Homeschooling Husayn Membuat Kue

Kemarin adalah waktunya aku rapat kecil-kecilan dengan mba mira dan mba lala juga mba wiwiet, husayn senang sekali karena akan bertemu dengan teman-temannya, tetapi Husayn harus sedikit kecewa karena Atala sedang demam dan tidak dapat datang untuk bermain dan belajar bersama di rumah inspirasi.

Sudah lama sekali Husayn ingin membuat kue, hanya saja aku menganggapnya agak ribet karena aku bukan ahlinya membuat kue, senang sekali ternyata mba lala mengajak husayn untuk membuat banana bread bersama Tata. kami mulai mempersiapkan bahan-bahannya yang ternyata sangaaat mudah dan tak terpikirkan olehku bahwa membuat kue bisa segampang ini. Husayn dan Tata benar-benar melakukannya sendiri dari mulai mengupas pisang, memberikan gula dan mencampur bahan-bahan lainnya, hingga memanggang dan memakannya bersama.

Aku senang sekali kami mendapat banyak “pelajaran” di hari itu, memang banyak keluarga lain menganggap belajar membuat kue dan memasak bukan sesuatu yang penting, tetapi aku sangat menganggap itu penting untuk pelajaran kehidupan Husayn, Aku selalu bilang kepada banyak orang bahwa gaya belajar dan pengasuhan setiap keluarga memang berbeda, dan aku percaya masing-masing keluarga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pola pengasuhan mereka. jadi aku lebih menyukai kalau kita saling berbagi dan tidak menghakimi teori pengasuhan dan belajar antar keluarga. beruntung sekali teman-teman di sekelilingku juga memiliki pendapat yang sama, biarlah kami saling berkolaborasi dan membuat karya tanpa harus menghakimi teori mana yang paling benar.

Sepulangnya dari rumah inspirasi kami membagi-bagikan kue hasil buatan kami kepada saudara dan tetangga, dan komentar mereka adalah kuenya enaaak sekali. alhamdulillah. malam harinya aku dan papanya Husayn berbincang lalu Husayn tiba-tiba bilang ingin membeli oven listrik dari tabungannya (kami memang belum punya oven)  dan untuk pengganti tabungannya maka Husayn akan jualan hasil membuat kuenya kepada teman-teman. akan Husayn potong kecil-kecil lalu Husayn promosi dengan cara akan membagikannya secara gratis, setelah itu Husayn akan menerima pesanan kue hasil buatannya. waah terharu aku mendengarnya. apakah ini eksploitasi pada anak? NO, ini adalah proses belajar untuk keluarga kami. Husayn melakukannya dengan gembira, Husayn membuat kue sambil belajar math, penjumlahan, perkalian, pengurangan bahkan tentang suhu. ini seperti tidak berharga untuk keluarga lain tetapi pelajaran ini sangat berharga untuk kehidupan anak-anak kami.

suasana Husayn belanja di pasar mester, jatinegara

Esok harinya aku, Husayn dan papanya pergi ke pasar Jatinegara untuk membeli oven dan bahan-bahan lainnya. Husayn sangat antusias sekali, Husayn ikut memilih membeli oven, aku beritahu berapa harganya, Husayn juga dengan setia menemaniku membeli bahan-bahan kue di pasar yang panas dan pengap, tak ada keluhan di wajahnya. hmm mulai besok kami akan mulai membuat kue dan makanan lainnya, kalau teman-teman ingin mencoba gratis kue buatan Husayn, kami tunggu di rumah yaa.. Banana Bread, Cookies cokelat, cheese cake dan Zuppa Soup adalah proyek kami selanjutnya. Terima Kasih banyak Tata, terima kasih banyak Ibu Lala dan Pak Aar juga Yudhis dan Duta, setiap kami pulang dari Rumah Inspirasi selalu saja banyak Inspirasi mengalir. semoga kalian tetap menjadi mata air untuk sesama yaa.. love u.. ^_^

*terima kasih mba lala, foto dan videonya kereen ^_*

Comments

  1. Husayn… nanti gantian yaaaaaa… kita masak2 di rumah Husayn. Trus jangan lupa bonus Pop Ice dan Es Cenat-cenut!!! ^_^

  2. betul mba mella. Atala dari dulu juga pengen masak didapur, akunya yg merasa ribet, hehehe.

    Ayoo kita galakkan project in the kitchen with our children (^_^)

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge