Jawaban Kami Tentang Homeschooling

Sejak keluarga kami memutuskan untuk memberikan model pendidikan homeschooling, banyak sekali pertanyaan yang datang melalui inbox FB, BBM, YM ataupun SMS. hingga akhirnya saya memutuskan untuk memberi jawaban terbuka di page khusus. ^__^

pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan pertanyaan yang sering di ajukan dan jawaban-jawabannya merupakan opini kami pribadi, tidak ada kaitannya dengan orang lain ataupun komunitas tertentu.. ^_^

  • Apa sih arti homeschooling ?

walaupun banyak pendapat orang tentang homeschooling tetapi Homeschooling menurut keluarga kecil kami adalah kegiatan belajar yang kami lakukan sendiri di rumah, Homeschooling adalah BUKAN sebuah lembaga, kami mendidik anak-anak kami sendiri, berdiskusi dengan mereka, memberikan contoh yang baik kepada mereka. kami tidak menyekolahkan anak-anak kami di sekolah formal, kami menjadi fasilitator untuk anak-anak kami. saat ini kami belum bergabung dengan komunitas tertentu, seiring berjalannya waktu akan kami tentukan melihat kebutuhan akan hal tersebut

  • bagaimana kurikulumnya dan siapa gurunya?

banyak sekali kurikulum yang dapat di rujuk melalui internet, ada kurikulum dari luar negeri dan dalam negeri, untuk kurikulum luar negeri ada yang berbayar dan gratisan, contohnya lesson pathways, teacher file box, cambridge dan banyak lagi yang lainnya. kalau dalam negeri hanya ada kurikulum diknas saja (yang dipakai oleh sekolah formal ) dan bisa di unduh gratis disini. lalu siapa gurunya? kami sendiri gurunya dan orang-orang di sekitar kami yang dapat mencerahkan :) .

  • kamu menyepelekan profesi guru dong karena tidak percaya kepada sekolah?

Bagaimana mungkin kami menyepelekan profesi guru sedangkan keluarga kami kebanyakan adalah para pendidik. kami tau menjadi guru adalah tugas mulia, bisa mendidik murid sekelas yang berbeda karakter. tapi biarlah kami mendidik anak-anak kami sendiri dengan cara kami, bukankah hal tersebut juga meringankan pemerintah karena subsidi pendidikan untuk anak kami jadi tak terpakai? :p

  • apakah homeschooling itu legal ?

ya, homeschooling itu legal tertera dalam kebijakan mengenai pendidikan di Indonesia diatur dalam UU no. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas). di dalam UU tersebut disebutkan mengenai keberadaan 3 (tiga) jalur pendidikan yang diakui oleh pemerintah, yaitu : jalur pendidikan formal (sekolah), non-formal ( kursus dll ), dan informal (pendidikan oleh keluarga dan lingkungan). ketentuan mengenai pendidikan informal diatur dalam pasal 27 yang berbunyi : (1) kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. (2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan

  • Bagaimana Ijazah Homeschooling ?

anak-anak dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Diknas, ujiannya ada 3 jenjang yaitu ujian paket A, paket B dan paket C.  dan dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. sudah banyak pula para homeschooler yang ujian paket tersebut dan kemudian melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta.

  • Bagaimana Sosialisasi anak homeschooling ? nanti pasti kuper.

waah salah besar nih opini diatas, anak-anak homeschooling justru memiliki sosialisasi yang luaass tanpa batas. menjadi homeschooler bukan berarti setiap hari dikurung di rumah, mengerjakan soal-soal tak punya teman, justru kami ingin sosialisasi yang luas maka kami menjalani homeschooling. di sekolah diberlakukan sosialisasi horizontal, bermain bersama teman sebaya selama 6 jam setiap hari selama 9 tahun atau masa sekolah. berbeda dengan homeschooler mereka bersosialisasi lintas umur setiap hari, bermain dengan teman sebaya, belajar dan bermain bersama ayah dan ibu, belajar memasak bersama bude dan tante, jika jadwal fieldtrip anak-anak kami belajar dan bersosialisasi lebih luas, seperti mengenal rute busway sambil mengobrol bersama kondekturnya, belajar matematika sambil bersosialisasi dengan kasir ketika membeli karcis kereta, belajar science sambil bermain dengan teman sebaya ketika di taman kota. bukankah sosialisasi ini yang natural di masyarakat? mereka tak malu lagi bertanya kepada pak polisi tentang arah jalan, karena mereka terbiasa dengan sosialisasi lintas umur.

lalu kapan sosialisasi dengan teman sebaya? waah teman sebaya duo ali banyak looh, ketika teman-teman pulang sekolah husayn biasanya main bola di lapangan bersama mereka, husayn juga suka bermain lego di rumah tetangga, sehabis magrib biasanya Husayn mengaji bersama teman sebaya di masjid dekat rumah, Husayn juga punya teman di Klub Oase, dan kami sering playdate dengan teman sesama homeschooler yang seumuran.. jadi sosialisasi bukan masalah untuk kami ^_^

  • Alasan homeschooling untuk anak-anak kamu itu apa?

Alasan terpenting kami untuk menjalankan homeschooling adalah kami tidak mau proses sosialisasi anak-anak kami terganggu hanya karena harus berada di sekolah formal, kami juga ingin get connected dengan anak-anak kami, kami ingin mengambil hatinya, berdiskusi bersama mereka, mengetahui bersama hal-hal yang diminati oleh anak-anak kami, homeschooling bagi kami bukan memanggil guru ke rumah dan menjadikan mereka school at home, kami ingin dijadikan sahabat oleh anak-anak kami, selain itu kami ingin menjadikan anak-anak kami pembelajar mandiri dan melihat belajar dari sisi yang menyenangkan. belajar adalah sepanjang waktu bukan hanya saat kita sekolah saja. melalui homeschooling insyaallah kami bisa mewujudkan itu semua ^__^

  • apakah kamu yakin akan mengantarkan anak-anak mencapai kesuksesan dan kebahagiaan mereka?

Sukses dan Bahagia dapat dilihat dari sisi yang berbeda oleh setiap orang dan setiap keluarga. sukses menurut kami belum tentu kadarnya sama dengan keluarga lain bukan? dan Bahagia bagi keluarga kami juga bukan berarti kebahagiaan untuk keluarga lain bukan?. jadi hanya kami dan anak-anak kami sendiri yang dapat menjawab YA kami sukses dan kami Bahagia ^_^

keluarga homeschooling