Cerita Tentang Festival Pendidikan Rumah

Ketika akan mengetikkan cerita tentang Festival Pendidikan Rumah 2013 ( FesPer 2013 ) ini, aku langsung senyum-senyum sendiri dan tak habis pikir, ternyata kami bisa berpartisipasi dan mengambil banyak ilmu dari acara tersebut. karena “ujian” saat akan berangkat itu sungguh banyak sekali sehingga benar-benar memerlukan keteguhan hati untuk berangkat, walau tiket kereta dan uang pembayaran kegiatan sudah kami siapkan jauh-jauh hari, ternyata ujian itu tidak hanya datang karena keuangan :)

Beberapa hari sebelum hari rencana keberangkatan kami, kebetulan ali sakit gusi, pipinya bengkak hingga matanya ikut bengkak, setiap orang yang melihatnya pasti kasihan, setelah dibawa ke dokter gigi belum sembuh juga, hingga akhirnya dua hari sebelum berangkat kami membawa ali terapi ke Mater Saeho, ahli pengobatan lulusan kuil di shaolin. menurut master, ali pipinya bengkak karena ada abses di gusinya lalu menyumbat kelenjar liurnya,setelah di terapi alhamdulillah sore harinya mulai ada perubahan pada pipi ali, bengkaknya mengempis dan berangsur-angsur membaik.

Setelah kami fikir urusan ali beres ternyata ujian itu datang lagi, hanya sehari sebelum berangkat, kebetulan Husayn ada latihan PRAMUKA di kebun binatang ragunan, aku lihat husayn agak beda sinar matanya, aku tawarkan untuk kami istirahat saja karena sepertinya husayn kurang sehat, tetapi husayn tidak mau dan tetap ingin latihan. sesampainya disana Husayn ceria bermain dan belajar bersama teman-temannya tetapi ketika materi pelajaran dimulai, tiba-tiba Husayn berlari ke arahku lalu bilang, semua orang warnanya hijau dan husayn merasa ingin jatuh, astagfirullaah wajah Husayn pucat dan ada bintik merah kecil di wajahnya, namun husayn mau pingsan karena ia belum sarapan, padahal sarapannya sudah kusiapkan di mobil dan seharusnya husayn memakannya tetapi karena antusiasnya ingin belajar jadi Husayn “malas” makan.

Akhirnya kami pulang duluan dan aku langsung membawa Husayn ke dokter, menurut dokternya Husayn terkena virus tetapi karena husayn tidak merasa pusing dan demam jadi dokter memperbolehkan untuk kami tetap berangkat ke jogja, walau aku masih bimbang, hingga seharian itu kami hanya bisa berdoa bersama, Husayn berdoa di setiap shalatnya agar diberi keputusan terbaik apakah kami terus berangkat atau merelakan untuk tidak jadi berangkat. hingga malam hari jam 12 malam Husayn merasa sangat “sehat” dan aku melihat tidak ada keluhan dari Husayn, lalu hati kami cenderung memilih untuk tetap berangkat akhirnya malam itu juga aku baru packing kebutuhan camping.

Pagi harinya kami menuju stasiun pasar senen karena kami memilih untuk naik kereta gajah wong, yaitu kereta ekonomi ac bertarif Rp. 125.000 per orang, yang ternyata sangat memuaskan pelayanannya, hanya kursinya agak sempit namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi kami. kami berangkat bersama keluarga mas aar – lala, dan keluarga Mas Reza – Raken. perjalanan yang sungguh asik, tidak ada keluhan sedikitpun dari anak-anak selain pertanyaan “kapan kita sampai ?” karena anak-anak sangat ingin terburu-buru sampai di jogja.

Sampai di Stasiun Tugu, Yogyakarta

Kami sampai di jogja tepat waktu, karena acara FesPer baru dimulai esok hari maka malam itu kami menginap di Griya Aissa, Villa milik keluarga mbak ully yang sungguh nyaman, dan malam harinya kemi kedatangan tamu istimewa, mas Yanuar Nugroho dan mbak Ira istrinya serta aruna dan nara, juga ada keluarga mas polo dan mas koko. kami mengobrol hingga larut sambil menikmati martabak enak dari mbak ira berikut menikmati kriuk-kriuk kripik getuk dari mas Polo… :)

Bersambung….

* Foto “meminjam” dari Rumah Inspirasi :)

Comments

  1. Ternyata ada cerita demikian ya sblm berangkat. Syukurlah semua sehat sesudahnya.. Moga2 bisa ketemu lagi tahun depan di salatiga ya..

  2. Nurbaiti says:

    Bu faisal, aku punya anak autis dan aku berminat untuk mengHSkan anakku. Apakah Husayn ikut lembaga HS? mohon infonya ya, bu?

    • salam kenal mbak nurbaiti, menurut pendapat kami HS itu tidak berlembaga mbak, maka kami tidak memasukkan anak-anak ke lembaga tertentu, jika dalam proses belajarnya nanti anak-anak membutuhkan guru/tutor/pembimbing dari luar itu tidak menjadi masalah, yang terpenting kita yang menjadi “kepala sekolahnya ” itu hanya pendapat pribadi ya mbak.. hehe oya jika punya FB mungkin bisa bergabung di grup https://www.facebook.com/groups/Indonesia.Homeschoolers/ biar banyak kenalan dengan keluarga HS lainnya mbak :)

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge