Kekuatan Diskusi Didalam Proses Homeschooling

Jika banyak orang bertanya bagaimana cara kami belajar, aku pasti bilang, mengobrol santai adalah salahsatu yang paling kami sukai untuk proses belajar. duo ali sangat suka bertanya ini dan itu, sepertinya hal ini juga pasti disukai oleh kebanyakan anak-anak, namun terkadang kita sebagai orangtua meremehkan pertanyaan dan pernyataan anak-anak sebagai angin lalu. padahal itulah salahsatu saat yang tepat untuk anak-anak menyerap pengetahuan.

Ali sangat peka terhadap irama, ali akan cepat menghafal doa-doa, ayat alqur’an atau apapun jika berirama, tidak hanya hafal tetapi ali juga memperhatikan kalimat demi kalimat (jika berbahasa indonesia) dengan pengetahuan yang dimilikinya, maka seringkali ali protes bertanya kepadaku dan papanya lalu kemudian mengubah beberapa syair lagu sesuai dengan nilai moral atau pengetahuan yang dimilikinya.

Semalam, untuk kesekian kalinya ali membahas tentang lagu “ambilkan bulan bu”, hal ini terjadi ketika ali bertanya kepadaku tentang warna bulan yang sebenarnya, mengapa bulan berwarna putih bukan kuning jika dilihat dari bumi ?, aku menjelaskan tentang bulan yang tidak memiliki cahaya sendiri, bulan bercahaya karena “diberi” cahaya oleh matahari, ditengah-tengah obrolan tiba-tiba ia berkata “kok lagu ambilkan bulan bu tidak sesuai sama kenyataan si ma ?”, lalu alipun menyanyi, ini sebagian syairnya :

ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu, yang slalu bersinar di langit, di langit bulan benderang, cahayanya sampai ke bintang, ambilkan bu untuk menerangi tidurku yang lelap di malam hari

Menurut ali, kata-kata “cahayanya sampai ke bintang” itu salah, karena sebenarnya bulan yang mendapat cahaya dari bintang, karena matahari itu termasuk bintang. hal ini terus saja ditanyakan kepadaku, kenapa lagu itu bisa terkenal padahal kan syairnya salah. di beberapa kali pembahasan akhirnya aku rekam suara ceriwisnya yang lagi bertanya tentang hal ini, rekamannya bisa didengar di sini : lagu ambilkan bulan diprotes oleh ali

Protes ali lainnya yang sempat aku rekam adalah tentang lagu “si kancil”, ini syairnya :

si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikurung jangan diberi ampun”

Menurut ali tidak adil jika makhluk tidak diberi ampun, karena ALLAAH swt saja memberikan ampunan kepada setiap makhluknya, mengapa kita tidak ajarkan sama si kancil akan buruknya mencuri ?, atau berikan saja ketimunnya agar kancil tidak mencuri, kancil sudah dihukum dengan kurungan maka seharusnya kancil diberi ampun. pembahasan yang panjang dan membuat kami senyum-senyum sendiri setelah akhirnya ali mengubah syairnya menjadi

si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikurung, lalu diberi ampun

berikut rekaman audionya : lagu kancil revisi ali

ali cium papa

Hingga kini aku dan faizal selalu tersenyum lucu dan takjub dengan celoteh-celoteh protesnya ali, kekuatan berdiskusi itu sangat besar manfaatnya bagi perkembangan pengetahuan anak-anak, jadi jangan remehkan setiap pertanyaan dan pernyataannya, mungkin dari jawaban atas pertanyaan kecil yang tak berbobot lahirlah anak-anak luar biasa yang akan memimpin negeri ini dengan akhlak mulia.

salam cinta,

Mella

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge