Disiplin dan Homeschooling

Suasana disebelah rumah yang terdengar pada pukul 05.30, “Adeeee,,, bangun, udah jam 6” lalu “kakak, cepeett lama banget mandinya, ade belum mandi, tau diri dong kalo mau lama-lama mandi sore aja, jangan pagi-pagi, kalo perlu basahin badan, sabunan, sikat gigi, udah (lanjut ocehan omelan menggema)” lanjut “kliping yang semalaem dikerjain mana, cepet habisin rotinya (omelan ke si anak tengah)”.

Suasana di rumah ini pukul 04.45, “abang sayang, ali sayang, udah subuh yuk shalat dulu, masih ngantuk ya nak ? yuk kita bersyukur dulu masih dikasih kesempatan buat bangun pagi ini, alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihin nusyuur” lalu berlanjut shalat subuh berjama’ah, berdoa, ngobrol dan bercanda sebentar, lanjut jalan pagi/bersepeda.

homeschooling-jakarta

Dua suasana yang berbeda, yang aku yakin anak-anak lebih memilih untuk berada di rumah ini. memang tidak selalu lancar prosesku membangunkan anak-anak, kadang ali merengek bahkan husayn menggerutu, tetapi setelah mereka mencuci muka dan berwudhu pasti wajah mereka sumringah lagi, aku memaklumi anak usia 8 dan 5 tahun memang tak selalu mudah dibangunkan di kala subuh, apalagi setelah sehari sebelumnya mereka beraktivitas berat atau tertidur terlalu larut, tetapi semua itu selalu kusyukuri, dan kuanggap sebagai proses belajar bagiku dan anak-anak.

Salahsatu hal yang sering diperdebatkan oleh kerabat atau teman yang memprotes tentang homeschooling kami adalah soal KEDISPLINAN. ketika hal tersebut ditanyakan kepada kami kadang kami hanya bisa menjawabnya dengan senyum, karena sudah lelah mengulang cerita yang sama atau obrolan yang sama, kami juga merasa terkesan membela diri jika terlalu menanggapi diskusi yang tak berujung.

Suatu hari Husayn 8y pernah bertanya kepadaku “mama, kenapa **** selalu dimarahi kalo terlambat bangun, dia dimarahi karena takut terlambat sekolah, tp dibiarkan saja kalo ga shalat subuh, memang lebih penting sekolah ya ma daripada shalat ?” aku hanya bisa tersenyum menjawabnya, namun diakhiri dengan diskusi panjang mengenai kedisiplinan bersama Husayn. aku percaya kedisiplinan bukan karena seseorang bersekolah atau homeschooling, tetapi kedisiplinan bergantung kepada individu masing-masing dan tentu saja karakter keluarga yang dibangun, maka apakah teman-teman masih belum yakin bahwa homeschooler juga bisa disiplin ?

salam cinta

Mella ^__^

 

 

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge