk berangkat menuju Planetarium, kami memilih untuk bergabung bersama kakak-kakak di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ) dari awal perjalanan, agar anak-anak tau asiknya naik turun kendaraan umum menuju Pelabuhan Muara Angke. dari Planetarium kami naik bus kopaja menuju kuningan, lalu menyambung naik bus Trans Jakarta menuju Penjaringan, dari Penjaringan kami naik KWK 01 menuju Pelabuhan Muara Angke untuk kemudian menyeberang ke Pulau Pari dengan Kapal Ojek bertarif 30 ribu rupiah saja.

Selama perjalanan menuju Pulau, anak-anak sudah mulai asik mengobrol dengan kakak-kakak HAAJ, kak Rayhan menjelaskan nama-nama pulau yang kita lewati, lalu mereka juga membahas tentang kepulauan seribu, sampai membahas tentang bagaimana caranya mengantisipasi mabuk laut. sungguh perjalanan yang kaya, Husayn, Ali, Ceca, Atala dan Bibby dapat belajar tanpa harus berada di dalam “kotak”.

belajar tanpa kotak

belajar tanpa kotak

Sesampai disana kami menuju homestay, para laki-laki menunaikan shalat jum’at, lalu kemudian makan bersama, dilanjutkan dengan mengisi workshop tentang Planet di SD setempat, walau anak-anak tidak ikut memberikan materi tetapi mereka merasa ikut dalam “pelayanan” tersebut, anak-anak juga ikut berbaur bersama teman-teman di SD setempat.

Pukul 1 dinihari anak-anak mulai aku bangunkan untuk melakukan pengamatan hari pertama, kami sama-sama tiduran di lapangan tengah pulau untuk mengamati langit, alhamdulillaah cuaca cerah dan kami bisa belajar banyak, kak Rayhan menjelaskan tentang berbagai rasi bintang, menunjukkan letak-letaknya subhanallaah akupun banyak belajar malam itu, melihat dengan mataku berbagai kebesaran Allaah SWT tersebut.

pengamatan malam pertama

pengamatan malam pertama

Keesokan harinya anak-anak puas main di pantai bersama kakak-kakak, kami orangtuanya malah ngobrol-ngobrol di homestay, kekhawatiranku semakin sirna untuk urusan sosialisasi homeschooler, dari mulai pagi hari anak-anak ceria bermain bersama kakak, kalau kata wiwiet kami ini hanya seperti ambulance, keberadaannya sangat dibutuhkan tetapi hanya dalam keadaan darurat saja, jika keadaan baik-baik saja, kami benar-benar tak dilirik oleh anak-anak :). di Malam hari setelah makan malam anak-anak bermain “truth or dare” bersama kak @FahmiAmi kemudian anak-anak tidur untuk persiapan pengamatan dini hari, tetapi sayang ketika Husayn bangun di jam 2 dinihari, langit mendung dan sama sekali tak terlihat bintang disana :( akhirnya Husayn meneruskan tidurnya.

Pagi harinya anak-anak main di pantai yang sangat banyak Bintang Lautnya, kemudian dilanjutkan dengan berenang di pantai dan naik banana boat, setelah selesai kami bersiap pulang menuju Pelabuhan Muara Angke. di Kapal ojek Husayn duduk bersama kakak HAAJ di dek atas, Ali duduk bersama Atala dan bu Wiwiet, aku dan papanya malah duduk di dek bawah karena kapal sudah full, alhamdulillaah anak-anak tenang, happy dan tidak rewel. sesampai di Pelabuhan kami berfoto bersama. sungguh perjalanan yang sangat kaya, aku salut kepada kakak-kakak di HAAJ, mereka sangat perduli dengan anak-anak, menjawab setiap detail pertanyaan dengan ilmu , melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan sehingga anak-anak merasa menjadi bagian penting di komunitas itu, kakak-kakak HAAJ berasal dari berbagai profesi yg berbeda, jurusan kuliah yang berbeda, bahkan latar belakang usia yang berbeda, hanya satu kesamaannya, semua anggota HAAJ mencintai Astronomi. Mengutip quote dari Raken “Bahagia itu belajar sesuatu karena Cinta”. terima kasih kakak-kakak HAAJ, love u all.. sampai ketemu di Star Party 3 di Boschca :)

bersama kakak di pantai pasir perawan

bersama kakak di pantai pasir perawan

 

star party 2

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Contact Person

Humas : Indra Firdaus  +6281905542205
Pin BB : 2A6C8024

Membangun Tanggung Jawab Dengan Cinta

Beberapa hari ini ada pembahasan tentang homeschooler yang (katanya) susah bangun pagi di grup FB Indonesia Homeschoolers jadi ingin berbagi tentang membangun tanggung jawab yang kami jalani di rumah bersama anak-anak. keluarga HS itu bukan keluarga yang sempurna tanpa keributan, justru perdebatan seru terjadi setiap hari di rumah ini, tetapi semua perdebatan itu penuh dengan kasih, peduli dan saling menghargai makanya saat diskusi terjadi judtru saat yang di nanti-nanti :)

Untuk membangun kesadaran tentang suatu tanggung jawab awalnya bukan perkara yang mudah kami berikan pengertian kepada duo ali, betul seperti yang wiwiet bilang, bahwa setiap anak akan mudah melakukan sesuatu ketika mereka tau tujuannya untuk apa, dan tentu akan mudah dijalankan bila tujuan tersebut membuat anak-anak bahagia. di rumah kami aktivitas di mulai sejak jam 4.45 subuh, awalnya husayn (7y) jarang bergabung untuk shalat subuh berjamaah bersama kami, karena ia beranggapan kewajiban untuk shalat belum berlaku pada anak dibawah 7 tahun, namun sekarang kami tak perlu bersusah payah membangunkan Husayn untuk shalat karena ia sudah tau bahwa shalat sudah menjadi kewajibannya.

ketika di awal Husayn mulai menjalankan shalat 5 waktu dan tak susah bangun subuh, aku beranggapan bahwa kami berhasil membuat Husayn sadar akan tanggung jawab yang harus ia jalani, namun sekarang aku berkesimpulan bahwa ada motivasi lain selain tanggung jawab yang membuat Husayn mau bangun subuh dan shalat lima waktu. dan motivasi itu bernama CINTA. mengapa cinta ? karena beberapa kali kami ngobrol tentang kewajiban shalatnya, Husayn selalu bilang bahwa ia ingin shalat karena ingin mendekatkan diri kepada ALLAAH swt, rasulullaah dan imam. “Husayn ingin masuk surga bertemu rasulullaah”, “Husayn ingin masuk surga bersama mama, papa, ali, aki dan orang yang husayn sayang”, “kalo husayn jadi anak baik, shalat maka mamah dan papah juga akan dapat pahala karena berhasil membuat husayn jadi orang baik”. itu adalah beberapa alasan yang di utarakan Husayn ketika kutanya apa alasan ia rajin shalat.

diskusi subuh

diskusi subuh

Setelah mendengar cerita-cerita Husayn tentang semangatnya menjalani shalat maka kusimpulkan bahwa semua yang ia lakukan atas dasar cinta, ia bersyukur karena Allaah sangat baik kepadanya, maka ia ingin dekat untuk mengucapkan terima kasih, caranya adalah dengan shalat. aku perhatikan Husayn selalu menikmati aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya karena ia memiliki tujuan yang jelas menjalani semua itu, Husayn selalu menantikan saat pramuka bersama klub oase karena ia suka aktivitas pramuka dan bertemu teman-teman di klub oase, Husayn sangat bersemangat ke sunday school untuk belajar agama, Husayn sangat menantikan hari ketika ia bergabung di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Husayn sangat menantikan waktunya ia berenang di klub renang, dan kesimpulannya Husayn melakukan semua tanggung jawabnya dengan semangat karena ia tau tujuan aktivitasnya dan MENCINTAI aktivitas tersebut.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membangun cinta akan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh Husayn ?. Kami selalu mendiskusikan semua kegiatan yang menjadi tanggung jawab duo ali kepada mereka, walaupun ada beberapa kegiatan yang dilakukan atas dasar usulan kami, tetapi itu semua sudah dibicarakan dulu dengan anak-anak, mereka dilibatkan dalam setiap obrolan di rumah kami, sehari-hari cara belajar kami adalah ngobrol lalu mengambil kesimpulan bersama, kami selalu menuntun anak-anak untuk tau akan tujuan hidup mereka, semua yang dilakukan muaranya hanya kepada ALLAAH swt, Rasulullaah dan bermanfaat kebaikan bagi orang banyak. maka Husayn dengan enteng melenggang melakukan semua tanggung jawabnya. jadi tipsnya hanya ngobrol yang banyak untuk menggali apa yang ada di hati setiap anggota keluarga. :)

 

Star Party Bersama Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Hari sabtu lalu , tanggal 2 dan 3 maret 2013 kami mengikuti kegiatan seru bersama Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). di gymnasium IPB, Dramaga, Bogor. semalaman kami mengamati langit menggunakan teleskop milik planetarium, lembaga yang menaungi HAAJ.  acara star party kali ini dibuka untuk umum, yang ingin mengetahui tentang ilmu astronomi. sebelumnya kami sudah bergabung di diskusi yang diadakan HAAJ setiap sabtu, dua minggu sekali. Husayn sangat ingin menjadi anggota HAAJ karena ilmu terbeut sangat asyik untuk diperdalam.

Acara Star Party dimulai pukul 22.00 wib, kami berangkat bersama wiwiet sekeluarga, awalnya kami janjian bareng mbak baby, dan mbak ade sekeluarga tetapi karena aku harus menunggu pak faizal yang masih meeting akhirnya jadilah kami janjian langsung di IPB bogor, lokasi acara Star Party. kami berencana berangkat pukul 17.oo wib, tapi apa daya karena harus meeting akhirnya kami berangkat setelah melakukan ibadah shalat magrib dan sampai di bogor pukul 22.00 wib karena sebelumnya kami makan malam bersama.

Sesampainya disana husayn langsung melakukan registrasi, untuk acara star party kali ini pesertanya mencapai angka 300an orang, kebanyakan diikuti oleh para pelajar SMA dan mahasiswa, tetapi ada juga beberapa keluarga yang ikut bersama anak-anak, karena kebetulan kakak-kakak pengurus HAAJ juga mengadakan astrokids untuk diikuti para anak-anak.

malam itu langit terlihat tertutup awan tebal, kami mulai membangun tenda, kami memang sengaja membawa tenda untuk digunakan jika-anak-anak mengantuk. malam itu ada 5 keluarga homeschooler yang ikutan star party, yaitu keluarga kami, keluarga wiwiet, keluarga ade, keluarga raken dan keluarga baby. dan kami semua membawa tenda kecuali keluarga baby karena mereka akan pulang duluan disebabkan keesokan harinya mereka memiliki acara keluarga yang juga penting.

Setelah melakukan registrasi, acara dimulai. husayn mulai mengikuti kegiatan astrokids, mereka membuat mading bertema tata surya, aku yang tadinya khawatir husayn akan mengantuk malah sebaliknya, aku dahulu yang merasa amat mengantuk, jadilah aku tidur duluan di dalam tenda menemani ali yang sudah duluan tidur, sedangkan husayn dengan antusias mengikuti semua kegiatan di pagi buta itu, husayn bersama atala ditemani bu wiwiet (thanks wiet :*) mengikuti acara pengamatan langit, husayn bolak balik ke tenda untuk lapor ini itu, mulai dari memberitahuku tentang ia mengamati langit dibantu aplikasi skymap di iphone, lalu laporan bahwa ia lapar ingin membeli pop mie, sampai dengan antusias membangunkanku untuk melihat saturnus dan kawah bulan yang akhirmya terlihat menggunakan teleskop. sebenarnya aku ingin sekali bangun tapi apa daya, mata ini tak bisa diajak kompromi.

Waktu subuh telah masuk ketika aku terbangun dari tidur, aku lihat husayn sudah tertidur pulas di luar tenda bersama teman-temannya, dengan terburu-buru wiwiet memberitahu bahwa aku masih bisa melihat saturnus dan kawah bulan, wow dag dig dug aku mendekati teleskop dan subhanallah akhirnya aku melihat dengan mata kepala sendiri si planet bercincin yang biasanya kulihat di film dan buku, indah sekali. selesai pengamatan kami berbincang hingga pagi dan juga ikut mengamati matahari melalui teleskop berfilter khusus untuk mengamati matahari.

Alhamdulillaah malam itu sungguh luar biasa, banyak sekali ilmu yang kami dapat, semua pengurus HAAJ amat sangat ramah dan antusias membimbing husayn dan kami para ibu-ibu cerewet. aku bangga melihat anak-anak muda itu berkegiatan positif sesuai passionnya. inshaallaah kami akan mengkuti star party berikutnya ketika kami sudah resmi menjadi anggota HAAJ, yaitu dengan syarat mengikuti diskusi rutin dwi mingguan minimal 6 kali, dan mengikuti satu kali star party.. yayyy sampai bertemu di star party berikutnya yaaa. :)

 

 

Biola Pertama Husayn

Cerita berawal dari permainan biola atala yang di posting mama wiwiet ke grup whatsapp EAS, lalu aku perlihatkan ke husayn penampilan atala itu, entah kenapa husayn langsung loncat-loncat gembira dan minta kursus biola, aku fikir husayn tidak serius minta kursus biola karena selama ini husayn sudah kursus piano. Tetapi permintaannya untuk kursus biola begitu kuat hingga akhirnya aku berjanji akan mendiskusikan tentang hal ini dengan papa faizal.

Kebetulan esok harinya kami ada janjian playdate bareng teman-teman homeschooler, pagi hari kami main di rumah bu lala di cipinang muara, jakarta. Sore harinya lanjut berenang di klub renang bojana tirta. Hari itu ada alma yang juga ikutan berenang, pulang dari renang kami diajak bunda dinar untuk makan bareng di bebek kaleyo, rawamangun. Alhamdulillah lagi laper mau ditraktir yaiyy jadi seneeng deh.

Sesampainya di bebek kaleyo, ada grup pengamen yang terdiri dari 1 pemail cello, 1 pemain gitas, 1 pemain perkusi, 1 pemain biola dan penyanyinya. Husayn dan Ali sangat antusias melihat mereka bermain musik, terutama Husayn yang serius memperhatikan si kakak pemain biola, tanpa diduga ternyata selama kami makan, Husayn mendekati sang kakak pemain biola untuk kenalan dan tanya-tanya tentang biola, selesai makan kami berpamitan pulang kepada mereka.

Sampai di rumah, Husayn menyampaikan ingin sekali kursus biola dan sudah bilang sama si kak andy (pemain biola di bebek kaleyo) untuk minta dilatih di rumah husayn, kak andy pun telah memberikan nomer teleponnya jadi mudah untuk menghubunginya kembali, akhirnya setelah melihat tekad Husayn untuk bisa bermain biola, kami janjian dengan kak andy untuk membeli biola bersama.

Esok harinya kami berangkat ke gramedia untuk membeli biola pertama Husayn ditemani kak andy, alhamdulillah Husayn bahagia, matanya berbinar menyambut biola pertamanya, semoga ini menjadi jalan untuk Husayn menguasai alat musik tersebut dan akan dipergunakan skill tersebut suatu saat nanti.. Daaan petualangan pun dimulai.. 😀

membeli biola

Membeli biola pertama ditemani kak Andy

Selamat latihan Husayn :)