Dunia itu Kejam nak…

Sering sekali aku mendengar kalimat seperti judul di atas. “dunia itu kejam”, “dunia itu keras” , dan kalimat-kalimat yang megandung artian negatif lainnya. hal tersebut juga menjadi isu yang sangat kencang sebagai kritikan kepada para orangtua homeschooler, orangtua dianggap tidak menunjukkan keadaan dunia yang sebenarnya karena cenderung memberikan yang “bahagia-bahagia” saja kepada anak-anak, pergaulan yang “tidak sehat” karena minim bullying.

Sebagai orang yang lebih suka berpikir positif, aku tak setuju dengan generalisasi keadaan seperti kalimat tersebut. memang ada hal-hal kejam dan keras di dunia ini, tetapi tidak dengan begitu dunia menjadi kejam dan keras bukan ?. aku sangat percaya “teko mengeluarkan isi teko”, “cermin memantulkan yang ada dihadapan cermin” maka ketika kita mendengung-dengungkan bahwa dunia itu kejam maka biasanya apapun hal yang datang kepadanya juga (dipandang) kejam. mengapa aku memberikan tanda kurung di kata-kata “dipandang” diatas ? karena sebenarnya mungkin saja keadaan yang datang tak sekejam itu tetapi karena sang otak sudah selalu berpikir tentang kejam maka sang kejamlah yang ada dihadapannya.

homeschooler

Aku dan suamiku tercinta selalu memberikan pandangan yang baik kepada anak-anak, kami yakinkan kepada mereka bahwa dunia itu penuh dengan kelembutan, ALLAAH SWT menciptakan dunia ini begitu indah, kami yakin jika kami baik maka yang datangpun akan baik. ” aku baik, kamu baik”. aku juga tak menutup mata jika di dunia ini juga ada hal-hal keras, kita hanya perlu waspada dengan kekerasan bukan berarti dengan adanya satu kekerasan menutup pikiran baik kita.

Aku tak bisa membayangkan jika semua anak diberikan pandangan bahwa dunia itu keras dan kejam, apa jadinya dunia ini beberapa tahun lagi ? pasti diisi oleh “jagoan-jagoan” yang menganggap dirinya paling benar dan yang lainnya adalah musuh. sebagai pengikut rasulullah Muhammad SAW aku ingin anak-anakku meneladani beliau, manusia yang penuh kelembutan. suatu ketika aku pernah ditanya ” jika rasulullah yang harus diteladani sangat penuh kelembutan, mengapa banyak orang yang mengaku meneladaninya malah bersikap kebalikannya ?”, entahlah nak… pesanku “apapun yang datang kepadamu, keluarkanlah segala kebaikan yang kamu punya nak”.. Aku baik kamu baik maka dunia akan baik ^_^

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge