Salahmu itu Salahku nak

Plakk.. Tiba- tiba tangan ali mendarat ke tubuh abangnya, si abangpun cemberut kemudian berkaca-kaca, dengan refleks aku langsung teriak ke arah ali memintanya untuk berhenti dan meminta maaf ke abangnya, bukannya minta maaf ali malah cemberut dan diam tak bergeming.

Kejadian tersebut sudah terjadi beberapa kali, aku tak berhasil membuat ali mengerti untuk tidak memukul, padahal aku dan mas faizal tidak pernah mencontohkan memukul kepada anak – anak, tetapi sepertinya akhir-akhir ini ali mudah sekali menggunakan tangan atau kakinya untuk “menunjukkan kekuatan” kepada abangnya. Aku tak ingin menyalahkan siapapun atas kejadian ini, kesimpulan akhirku adalah kembali kepadaku, akulah yg salah karena tidak bisa mengkomunikasikan hal tidak baik ini kepada ali, akulah yang tak mampu menyentuh hatinya untuk bersabar, akulah yang tak mampu membuat ali mengerti bahwa perbuatannya menyakiti orang lain.

Sambil menghela nafas berusaha bersabar aku kemudian mengangkat tubuh mungil jagoan kecilku itu, aku letakkan ia di pangkuanku, kemudian dengan suara sangat pelan aku bilang kepadanya, “ali, maafkan mama ya, mama nggak bisa membuat ali mengerti bahwa abang sedih kalau ali memukul abang, bahwa memukul adalah perbuatan yang tidak terpuji, mama izin ya untuk beberapa waktu ke depan belajar lagi, baca buku lagi, atau ikut kelas-kelas cara mendidik anak yang baik, dan mama udah siap kalau harus dihukum”.

Keadaan yang tadinya hening pun kemudian berganti dengan isak tangis ali, ali memelukku erat, dan langsung meminta maaf, ia meyakinkan aku bahwa bukan aku yang salah atas perbuatannya, dan ia berjanji untuk tidak memukul lagi. Kemudian kami pun ngobrol panjang lebar tentang kejadian hari itu. Sampai kemudian ali berlari ke abangnya untuk meminta maaf sambil memeluk abangnya. Ah leganyaa..

Senyumku mengembang, aku belajar banyak hari ini, aku sadar bahwa jika anak- anak saat ini melakukan perbuatan tidak terpuji, itu adalah kesalahanku sebagai ibu yang tak bisa mengkomunikasikannya kepada mereka, aku yakin di dalam suatu hubungan jika kita dapat berkomunikasi dengan baik maka tak akan ada kejadian tidak menyenangkan. Mama masih harus belajar ya nak. Untuk selalu menemani kalian dalam kebaikan. Kebenaran dan kebahagiaan. Kita sama- sama belajar ya boys..

Tak lama kemudian “Plakkk..”, aku keluar kamar, dan kulihat dua belahan jiwaku itu menoleh ke arahku sambil nyengir menunjukkan gigi ompongnya “ahahaha tuhkan bang, mama pasti nyamperin kalo denger suara pukul-pukul, orang kita lagi pukul ini ya bang (nunjuk mainan) , tenang maah ali sama abang udah ngerti kok kalo pukul itu nggak bagus.. Hahahaha” dan akupun berlari menangkap kedua bos kecilku itu sambil mengelitiki keduanya.. Aku belajar, kalian belajar, kita belajar bersama ya nak..

IMG_2140.JPG

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge