Tetaplah Menjejak Bumi nak…

Tetap menjejak bumi, adalah salahsatu hal yang sering aku bicarakan bersama para sahabatku sesama homeschooler, aku lala dan wiwiet sering sekali membahas tentang pentingnya anak-anak kita untuk tetap “menjejak bumi”, ketika suatu hari nanti anak-anak kita menjadi “seseorang”. maksudnya adalah, anak-anak harus bisa melihat ke bawah, mereka sangat boleh berfikir dan melakukan langkah yang revolusioner tetapi mereka juga harus tetap melihat “ke bawah” untuk menjadi bahan pertimbangan.

Sudah sewajarnya jika setiap keluarga homeschool memiliki jalan yang berbeda-beda walau memiliki tujuan yang sama, untuk keluarga kami, salahsatu bahan belajar anak-anak untuk tetap menjejak bumi adalah mengenal seluruh lapisan masyarakat, keragaman bangsa ini, strata sosial yang berbeda, hingga anak-anak tidak merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar, paling unik dan paling-paling lainnya, anak-anak harus mengerti bahwa “kita” lebih penting dibanding “aku”. dan pucuk dicinta ulampun tiba ketika bude, pakde dan anaknya akan pulang kampung ke purwokerto, husayn tiba-tiba menyatakan niatnya untuk ikut pulang kampung. tanpa ragu-ragu akupun meng iyakan permintaannya, aku dan suami mempercayai keluarga bude nur ini karena mereka sekeluarga telah tinggal dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga kami lebih dari 20 tahun, jadi sudah seperti saudara sendiri.

petualangan husayn

Ketika aku membolehkan husayn (8tahun) untuk ikut, ia pun bersorak dan mulai repot mempersiapkan perlengkapannya, aku ingin perjalanan Husayn berlangsung se-alami mungkin, tak ada keistimewaan karena ia ikut, diawali dengan membeli tiket kereta ekonomi seharga Rp.40.000 seperti yang biasa keluarga bude lakukan. hingga ketika berangkat jam 4 subuh menuju stasiun pun mereka berangkat menggunakan bajaj tidak aku antar, aku ingin husayn merasakan perjalanan keluarga bude yang sesungguhnya, bukan perjalanan yang aku disain khusus untuknya. sebelum berangkat aku hanya berpesan ” Husayn, selalu berdoa dan bershalawat di setiap langkah husayn, dijaga shalatnya, tetap bersama bude, pakde dan kaka lila selama pergi ya,  sampaikan salam mama sambil husayn pijitin mbah (ibunya bude), dengarkan teman-teman husayn waktu mereka bercerita lalu cerita dan berbagi ilmu yang Husayn punya kepada teman-teman disana.” pesan itu aku utarakan sambil kupeluk Husayn tepat dipintu bajaj, dan Husaynpun mengangguk sambil tersenyum.

Jujur saja, sebagai seorang ibu sebenarnya ada rasa khawatir didalam diriku tetapi kepercayaanku kepada keluarga bude dan Husayn dan tentu saja kepercayaanku akan kekuatan doa mengalahkan rasa khawatir ini. selama Husayn pergi kurang lebih seminggu, aku tak banyak menelepon Husayn, aku membawakan Blackberry (BB)  bekas pakaiku kepada Husayn dengan tujuan untuk berkomunikasi dan kamera selama ia disana, jadi aku bisa memantau Husayn dari status-status yang ia buat, dan aku sangat lega membaca ceritanya dan melihat status-status serta foto-foto di bb Husayn. suatu ketika ketika kami bertelepon husayn bilang “mama maaf kalau Husayn jarang bbm dan telepon, itu bukan karena Husayn nggak kangen mama tapi mungkin karena Husayn lagi sibuk disini” :)” oya  husayn menceritakan perjalanannya selama di purwokerto di blog Husayn disini.

homeschooling

Ketika saat pulang tiba, Husayn banyaak sekali bercerita, tentang rumah bude, si mbah, permainan di kampung, hewan-hewan, sungai, bahasa daerah dan tentu saja teman-teman baru. aku terharu mendengar cerita bude tentang Husayn selama disana, semua teman mencintai Husayn, komentar dari tetangga di kampung dan saudara-saudara di kampung juga membuatku ingin meneteskan air mata, bude bercerita bahwa selama disana Husayn jadi anak yang sangat santun, selalu mencium tangan setiap orangtua, tidak jijik dan merasa “orang kota”, nyenyak tidur dan tak rewel makan dengan keadaan yang terbatas di kampung, tidak meninggalkan shalat, teman-teman di kampung bahkan ada yang meneteskan air mata saat Husayn kembali ke jakarta. Husayn selalu mudah berbaur dengan siapa saja, berbagi cerita tentang kota dan ilmunya kepada teman-temannya ( ia melaksanakan pesanku ).

husayn homeschooling

homeschoolers journey

Alam adalah sekolahmu nak, Kehidupan nyata adalah Ujianmu, tetap istiqomah dalam menjalani setiap detik pembelajaran dalam hidupmu ya nak. aku.. mamamu… tetap akan merengkuhmu dalam cinta untuk setiap proses yang kau lalui…

salam cinta…

 

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge