Star Party dan Ulang Tahun HAAJ 2016

Empat tahun yang lalu, adalah star party pertamanya, dengan “perlengkapan perang” lengkap aku menemaninya berselancar di kegelapan malam, belajar mencari planet yang terlihat oleh mata telanjang, sampai berburu saturnus si planet bercincin. Husaynku berlarian kesana kemari, antusias berpindah dari satu teleskop ke teleskop lainnya, sementara aku berselimut tebal di dalam tenda yang kami.

 

Ya, itu empat tahun lalu ketika Husaynku masih berusia 6 tahun, masih harus kami dampingi kemana saja setiap kegiatan yang ia ikuti. Empat tahun yang lalu ketika giginya masih banyak yang ompong, dan suaranya masih melengking tinggi. Hari ini setelah empat tahun berlalu, aku tidak lagi mengantarnya hingga ke lokasi star party, kali ini aku hanya perlu memencet “booking” di aplikasi gojek lalu ia menciumku dan memelukku erat dan kemudian berangkat bersama abang gojek menuju planetarium, untuk kemudian berangkat bersama kakak-kakak himpunan astronomin amatir Jakarta menuju lokasi star party di BALIKLIMAT kota bogor.

husayn

Berbicara tentang passion, aku belum melihat Husayn mencintai astronomi karena ilmu astronominya, tetapi husayn mencintai komunitas astronomi itu sendiri, yang terdiri dari banyak kakak-kakak yang baik hati, mau membuka diri bagi anak-anak seperti husayn, Husayn bukan hanya diterima di komunitas yang luar biasa ini tetapi dirangkul layaknya adik kecil diantara kakak-kakak. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan komunitas yang luar biasa ini.

 

Selesai acara star party Husayn menghubungiku melalui whatsap, bahwa rombongan akan kembali ke Planetarium Jakarta dan akupun bersiap untuk memesankan om gojek untuknya, sepulangnya dari sana, ia pun bercerita bahwa ia bahagia karena bisa ikut star party dan mendapat kejutan karena Husayn mendapatkan potongan tumpeng pertama ketika syukuran ulang tahun himpunan Astronomi Amatir Jakarta yang ke 33. Yaiyy alhamdulillaah.. banyak pengalaman dan banyak kebahagiaan ya nak. selamat ulang tahun HAAJ, terima kasih karena telah menjadi salahsatu “sekolah” kehidupan Husayn..

 

Husayn Presentasi di Pertemuan Rutin Komunitas Astronomi

Hari sabtu kemarin merupakan hari yang membuat Husayn dag dig dug, karena kemarin Husayn diberikan tugas untuk memberikan materi presentasi di depan orang banyak, pada pertemuan rutin komunitas astronomi yang husayn ikuti. sudah setahun ini Husayn menjadi anggota di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ), pertemuan rutin dilakukan di kantor Planetarium, Taman Ismail Marzuki, cikini, jakarta pusat. kegiatan di pertemuan rutin dwi mingguan biasanya diawali dengan presentasi dari pembicara, dilanjutkan dengan tanya jawab, lalu diskusi, dan jika langit cerah diadakan pengamatan dari atap planetarium menggunakan teropong milik planetarium/ HAAJ.

Sebagai orangtua homeschooler  aku selalu berusaha mencari komunitas-komunitas yang dapat diikuti oleh Husayn dan Ali, hal itu kulakukan dengan alasan bahwa berkomunitas merupakan salahsatu cara terbaik untuk menimba ilmu dan bersosialisasi. bertemu dengan HAAJ merupakan hal yang sangat berharga untuk kami, karena para pengurus dan anggota di HAAJ sangat welcome dengan kehadiran husayn dan beberapa teman homeschooler yang notabene masih unyu, cerewet, juga berisik, tetapi karena mereka ada disana berdasarkan passion maka setiap hal yang dilakukan menjadi terasa hangat, sehingga anak-anak nyaman berada disana dan para kakak juga menjadi partner serta guru yang hebat untuk Husayn dan Ali.

Saat Husayn bilang kepadaku bahwa ia akan mempersiapkan sebuah slide untuk dipresentasikan pada pertemuan rutin selanjutnya, aku agak kaget bercampur bahagia, karena husayn diberikan kesempatan untuk unjuk diri dan dilibatkan didalam kegiatan yang diikuti oleh sebagian besar usia remaja dan dewasa, Husayn pun kulihat sangat antusias, karena merasa dilibatkan dan tidak hanya dianggap sebagai “anak bawang”.

Dalam mengerjakan proyek ini Husayn didampingi oleh papanya sebagai partner yang membantu menemani setiap proses belajarnya, diawali dengan mencari materi bersama, lalu menyusun power point bersama, kemudian papanya juga menjadi komentator saat husayn latihan presentasi, proses ini sangat mengharukan buatku, terasa sekali dua orang yang kucintai ini ada didalam kerjasama yang penuh cinta. semua proses dilalui dengan sangat mengasyikan, tidak ada keluhan sedikitpun dari husayn walau aku tau ini bukan proses yang mudah bagi anak usia 8 tahun untuk mengerjakannya.

Akhirnya saat yang dinanti tiba, sabtu kemarin cuaca hujan dari malam sebelumnya, sehingga suasana agak membuat orang ingin ada di dalam selimut saja di akhir pekan, dan Husayn pun berpikir peserta yang akan datang akan sedikit jadi agak menenangkan hatinya, karena akan ditonton oleh sedikit orang, ternyata jeng jeng jeng pas kami sampai disana, kelas sudah mulai penuh oleh peserta, kebetulan ada siswa SMA di bogor yang datang serombongan menggunakan Bis, dan kulihat Husaynpun mulai grogi, tapi aku dan papanya hanya tersenyum menguatkan hatinya tanpa memberikan wejangan macam-macam.

Saat pemateri pertama selesai melakukan presentasi, selanjutnya nama Husayn dipanggil, kulihat dengan santainya ia maju ke depan, ketika tau bahwa pemateri selanjutnya adalah Husayn, homeschooler berusia 8 tahun kulihat beberapa peserta tersenyum, dan presentasipun dimulai. alhamdulillah presentasi berjalan lancar, lucunya setelah acara selesai ternyata banyaak sekali kakak-kakak yang meminta foto bareng dengan Husayn, sambil senyum manis Husaynpun dengan senang hati memenuhi permintaan tersebut.

Terima kasih kak Ami dan seluruh kakak di Himpunan astronomi Amatir Jakarta karena telah memberikan kesempatan untuk Husayn di acara tersebut.

 

Belajar Piano Dengan Bahagia

Terkadang kita sebagai orangtua mudah mengadili anak-anak untuk bilang bahwa ia tak berbakat, ia pemalas, tidak konsisten dll, padahal mungkin saat itu adalah proses eksplorasi dirinya. 

Setelah pernah belajar piano 3tahun yang lalu kemudian berganti belajar biola setahun kemudian, sampai mencoba belajar drum, namun akhirnya #Husayn9y kembali meminta belajar piano lagi. 

Menemukan guru terbaik memang tak mudah, setelah mencari info guru piano sampai tempat kursus piano yang paling memungkinkan, alhamdulillaah aku teringat pada sosok pak dosen musik UNJ, komposer sekaligus pianis handal yang pernah berkenalan di kereta jogja-jakarta 3 tahun lalu ketika keluarga kami backpakeran dalam proses #Homeschooling anak-anak, om adit namanya, Dan pagi ini husayn mulai berguru kepada beliau, sepulang belajar ia ngoceh panjang lebar betapa asiknya berpiano, betapa mudah dimengerti semua arahan om adit, dan mulai merancang mimpi dengan pianonya, serunya lagi mulai minggu depan husayn akan berangkat naik sepeda sendiri ke rumah om adit buat belajar piano.

Ahh mama tau nak kamu tak berlebihan karena mama melihat binar mata bulat dan senyum lebar itu sama ketika kamu bercerita tentang basket. Alhamdulillaah terima kasih karena dipertemukan dengan guru-guru yang dengan baik membangun bonding. 

Sebenarnya mudah sekali melihat parameter kesuksesan dari suatu proses belajar, Kalo kata bu lala dan pak siddiq lagunya gini “lihatlah wajah dan mata mereka, belajar dengan bahagiaaaaaa”..


  

Jumlah Bukan Ukuran Kebenaran

“Mamaaa… siapa tuh nama anak yang ngumpetin sandal di film hafalan shalat delisa ?, siapa ya hmm duh Husayn lupa nih.” Beberapa menit kemudian “yhaaa husayn inget, umar namanya umar”. Tak lama kemudian aku dan ali menjawab hampir bersamaan “umam bang bukan umar”, lalu ali juga menimpali “iya baang umam namanya, umam”. Lalu papa Faizal ikutan nyambung, “mama dan ali bilang namanya umam, siapa yang terbanyak biasanya yang benar”, tetapi kemudian papa faizal meralatnya “eh yang paling banyak belum tentu yang paling benar kok bang, kita juga harus mengeceknya, mempelajarinya agar benar-benar terbukti yang mana yang benar”. Dan obrolanpun berganti topik menjadi pembahasan tentang bagaimana menyikapi perbedaan dengan bijak, untuk terus belajar dan kritis dalam setiap situasi.

Menurut kami isu mayoritas dan minoritas menjadi sangat penting untuk dibahas, selama ini sepertinya kita digiring kepada opini bahwa yang mayoritas adalah yang paling benar, karena didukung oleh banyak orang, sehingga minoritas dianggap sebagai kelompok “pemberontak” yang tak patuh kepada suara terbanyak. Aku menyadari bahwa memang benar suara terbanyak kadang dianggap pemenang tetapi sesungguhnya tak selamanya hukum itu berlaku.

Bersikap kritis adalah salahsatu sikap yang harus selalu ditumbuhkan dalam diri anak-anak, kami menyampaikan kepada Duo Ali bahwa menjadi berbeda bukanlah aib, menjadi berbeda dengan ilmu adalah sikap ksatria, dan menghargai setiap pilihan orang lain adalah wajib. Kita harus memperjuangkan kebenaran walau jumlah kita hanya sedikit bahkan sendiri, dan satu-satunya “teman” dalam mencari kebenaran adalah Belajar, ya BELAJAR…

Di akhir obrolan panjang lebar tentang memperjuangkan kebenaran di tengah keluarga kecil kami ini, Ali berbisik di telingaku “mah, jadi sampai kapan kita harus belajar ?”, sambil mencium bibir mungilnya akupun tersenyum menjawab “sampai mati nak, sampai akhir hayat, sampai kita menutup mata untuk selamanya.” Sambil memperlihatkan gigi ompongnya Ali kecilku menimpali “Ali sayang mama sampai selamanya, selama-lamanya” *nyessss hatiku kok jadi adem banget ya.

Selamat belajar dalam kebahagiaan Ya nak, Iqro.. iqro.. Iqro.. *shalawat

IMG_2534-0.JPG

Resep Donat Kampung Empuk ala Duo Ali

Cemal-cemil adalah salahsatu kebiasaan Husayn dan Ali di rumah, termasuk kesukaan papanya juga. walaupun di depan rumah kami ada warung yang cukup lengkap, tetapi anak-anak jarang sekali meminta uang untuk jajan, aku dan mas faizal tidak pernah melarang anak-anak untuk jajan, kami hanya memberi tahu tentang makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi, dan anak-anakpun mengerti dengan sendiri.

Salahsatu cemilan yang anak-anak suka adalah donat, baik donat kentang, donat ala jco atau donat kampung sekalipun, dan keterampilan penting untuk duo ali adalah membuat cemilannya sendiri termasuk membuat donat, daaan inilah resep donat kampung empuuukk ala duo ali :

Resep Donat Kampung ala Duo Ali

500 gram tepung terigu protein tinggi atau protein sedang (tergantung persediaan)
100 gram gula pasir
1 sachet / 11gr ragi instant
1 butir telur
=/- 200gr air matang/air es
sedikit garam
50gr/1 SDM margarine

cara membuat :
masukkan terigu, gula dan ragi instant, diaduk hingga rata, lalu masukkan telur utuh dan air, uleni hingga menggumpal, lalu terakhir masukkan garam dan margarie, uleni hingga kalis elastis.
setelah kalis elastis, buat bulatan kecil (kalau aku sekitar 25-30gram), diamkan 10 menit, lalu bolongi tengahnya (ini pekerjaan favorit duo ali), setelah selesai di lubangi lalu diamkan hingga adonan menggendut.
donat kampung siap digoreng dengan api kecil.

Kami biasanya menggoreng semua adonan donat, lalu kami simpan di wadah kedap udara, dan kami simpan di freezer, kalau mau dimakan tinggal ambil secukupnya kemudian dihangatkan lg di penggorengan, atau tak perlu digoreng lagi, hanya di thawing aja si donat kampung sudah kembali empukk.. hmm nyam nyam nyaam.. yukk kita bikin cemilan sendiri, pasti lebih berkah karena terdapat banyak cinta di dalamnya..

salam donat ^_^IMG_2519.JPG

Akhirnya… Husayn Baca Buku Juga

Yuhuuu… kemarin adalah hari yang mengejutkan untukku, tiba-tiba Husayn membawa satu buku kemana-mana, membukanya, membacanya kemudian ditutup lagi, dilanjutkan dengan kegiatan lain, lalu kembali lagi mengambil buku yang sama, membukanya, membacanya beberapa lembar lalu ditutup lagi, dan begitu seterusnya. bagi orangtua lain mungkin hal yang tidak istimewa melihat anaknya membaca, tetapi bagiku hal tersebut sangat istimewa. baru sekitar tiga minggu lalu ketika acara klub membaca oase di rumah mbak ary, aku curhat ke wiwiet tentang kegelisahanku karena Husayn tidak suka bahkan tidak mau membaca buku apapun, boro-boro buku yang “berat” wong komik yang penuh gambar lucu aja ia enggan membukanya. Husayn lebih suka menonton atau wara-wiri kesana kemari dibanding harus membuka buku. maka ketika hal itu terjadi wah bikin jantungku serasa mau copot.. *lebay hahaha

Ketika melihat Husayn membawa buku dan membukanya kemudian membacanya, pertanyaan yang terlintas adalah, buku apa yang berhasil menarik perhatiannya ? ternyata buku itu adalah buku biografi Sam Brodie, seorang transgender yang menemukan jati dirinya, dari laki-laki menjadi perempuan, kemudian kembali menjadi laki-laki lagi karena jatuh cinta dengan sahabat perempuannya, kemudian sam menjadi mualaf, menikah dan memiliki anak. bukunya berjudul “Samuel, Samantha n’ Me”. ayahanda Sam adalah orang skotlandia dan ibunya orang maluku, sam adalah korban bully di sekolah, korban pedofilia dan korban kekerasan ayahnya *lengkap banget penderitaannya :(, tetapi kemudian sam menjadi selebritis di inggris, beliau peserta big brother UK, dan berteman dengan para seleb sekelas paris hilton, namun sam akhirnya kembali ke Indonesia dan menemukan jatidirinya di sini, sam akan diundang oprah di bulan april nanti.

homeschooler

Kebetulan yang menulis biografinya adalah salahsatu guruku, yaitu bunda sofie beatrix, dan kami diundang di acara launching buku tersebut, sepertinya Husayn terkesan dengan perjalanan hidup sam brodie, Husayn bilang kalau ia sangat suka sejarah, dan Husayn suka true story makanya husayn suka bukanya om sam :). tadinya aku agak ngeri juga, apa buku ini sudah layak dibaca oleh anak seusia Husayn ? tetapi ternyata sam dan bunda sofie sangat baik menyusun buku ini, tidak ada bahasa yang vulgar, namun tidak menghilangkan nilai-nilai yang ingin disampaikan dari buku tersebut jadi menurutku buku ini lulus sensor untuk dibaca oleh Husayn, walau akhirnya Husayn banyak bertanya arti dari kata-kata yang tidak ia mengerti, dan aku sudah siap disampingnya untuk menjawab pertanyaan beliau :)

Melihat kenyataan ini kok aku malu ya ?, katanya unschooling, katanya terbuka, katanya percaya pada kemampuan anak-anak, tetapi kok masih aja suka membandingkan anak-anak dengan anak lain yang sudah jelas-jelas beda karakternya, beda kebiasaannya, beda lingkungannya.. ah nak maafin mama ya.. kita sama-sama belajar ya, untuk mencapai visi dan misi keluarga kita ini. mama love Husayn pokoknyah.. hehe..

ohya.. kebetulan kami punya 2 bukunya @Sam_brodie yang sudah ditanda tangani, dan Husayn akan menghibahkan satu buku tersebut kepada orang yang pertama komen di blognya dia yang bercerita tentang buku tersebut, ayoo nanti kalo husayn udah selesai cerita tentang buku tersebut, teman-teman silahkan komen yaa.. blog Husayn ada di www.CeritaHusayn.Blogspot.com ^_^

Semangat Qurban Duo Ali

Bulan dzulhijah telah tiba, saatnya umat muslim menyambut datangnya Idul Adha di tanggal 10 Dzulhijah nanti, begitupun dengan keluarga kami, kami mulai bersiap dan berencana akan kegiatan yang kami lakukan di hari idul adha nanti, kebetulan tahun ini kami akan merayakannya di Jakarta, tidak seperti tahun sebelumnya kami merayakannya di Kota Sukabumi, kampung halaman ayahku. walau kami berencana melaksanakan shalat Idul Adha di Jakarta tetapi rencananya kami tetap akan memberikan hewan kurban ke Sukabumi, dengan alasan bahwa orang kampung sekitar rumah disana masih banyak yang lebih memerlukan daging, daripada di Jakarta ini. tingkat perekenomian disini lebih baik daripada di sana.

Namun ada sesuatu yang mengganjal di hati ini, dengan sangat kebetulan keuangan di keluarga kecil kami ini alhamdulillah lagi cukup untuk sehari-hari saja, belum cukup untuk membeli 4 ekor hewan kurban seperti yang kami rencanakan, ketika hal ini aku sampaikan kepada Husayn dan Ali ternyata mereka ingin membongkar celengan umroh dan celengan FESPER mereka, padahal aku tau duo Ali sangat berharap banyak dari celengan itu, Husayn dan Ali sangat ingin mengunjungi ka’bah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW, dan Duo Ali juga sangat ingin ikutan acara Festival Pendidikan Rumah ( FESPER ) tahun depan di salatiga maka mereka sangat rajin menyisihkan uangnya ke dalam celengan-celengan tersebut. Alasan anak-anak mau membongkar celengan tersebut karena mereka sangat ingin memberikan hewan qurban tersebut atas nama rasulullah saw dan sayidina ali bin abi thalib idola mereka, karena di tahun-tahun sebelumnya anak-anak sudah berkurban atas namanya sendiri.
“Nanti kami mulai menabung lagi untuk umroh dan FESPER ma” kata mereka.

Ketika wacana membongkar celengan disebutkan, sebenarnya aku terkejut, anak-anak seperti tak ada beban ketika harus memberikan seluruh isi celengannya demi untuk memberikan bukti cinta mereka kepada ALLAAH SWT, rasulullah dan keluarganya. Aku tau ini tak seberapa jika dinilai dengan rupiah, tetapi melalui moment ini aku menjadi tau tentang kecintaan Duo Ali kepada Rasulullah dan keluarganya karena Duo Ali memberikan hadiah kurban ini untuk mereka. Subhanallah kami dititipkan anak-anak yang baik seperti kalian nak..

Selamat Idul Adha temen-teman, semoga keridhoan ALLAAH SWT menyertai kita semua..

Husayn Bergabung di Klub Membaca OASE

Membaca adalah salahsatu hobiku sejak kecil, juga jadi hobi pak Faizal, tapi entah mengapa sepertinya hobi kami berdua tidak menurun kepada Husayn dan Ali, mereka suka buku jika aku membacakannya tapi hampir tak pernah berinisiatif sendiri untuk mengambil buku dan membacanya, padahal buku-buku yang kami sediakan di rumah beragam jenisnya. dari mulai aku merasa santai, agak khawatir, sangat khawatir dan kembali ke santai lagi, Husayn masih tetap belum punya inisiatif untuk membaca buku.

Ketika beberapa bulan lalu ada wacana bahwa klub oase akan mengadakan book club, aku merasa senang sekali, karena aku berharap banyak di kegiatan ini, aku berharap Husayn tumbuh keinginannya untuk membaca, tetapi kembali lagi aku harus melapangkan hati untuk tak berharap banyak efek dari kegiatan ini, karena aku takut nantinya aku kecewa atau malah melakukan penekanan terhadap Husayn.

Hingga akhirnya hari rabu kemarin, kami memulai kegiatan itu, klub yg awalnya dinamai Klub Buku berubah menjadi lebih ringan  yaitu Klub Membaca. untuk pertemuan pertama anak-anak diberikan waktu untuk “show and tell”, anak-anak membawa buku favoritenya lalu menceritakan kepada teman-temannya apa keistimewaan buku tersebut sehingga mereka suka membaca buku itu. ketika kami datang ke lokasi klub membaca yang kali ini bertempat di rumah mbak ari di bilangan kayu putih, anak-anak sudah mulai berenang (kebetulan ada kolam renang di rumah mbak ari ), sesi show n’ tell sudah selesai, tanpa basa-basi Husayn dan Ali pun langsung ikutan berenang, bermain bersama teman-temannya, dengan perjanjian bahwa Husayn akan menceritakan tentang buku favoritnya nanti selesai berenang ketika sesi makan siang.

berenang sebelum show n’ tell

Saat sesi makan siang tiba, dibawah pohon mangga yang adem, anak-anak mulai makan dengan potluck yang sudah dibawa masing-masing plus mie goreng dan fuyung hai suguhan tuan rumah, hmm nyumnyum… ditambah segarnya es kelapa yang di bawa oleh ade hady. setelah selesai makan-makan dan minum es kelapa mulailah sesi Husayn dan Aza yang terlambat datang tadi untuk maju ke depan menceritakan tentang buku favorit mereka. Husayn bercerita tentang buku “Si buaya raksasa” yang ditulis oleh Roald Dahl dan diterjemahkan oleh mbak Poppy D. Chusfani. Husayn cerita tentang buku ini karena memang hanya buku ini yang serius pernah ia baca karena lucu katanya.

Husayn Bercerita Tentang Buku Favoritnya

Setelah sesi show n’ tell selesai, kami mulai bertukar buku yang boleh dipinjam oleh masing-masing anggota klub membaca, Husayn memilih buku “Frog n’ Toad are Friends” milik atala, alhamdulillah Husayn suka dan mulai melirik buku-buku yang ada di rumah. aku sangat senang dengan adanya klub ini, bergabung bersama teman-teman seperjuangan yang hebat, bukan hebat karena telah berhasil mendidik anaknya sesuai keinginan mereka tetapi hebat karena mau terus belajar dan saling memberi inspirasi.

Salam Cinta Membaca

*untuk yang mau tau lebih lanjut tentang Klub Oase kunjungi webnya di www.KlubOase.com atau Fans page www.Facebook.com/KegiatanKlubOase yaa ^_^

*foto mengambil dari dokumentasi @KlubOase

Celoteh Husayn | Mama Ajaib

Percakapan malam ini…

Husayn : “mamah, tau nggak kalo mamah itu ajaib ?”
Mama : “ajaib kenapa ? Maksudnya ?”
Husayn : “kalau husayn takut, husayn peluk mama, lalu jadi gak takut. Kalau husayn dingin, husayn peluk mama lalu jadi anget. Kalau husayn badannya anget karena demam, husayn peluk mama jadi gak anget lagi. Kalau husayn sedih, husayn peluk mama pasti sedihnya langsung ilang. Trus masih banyak keajaiban lainnya deh. Mama ajaib dan hebat”
Mama : “ooo” *spechless

Star Party di Pulau Pari

Perjalanan ini sudah lama kami rencanakan untuk di ikuti,  Husayn dan Ali pun telah lama menantinya, sayangnya beberapa hari sebelum berangkat Husayn demam jadilah kami dag dig dug, tak mungkin melakukan perjalanan ala backpacker dengan kondisi tubuh yang tidak fit, alhamdulillah kondisi Husayn semakin membaik hingga akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat karena kami yakin perjalanan ini akan “kaya” bagi Duo Ali.

Perjalanan dimulai di hari jum’at tanggal 7 juni 2013, jam 3 dini hari anak-anak sudah mulai bangun lalu bersiap untuk berangkat menuju Planetarium, kami memilih untuk bergabung bersama kakak-kakak di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ( HAAJ ) dari awal perjalanan, agar anak-anak tau asiknya naik turun kendaraan umum menuju Pelabuhan Muara Angke. dari Planetarium kami naik bus kopaja menuju kuningan, lalu menyambung naik bus Trans Jakarta menuju Penjaringan, dari Penjaringan kami naik KWK 01 menuju Pelabuhan Muara Angke untuk kemudian menyeberang ke Pulau Pari dengan Kapal Ojek bertarif 30 ribu rupiah saja.

Selama perjalanan menuju Pulau, anak-anak sudah mulai asik mengobrol dengan kakak-kakak HAAJ, kak Rayhan menjelaskan nama-nama pulau yang kita lewati, lalu mereka juga membahas tentang kepulauan seribu, sampai membahas tentang bagaimana caranya mengantisipasi mabuk laut. sungguh perjalanan yang kaya, Husayn, Ali, Ceca, Atala dan Bibby dapat belajar tanpa harus berada di dalam “kotak”.

belajar tanpa kotak

belajar tanpa kotak

Sesampai disana kami menuju homestay, para laki-laki menunaikan shalat jum’at, lalu kemudian makan bersama, dilanjutkan dengan mengisi workshop tentang Planet di SD setempat, walau anak-anak tidak ikut memberikan materi tetapi mereka merasa ikut dalam “pelayanan” tersebut, anak-anak juga ikut berbaur bersama teman-teman di SD setempat.

Pukul 1 dinihari anak-anak mulai aku bangunkan untuk melakukan pengamatan hari pertama, kami sama-sama tiduran di lapangan tengah pulau untuk mengamati langit, alhamdulillaah cuaca cerah dan kami bisa belajar banyak, kak Rayhan menjelaskan tentang berbagai rasi bintang, menunjukkan letak-letaknya subhanallaah akupun banyak belajar malam itu, melihat dengan mataku berbagai kebesaran Allaah SWT tersebut.

pengamatan malam pertama

pengamatan malam pertama

Keesokan harinya anak-anak puas main di pantai bersama kakak-kakak, kami orangtuanya malah ngobrol-ngobrol di homestay, kekhawatiranku semakin sirna untuk urusan sosialisasi homeschooler, dari mulai pagi hari anak-anak ceria bermain bersama kakak, kalau kata wiwiet kami ini hanya seperti ambulance, keberadaannya sangat dibutuhkan tetapi hanya dalam keadaan darurat saja, jika keadaan baik-baik saja, kami benar-benar tak dilirik oleh anak-anak :). di Malam hari setelah makan malam anak-anak bermain “truth or dare” bersama kak @FahmiAmi kemudian anak-anak tidur untuk persiapan pengamatan dini hari, tetapi sayang ketika Husayn bangun di jam 2 dinihari, langit mendung dan sama sekali tak terlihat bintang disana :( akhirnya Husayn meneruskan tidurnya.

Pagi harinya anak-anak main di pantai yang sangat banyak Bintang Lautnya, kemudian dilanjutkan dengan berenang di pantai dan naik banana boat, setelah selesai kami bersiap pulang menuju Pelabuhan Muara Angke. di Kapal ojek Husayn duduk bersama kakak HAAJ di dek atas, Ali duduk bersama Atala dan bu Wiwiet, aku dan papanya malah duduk di dek bawah karena kapal sudah full, alhamdulillaah anak-anak tenang, happy dan tidak rewel. sesampai di Pelabuhan kami berfoto bersama. sungguh perjalanan yang sangat kaya, aku salut kepada kakak-kakak di HAAJ, mereka sangat perduli dengan anak-anak, menjawab setiap detail pertanyaan dengan ilmu , melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan sehingga anak-anak merasa menjadi bagian penting di komunitas itu, kakak-kakak HAAJ berasal dari berbagai profesi yg berbeda, jurusan kuliah yang berbeda, bahkan latar belakang usia yang berbeda, hanya satu kesamaannya, semua anggota HAAJ mencintai Astronomi. Mengutip quote dari Raken “Bahagia itu belajar sesuatu karena Cinta”. terima kasih kakak-kakak HAAJ, love u all.. sampai ketemu di Star Party 3 di Boschca :)

bersama kakak di pantai pasir perawan

bersama kakak di pantai pasir perawan

 

star party 2

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Contact Person

Humas : Indra Firdaus  +6281905542205
Pin BB : 2A6C8024