Homeschooling atau Sekolah ?

Haloooo.. waah udah lama banget nih gak apdet blognya. sediih, karena ternyata banyak proses belajar duo ali tidak tercatat dalam portofolio ini. harus pake kacamata kuda niih, fokus.. daripada akhirnya nyesel kayak gini.. xixixi *edisi curhat.

Kali ini aku mau cerita tentang “edisi kedua Husayn kepikiran sekolah” hehe, edisi pertamanya Husayn mau sekolah kan udah pernah dirilis dan kesimpulannya Husayn pilih HS lagi, di kasus yang sekarang ini kami agak lebih alot berdiskusi tentang “mau sekolah” dan “mau belajar”. alhamdulillah seperti biasa diskusi dalam keluarga kami adalah hal yang paling disukai dan dinanti jadi semuanya lancar jaya.

Awalnya Husayn dan Ali selalu kaget tiap kali ada rombongan anak SD dekat rumah lewat di depan rumah, anak-anak sekolah tersebut sedang mata pelajaran olahraga sehingga mereka bisa main di luar sekolah bersama bapak guru. aku melihat duo ali memiliki keinginan untuk bergabung dengan mereka, keinginan yang lumrah dimiliki setiap anak untuk bergabung bermain dengan teman-teman.

Aku memulai diskusi dengan pertanyaan “Husayn mau sekolah?” lalu husayn terdiam dan ragu menjawab. aku mengulangi pertanyaannya lagi dan husayn masih terdiam lalu mengangguk lirih. kemudian aku tersenyum dan bilang “hidup adalah pilihan, dan husayn boleh memilih yang dirasa terbaik untuk hidup husayn, mama hanya menjadi teman diskusi husayn, dan husayn boleh sekolah, tapi mama kasih waktu tiga hari ya buat husayn mikir, selama tiga hari husayn boleh tanya apaaa aja sama mamah tentang sekolah dan homeschooling”. jujur saja bukan perkara mudah ketika aku  harus melenturkan hati untuk menyelami pikiran anak 6 tahun, aku merasa seperti harus memberi obat antibiotik padahal aku lebih suka pengobatan herbal di situasi itu. tetapi aku tak boleh egois bukan? kalau sudah memutuskan HS berarti kami sudah melewati fase menghargai perbedaan pendapat.

hari itu husayn terlihat senang karena ternyata keinginannya untuk sekolah di hargai oleh kami, mama dan papanya. lalu malam berikutnya aku, papa faizal, Husayn dan ali berdiskusi tentang keinginannya husayn untuk sekolah, awalnya Husayn bertanya “kalau di sekolah ngapain aja ma?” kami menjawab keadaan sebenarnya di sekolah, tempat belajar, situasi sekolah, ibu dan bapak guru yang baik, aturan waktu sekolah, seragam dan lain-lain. saat itu Husayn hanya terdiam, lalu husayn bilang kepadaku “kalau husayn lebih suka matematika dan gak suka nulis gimana ma?” aku bilang “sudah menjadi peraturan di sekolah kalau husayn harus suka semua pelajaran” (bukankah ini kenyataan yang ada?, anak tak pintar pelajaran IPA akan tak dianggap pintar padahal anak- tersebut sangat menonjol di kesenian?). malam itu kami habiskan dengan diskusi tentang arti sekolah, belajar, bermain dan bersosialisasi.

Keesokan harinya setelah bangun tidur sambil melakukan “hal wajib” setelah bangun tidur (berdoa, berpelukan, bertanya tentang mimpi apa?, dan bercanda di kasur berempat) tiba-tiba Husayn bilang “mama, Husayn tidak jadi mendaftar ke sekolah” aku kaget kenapa tiba-tiba Husayn berubah pikiran, dia bilang katanya sudah memikirkan apa yang akan dijalani untuk kebaikan hidupnya (meniru kata-kata emaknya).

selesailah sudah masalah kami, aku tidak mau mencecar kenapa husayn memutuskan untuk tetap HS, karena sepertinya husayn punya “sesuatu” yang dipikirkannya dan tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. aku sama sekali tidak menjelekkan sekolah, tanene husayn kepala sekolah looh masa kami harus kontra dengan sekolah, yang aku jelaskan adalah “realitas sekolah” terutama realitas tentang sekolah yang mampu aku berikan untuk husayn jika husayn mau sekolah. lalu aku juga menjelaskan tentang pentingnya proses kehidupan bersama sebelum akhirnya kami harus “berpisah” karena husayn dan ali akan menempuh kehidupan “di luar”. entah apa yang membuat Husayn berubah pikiran hingga sekarang jika kutanya tentang sekolah maka dia akan menjawab “Husayn mau BELAJAR dimana aja ma”.

jika teman-teman ada yang berfikir kalau kami orangtua HS memaksakan kehendak untuk tidak menyekolahkan anak-anak kami, maka sebaiknya teman-teman berfikir lebih dulu “sudahkah saya berdiskusi tentang realitas pendidikan dengan anak saya? dan membiarkan mereka memiliki pilihan untuk sekolah atau BELAJAR di mana saja?”

salam cinta,

MF

keluarga homeschooling

Comments

  1. Husayn keren! Kecil2 sudah bisa memilih apa yang terbaik untuk dirinya ^_^

  2. anak hebat lahir dari ibu yang hebat…..:)…salam kenal mba:)

  3. Waaa… hebat banget Mbak Mella, kayaknya nggak semua orangtua berani menyetarakan posisi dengan anak, ngajak ngobrol yang serius. Sejak kenal HS, saya sendiri jadi sadar bahwa orang dewasa gemar berbohong pada anak-anak agar mau sekolah.

    Bilang kalau nggak sekolah, kamu pasti gagal hidup (bohong). Bilang kalau nggak sekolah, kamu nggak bisa punya teman (bohong). Kalau sekolah katanya kalau besar pasti kaya (bohong). Belajar itu harus tidak enak seperti di sekolah (bohong). Sekolah lebih tahu apa yang baik untukmu daripada dirimu sendiri (bohong).

    Mungkin karena orangtua nggak pernah mikir apa-apa lagi dan meneruskan saja praktik dari zaman dulu seperti kambing yang patuh.

  4. kangeennnnn mama Mella,Husayn dan Ali *peluuuuukkkk*

  5. Bilang kalau nggak sekolah, kamu pasti gagal hidup (bohong). Bilang kalau nggak sekolah, kamu nggak bisa punya teman (bohong). Kalau sekolah katanya kalau besar pasti kaya (bohong). Belajar itu harus tidak enak seperti di sekolah (bohong). Sekolah lebih tahu apa yang baik untukmu daripada dirimu sendiri (bohong).
    +1

  6. ummurizfan says:

    wah mba,inspiring banget.aku hadi semangat memulai hs untuk anakku.
    salam kenal.

  7. ratna nirmala says:

    subhanalloh, assalamu’alaikum mba mella,cerita ttg keluarga mba mella membuat saya lebih terinspirasi untuk memulai mendalami ttg HS dan meng HS kan anak2 kami. termakasih banyak ya mba mella.salam kenal.wassalamu’alaikum.

  8. Mbak…pengin juga memulai HS sama anak saya, tapi kalau posisi saya sendiri bekerja. Gimana ya cara menerapkan Homescholling sementara saya sendiri bekerja sampai sore?

  9. dian amami says:

    assalamualaikum, perkenalkan kami keluarga kecil. nama saya dian (ayah 3 anak), saya niat banget terapkan HS pada anak2 saya. bisa gabung? saya di jatikramat, bekasi. kami trkendala karena disini tidak ada komunitas HS, sehingga tidak bisa share tentang seluk beluk HS. trims.

    • alaikumsalam… pak dian…
      pe er besarnya HS memang cari “teman senasib” pak. itu sangat menguatkan hati.. hehe hal ini bisa dilakukan karena sekarang sangat mudah mencari teman senasib di internet, biasanya kami sharing, berbagi inspirasi, berbagi info link materi di facebook, bbm, atau teknologi lainnya. jika mau bergabung untuk “saling menguatkan” dengan senang hati. sila add fb saya mella_fitriansyah@yahoo.com nanti akan sy invite ke grup Indonesian Homeschooler, disana juga banyak praktisi HS yg saling berbagi..

      salam..
      mella :)

  10. dian amami says:

    saat ini saya sedang menghadapi keadaan seperti artikel diatas mba, anak saya masih mau sekolah, tapi kami (saya dan istri) tidak ingin meneruskan sekolahnya lagi. kisah diatas bisa jadi inspirasi bagi kami tuk melakukan diskusi dengna anak. trims.

  11. Salam mbak Mella. Saya belajar mulai dari postin ini yaa :)

  12. chiquitita says:

    Assalamualaikum mba mella… Maaf saya mau bertanya.. Anak2 mba masuk ke HS mana ya mba ? Saya berencana memasukan anak saya ke HS kak seto.. Apa kah itu mmg bagus ? Terima kasih

    • alaikumsalam mbak chiquitita..
      mungkin mbak bisa baca-baca dulu apa itu homeschooling di artikel-artikel yang dibuat oleh sahabat saya mas aar dan lala di http://rumahinspirasi.com/homeschooling/ karena pengertian HS itu sendiri saat ini sudah mulai melenceng jauh dari pengertian sebenarnya.
      menurut pendapat saya HS itu tidak berlembaga mbak, jadi jika ada “komunitas HS” yang berlembaga dan memprofitkan dirinya mungkin sebenarnya itu flexi school bukannya homeschooling..

      jika mbak ada FB mungkin bisa bergabung di grup https://www.facebook.com/groups/Indonesia.Homeschoolers/ biar bisa kenalan dengan keluarga HS lainnya :)

  13. Salam Kenal mbak Mella….blognya keren. Artikel-artikelnya juga menarik:)
    Terima kasih sudah berbagi tentang homeschooling duo Ali….sangat bermanfaat:)

  14. Assalamualaikum mbak Mella,
    Salam kenal mbak, saya lagi ada masalah nih. Anak saya sekolah SMA kls 2, sdh hampir 1 semester ini dia sakit maag terus menerus…. klo sekolah sakit, kalo di rumah sehat… saya pikir anak ini ada masalah dengan sekolah atau yang berbau sekolah lah… , namun anaknya nggak ngaku kalo dia mengalami fobia sekolah, saya harus cari solusi nih, mungkin lebih baik HS aja. Tapi saya kan kerja di luar rumah , … klo HS yg ada lembaga nya kira-kira pas nggak ya …

    • halo mbak tity, waah aku belum berpengalaman untuk berbagi tentang anak usia SMA yg mau HS, tapi mungkin flexy school bisa jadi solusi ya mbak, karena tinggal melanjutkan pelajaran yang sudah dijalani, aku punya sahabat namanya mbak moi kusman, beliau ibu HS 3 anak yang dua diantaranya sudah kuliah mungkin mbak tity bisa kontak beliau melalui email atau facebook. ini akun facebooknya mbak moi https://www.facebook.com/moi.kusman?fref=ts smoga membantu ya mbak :)

  15. Mba bisa minta alamat homescholling nya mau daftar unt keponakan sy..tks

    • mbak alfa, homeschooling itu adalah pendidikan berbasis keluarga, mungkin yg mbak maksud ingin mendaftarkan keponakan di flexi school ya, ada misalnya primagama, kak seto dll, kalau keluarga kami tidak kami masukkan ke lembaga mbak, anak-anak belajar dimana saja, kapan saja, dan bersama siapa saja. salam kenal mbak :)

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge