No Pain No Gain

​M : maaf ya, aku sudah ada jadwal belajar di tanggal itu, aku perlu ikut kelas provokasi, belajar tentang neuro semantics, ini kesempatan yang sudah kutunggu sejak lama, arisan berikutnya insya allah aku akan datang.

S : ngapain sih ikut training terus ? memang belum puas belajar ? silaturahmi kan juga penting mel. Arisan kali ini teman yang datang lebih banyak dari biasanya loh, rugi kalo kamu tidak datang.  

Kurang lebih begitulah percakapanku dengan salahsatu sahabat sejak SMA dulu. ketika disebutkan tanggal arisan di waktu yang sama dengan jadwalku mengikuti kelas neuro semantics yang diadakan oleh coach Prasetya M Brata, aku agak sedikit galau, kenapa galau ? karena arisan SMA juga penting untukku, bisa silaturahmi bertukar cerita yang bisa jadi inspirasi bersama teman-teman sekolahku dulu, apalagi sekarang masing-masing kebanyakan sudah memiliki keluarga jadi aku bisa berkenalan dan menambah sahabat lagi. 

Kemarin di hari pertama coach Pras menceritakan sebuah kisah menarik tentang bagaimana proses seorang atlet binaraga yang awalnya memiliki otot lemah menjadi juara dunia, sang binaragawan memulai latihan dengan mengangkat barbel seberat 1kg sebanyak 10 kali, sang binaragawan berhenti karena merasa sakit di hitungan ke sepuluh, lalu esoknya sang binaragawan melakukan latihan lagi melewati hitungan ke sepuluh karena belum merasa sakit di hitungan ke sepuluh, ia baru berhenti di hitungan ke empat belas karena baru merasa sakit di hitungan ke empat belas, esoknya sang binaragawan melakukan latihan lagi mampu melewati rasa sakit di hitungan ke empat belas hingga mencapai hitungan ke dua puluh, begitu seterusnya, setiap hari sang binaragawan berlatih, dari mulai barbel seberat 1kg sampai mampu mengangkat barbel seberat 50kg. 
Selesai bercerita lalu coach Pras bertanya, “menurut rekan-rekan apa yang membuat sang binaragawan berhasil menjadi juara dunia ?”, “karena konsisten”, “karena tak kenal lelah”, “karena semangat”. banyak dari kami menjawab tapi masih belum ada jawaban yang tepat. ternyata jawaban tepat yang membuat sang binaragawan menjadi juara dunia adalah rasa sakitnya, setiap latihan beliau selalu mencari rasa sakit di otot-ototnya, beliau baru berhenti ketika datang rasa sakit lalu berhasil melewatinya. berani melewati rasa sakitlah yang menaikkan kapasitas dirinya. 
Aku memandang begitulah kita di dalam kehidupan, merasa sakit ditolak prospek, merasa tidak nyaman karena menyemangati team, merasa sakit karena berusaha memahami orang yang kita cintai, merasa tidak nyaman perlu memilih belajar daripada silaturahmi. banyak dari kita enggan melewati rasa sakit itu padahal itulah salahsatu cara untuk menaikkan kapasitas diri kita, sebuah kewajaran jika kita lelah lalu beristirahat sejenak, namun setelah itu segera lewati lagi dan tidak berhenti jika hal tersebut merupakan hal penting yang ingin kita capai.

Hai para srikandi Kangen water yang sekarang sudah mulai kuat mengangkat galon, anda merasa sakit otot ? aku juga pernah melewatinya kok, 2 tahun yang lalu karena harus berbagi tugas dengan pasangan. Anda pernah merasa terhina karena ditagih hutang dengan kasar ? aku juga pernah melewatinya kok, sakiitttt tapi ternyata salahsatunya hal itulah yang mengantarkanku mencapai penghasilan gold samurai sekarang ini. so NO PAIN NO GAIN dear. kita boleh beristirahat sejenak namun tidak berhenti melewati rasa sakit itu.

selamat berhari minggu dari kami yang sudah siap belajar lagi hari ini. love you all..
“The past can hurt. But the way I see it, you can either run from it, or learn from it.” – Walt Disney

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge