Mama… Husayn Mau Sekolah

“Mama… Husayn mau sekolah”, jlebbb serasa ada yang menusuk di perut saya *lebay :p,  beberapa hari kemarin Husayn memang terlihat kurang hangat terhadap saya, kami jarang berpelukan, dan beberapa kali berdebat karena hal-hal sepele. pagi itu saya seperti tersadar ada sesuatu yang “salah” diantara kami. sayapun langsung membahasnya dengan Husayn setelah dia mengutarakan keinginan tersebut.

Awalnya saya peluk Husayn dan pelan-pelan bertanya, apakah Husayn benar-benar mau sekolah formal lagi?,  Husayn hanya terdiam dan menatap saya, lalu saya tanya lagi, kenapa Husayn mau sekolah? jawabannya adalah “kalo mama kerja terus, mending Husayn main di sekolah aja” (saya memang beberapa minggu ini mengambil pekerjaan yang memerlukan waktu untuk ke luar rumah seharian). lalu saya katakan ke Husayn ” kalau Husayn mau sekolah sangat boleh sekali, tetapi Husayn harus komitmen dengan aturan yang diberikan sekolah.” intinya saya tidak mau Husayn mau sekolah tetapi tidak enjoy dengan aturan sekolah, selalu mengeluh dengan aturan sekolah, bersekolah hanya karena ada perosotan dan melupakan pelajaran yang diterima di sekolah. tiba-tiba Husayn memeluk dan mencium saya lalu bilang ” Husayn bukannya mau sekolah, tetapi Husayn maunya mama gak kerja, di rumah aja”. jlebbb ada yang menusuk lagi di perut saya #lebay lagi :p. ternyata mengambil pekerjaan part time  yang saya pikir tidak akan mengganggu aktivitas saya dan Husayn malah berdampak sangat dalam di hati Husayn.

Akhirnya kesepakatan kami dibuat, mama akan terus beraktivitas bersama Husayn dan Ali saja seperti dulu, urusan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan bersama Husayn akan di abaikan. Malam harinya saya berdiskusi dengan suami saya tentang obrolan saya dengan Husayn, keberatan-keberatan Husayn tentang saya, keinginan Husayn untuk ditemani belajar bersama saya seperti kemarin-kemarin. suami saya hanya tersenyum dan bilang bahwa sebenarnya beliaupun kurang setuju dengan aksi “superwoman” yang kemarin saya jalankan, yaitu keluar rumah setiap hari dari pagi sampai sore walau hanya beberapa hari saja tetapi beliau tidak mau melarang saya karena akan terlihat seperti suami yang mengekang keinginan istri.

Sebelumnya kami memang bersepakat untuk mengutamakan kepentingan anak-anak dan keluarga, tetapi secara tidak sadar kemarin saya mengabaikan hal tersebut. dan ternyata keinginan Husayn untuk sekolah adalah untuk mencari perhatian saya untuknya. sekarang kami seperti dulu lagi selalu berpelukan setiap hari, beraktivitas bersama setiap hari, urusan rezeki kami yakini akan datang walau kami bekerja dari dalam rumah, bukankah sebelumnya saya memang selalu beraktivitas bersama Husayn dan rezeki terus berdatangan? akh.. ternyata ada yang bergeserdi pikiran saya hanya karena kekhawatiran yang tidak beralasan tentang datangnya rezeki.. ^_*. saya tidak tau apa sebabnya.. yang jelas sekarang saya sudah “kembali” dan tersadar karena kata-kata Husayn ” mama… Husayn mau sekolah”…

Comments

  1. Senang ya Husayn terbuka mengatakan isi hatinya pada Mama. Kita semua berusaha melakukan yang terbaik untuk anak-anak. Peluk… 😀

  2. *peluk Mella*

    ^_*

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge