Membangun Tanggung Jawab Dengan Cinta

Beberapa hari ini ada pembahasan tentang homeschooler yang (katanya) susah bangun pagi di grup FB Indonesia Homeschoolers jadi ingin berbagi tentang membangun tanggung jawab yang kami jalani di rumah bersama anak-anak. keluarga HS itu bukan keluarga yang sempurna tanpa keributan, justru perdebatan seru terjadi setiap hari di rumah ini, tetapi semua perdebatan itu penuh dengan kasih, peduli dan saling menghargai makanya saat diskusi terjadi judtru saat yang di nanti-nanti :)

Untuk membangun kesadaran tentang suatu tanggung jawab awalnya bukan perkara yang mudah kami berikan pengertian kepada duo ali, betul seperti yang wiwiet bilang, bahwa setiap anak akan mudah melakukan sesuatu ketika mereka tau tujuannya untuk apa, dan tentu akan mudah dijalankan bila tujuan tersebut membuat anak-anak bahagia. di rumah kami aktivitas di mulai sejak jam 4.45 subuh, awalnya husayn (7y) jarang bergabung untuk shalat subuh berjamaah bersama kami, karena ia beranggapan kewajiban untuk shalat belum berlaku pada anak dibawah 7 tahun, namun sekarang kami tak perlu bersusah payah membangunkan Husayn untuk shalat karena ia sudah tau bahwa shalat sudah menjadi kewajibannya.

ketika di awal Husayn mulai menjalankan shalat 5 waktu dan tak susah bangun subuh, aku beranggapan bahwa kami berhasil membuat Husayn sadar akan tanggung jawab yang harus ia jalani, namun sekarang aku berkesimpulan bahwa ada motivasi lain selain tanggung jawab yang membuat Husayn mau bangun subuh dan shalat lima waktu. dan motivasi itu bernama CINTA. mengapa cinta ? karena beberapa kali kami ngobrol tentang kewajiban shalatnya, Husayn selalu bilang bahwa ia ingin shalat karena ingin mendekatkan diri kepada ALLAAH swt, rasulullaah dan imam. “Husayn ingin masuk surga bertemu rasulullaah”, “Husayn ingin masuk surga bersama mama, papa, ali, aki dan orang yang husayn sayang”, “kalo husayn jadi anak baik, shalat maka mamah dan papah juga akan dapat pahala karena berhasil membuat husayn jadi orang baik”. itu adalah beberapa alasan yang di utarakan Husayn ketika kutanya apa alasan ia rajin shalat.

diskusi subuh

diskusi subuh

Setelah mendengar cerita-cerita Husayn tentang semangatnya menjalani shalat maka kusimpulkan bahwa semua yang ia lakukan atas dasar cinta, ia bersyukur karena Allaah sangat baik kepadanya, maka ia ingin dekat untuk mengucapkan terima kasih, caranya adalah dengan shalat. aku perhatikan Husayn selalu menikmati aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya karena ia memiliki tujuan yang jelas menjalani semua itu, Husayn selalu menantikan saat pramuka bersama klub oase karena ia suka aktivitas pramuka dan bertemu teman-teman di klub oase, Husayn sangat bersemangat ke sunday school untuk belajar agama, Husayn sangat menantikan hari ketika ia bergabung di Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Husayn sangat menantikan waktunya ia berenang di klub renang, dan kesimpulannya Husayn melakukan semua tanggung jawabnya dengan semangat karena ia tau tujuan aktivitasnya dan MENCINTAI aktivitas tersebut.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara membangun cinta akan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh Husayn ?. Kami selalu mendiskusikan semua kegiatan yang menjadi tanggung jawab duo ali kepada mereka, walaupun ada beberapa kegiatan yang dilakukan atas dasar usulan kami, tetapi itu semua sudah dibicarakan dulu dengan anak-anak, mereka dilibatkan dalam setiap obrolan di rumah kami, sehari-hari cara belajar kami adalah ngobrol lalu mengambil kesimpulan bersama, kami selalu menuntun anak-anak untuk tau akan tujuan hidup mereka, semua yang dilakukan muaranya hanya kepada ALLAAH swt, Rasulullaah dan bermanfaat kebaikan bagi orang banyak. maka Husayn dengan enteng melenggang melakukan semua tanggung jawabnya. jadi tipsnya hanya ngobrol yang banyak untuk menggali apa yang ada di hati setiap anggota keluarga. :)

 

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge