Tidak Harus Tapi Perlu

Situasi pertama :

“maaf pak, saya telat datang ke kantor karena HARUS mengantar istri saya ke dokter.”

” aku HARUS menerima rasa sakit karena ingin memahami orang yang kucintai.”

” Aku HARUS edukasi minimal 2 kali sehari, untuk memenuhi target penjualan bulan ini.”
Situasi kedua :

” maaf pak, saya telat datang ke kantor karena PERLU mengantar istri saya ke dokter.”

” aku PERLU menerima rasa sakit karena ingin memahami orang yang kucintai.”

” Aku PERLU edukasi minimal 2 kali sehari, untuk memenuhi target penjualan bulan ini.”
Jika anda membaca kedua situasi diatas, situasi mana yang lebih nyaman dibaca ?. alam bawah sadar ternyata menyimpan kata-kata lalu memprosesnya untuk kemudian dikeluarkan menjadi tindakan. pemakaian kata “HARUS” menjadikan diri kita korban, tidak punya pilihan lain, ketika menjadi korban maka kita bisa merasa tidak bertanggung jawab atas tindakan kita, padahal 100% tindakan kita adalah tanggung jawab kita sendiri dan kita BISA memilih untuk mau menjalaninya atau tidak. 
Mengubah kata “HARUS” menjadi “PERLU” menandakan bahwa kita punya pilihan, ketika sudah memilih sebuah situasi maka kita PERLU menjalani prosesnya, kita adalah dalang/pelaku atas pilihan tersebut dan bukan korban/wayang, alam bawah sadar mengirim kata PERLU ke otak lalu mengubahnya menjadi sebuah tindakan yang bertanggung jawab sehingga akan menghasilkan sesuatu yang lebih kuat energi positifnya. 
“Aku perlu mandi sekarang (walau masih mau leyeh-leyeh) karena jam 11 nanti ada edukasi kangen water.”

“Anda mungkin PERLU memberikanku hadiah karena masih dalam suasana ulang tahunku.” *uhuk
2 feb 2017

Mella Fitriansyah
#provokasi #MemilihKataKata

#TanggungJawab #DalangBukanWayang

Speak Your Mind

*

CommentLuv badge